METRO PADANG

Komitmen Berdayakan HKm Sikayan Balumuik, PT Semen Padang Serahkan Bantuan 16.000 Bibit Kopi Robusta Bantjah

0
×

Komitmen Berdayakan HKm Sikayan Balumuik, PT Semen Padang Serahkan Bantuan 16.000 Bibit Kopi Robusta Bantjah

Sebarkan artikel ini
BANTUAN BIBIT KOPI— Kadept Komunikasi & Hukum Perusahaan PT Semen Padang, Iskandar Z Lubis menyerahkan bantuan bibit Kopi Robusta Bantjah sebanyak 16.000 batang, Rabu (13/12). Penyerahan bantuan bibit kopi itu dilakukan dalam rangka membantu petani kopi HKm Sikayan Balumuik untuk meningkatkan produksinya.

LIMAU MANIS, METRO–PT Semen Padang menye­rahkan bantuan bibit kopi Robusta sebanyak 16.000 batang kepada Kelompok Tani Hutan Kemasyarakat Sikayan Balu­muik, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Rabu (13/12). Selain menyerahkan bantuan bibit, pada kesempatan yang sama juga dilakukan pe­na­na­man Kopi Robusta Bantjah.

Penanaman Kopi Robusta itu dilakukan oleh Kepala De­par­te­men Komunikasi & Hukum Pe­rusa­haan PT Semen Padang Is­kandar Z Lubis, bersama Kepala Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Sum­bar, Febrina Tri Susila Putri, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani, Camat Pauh Ronny.

Kadept Komunikasi & Hukum Perusahaan PT Semen Padang Iskandar Z Lubis mengatakan, program Kopi Bantjah merupakan salah satu langkah nyata PT Semen Padang dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) perusahaan.

“Sebagai perusahaan semen kami tidak hanya memperhatikan profit, tapi juga planet dan people. Nah, untuk program Kopi Robusta Bantjah ini, kami berharap program ini selain dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, khu­susnya kelompok tani HKm Sikayan Balumuik, program budidaya kopi ini tentunya juga dapat membantu kita menyerap CO2,” kata Iskandar saat penyerahan dan penanaman bibit Kopi Robusta Bantjah.

Iskandar menyebut, PT Semen Padang merasa bang­ga atas program budidaya Kopi Robusta Bant­jah yang dijalankan ma­sya­rakat Limau Manis Selatan. Karena, program ini tumbuh berkat tingginya se­­mangat masyarakat atau kelompok tani kopi yang berada di bawah nau­ngan HKm Sikayan Balumuik.

“Kami di Semen Pa­dang tidak mau setengah-setengah. Kami berkomitmen kalau kelompok tani kopi ini bersunguh-sungguh, maka kami akan dukung terus. Alhamdulillah sejauh ini semangat yang diperlihatkan kelompok tani kopi ini maupun kelompok HKm Sikayan Balumuik sangat luar biasa sekali. Ini tentunya membuat kami bangga atas semangat tersebut,” ujarnya.

Selain membantu bibit Kopi Robusta Bantjah, katanya melanjutkan, PT Semen Padang juga siap untuk membantu promosi kopi yang dihasilkan oleh kelompok tani kopi Bantjah HKm Sikayan Balumuik ini. “Kopi ini peminatnya segala umur, dan potensi pa­sar­nya luar biasa. Kami di Semen Padang juga siap mendukung dengan semangat, serta membantu promosi dari kopi ini. Bahkan saat ini Unit CSR Semen Padang, juga tengah menggarap film tentang Kopi Bantjah. Dan, ini juga bagian dari promosi yang kami lakukan,” bebernya.

Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Dedi Mu­ham­­­mad Sidiq, menambahkan, budidaya Kopi Robusta Bantjah ini dimulai sejak tahun 2020, dan budidaya ini merupakan tindak lanjut dari sosial mapping yang dilakukan oleh Forum Nagari Limau Manis Selatan yang merupakan perpanjangan tangan PT Semen Padang dalam program Basinergi Mambangun Nagari (BMN). Melalui sosial mapping tersebut, ditemukanlah bahwa di kawasan Batjah Koto Baru, Limau Manis Selatan, ada potensi komoditi kopi yang telah eksis sejak sebelum Indonesia merdeka.

Baca Juga  Penas Tani 2021, 3 Ribu Rumah Warga Disiapkan jadi Penginapan

“Di era Belanda namanya kopi VOC. Namun setelah Indonesia merdeka, komoditi ini tidak lagi diperhatikan. Makanya, kami di Semen Padang bersama Forum Nagari Limau Manis Selatan yang bekerjasama dengan HKm Sikayan Balumuik, mencoba untuk membangkitkan kopi tersebut. Bekerjasama kopi Solok Radjo, Alhamdulillah kopi Bantjah ini pun ber­kem­bang dengan baik dan bisa membantu masya­rakat dalam meningkatkan pendapatan ekonomi,” katanya.

Terkait dengan pemberian bantuan 16.000 batang bibit kopi Robusta Bantjah ini, Ia pun berharap masya­rakat atau kelompok tani kopi HKm Sikayan Balumuik da­pat memiliki sumber peng­hasilan tambahan yang berkelanjutan. Namun, Dedi Muhammad Si­diq menegaskan bahwa ko­mitmen PT Semen Pa­dang tidak berhenti di situ. Tapi, juga berkomitmen untuk memberikan dukungan lebih lanjut.

Be­berapa dukungan yang telah dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan kepada petani kopi dalam proses roasting green bean kopi dengan harapan agar petani kopi memiliki kemampuan untuk meracik kopi yang lebih baik yang tentunya juga berdampak positif kepada meningkatnya nilai jual kopi yang dihasilkan. “Nah, ke depan kami pun juga berkomitmen untuk memfinalkan potensi lahan seluas 22 hektar di Bantjah ini untuk ditanami kopi,” ujar­nya.

Pemprov dan Pemko Padang Apresiasi Semen Padang

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat, Febrina Tri Susila Putri, yang hadir mewakili Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, mengapresiasi PT Semen Padang yang telah mendukung pengembangan Kopi Bant­jah di HKm Sikayan Balumuik. Dan, menurutnya, dukungan PT Semen Pa­dang terhadap budidaya kopi Bantjah itu telah memberikan dampak yang sangat positif untuk kemajuan HKm Sikayan Balumuik.

“HKm Sikayan Balumuik tidak asing bagi kami. Berbicara kopi, maka kopi Bantjah dari HKm Sikayan Balumuik ini sedang viral. Tentunya, hal ini tidak terlepas dari kolaborasi antara Semen Padang dengan Forum Nagari Limau Manis Selatan, termasuk dengan Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kota Padang. Kami pun berharap kolaborasi yang sa­ngat baik ini diharapkan terus dapat ditingkatkan,” kata Febrina.

Baca Juga  Polda Sumbar Kerahkan 4.573 Personel Amankan TPS

Pada kesempatan itu, dia pun menyarankan agar Kelompok Tani Kopi Bant­jah HKm Sikayan Balumuik dapat mendaftarkan kelompok kopinya ke Dewan Kopi Indonesia Provinsi Sumatera Barat, sehingga kelompok Kopi Bantjah bisa dapat mengikuti pelbagai kegiatan terkait tentang kopi. Seperti kegiatan tentang rosting misalnya. Kata Febrina, kalau roasting tidak dilakukan dengan tepat, dia justru mengeluarkan zat karsinogen yang berbahaya.

Pada kesempatan itu, Febrina pun berharap agar kelompok Kopi Bantjah juga menggandeng kaum milenial. Karena, dari catatan Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumbar, sebanyak 57 persen penduduk Sumbar menggantungkan hidupnya di sektor pertanian. Dari 57 persen itu, hanya seperempatnya kaum milenal.

Menurutnya, jika kaum milenial tidak melek dengan pertanian, maka siapa yang akan melakukan penanaman nantinya, Karena, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tertinggi di Sumbar itu masih di sektor peranian, yaitu sebanyak 21,2 persen.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Dinas Per­tanian Kota Padang Yoi­ce Yuliani Kata dia, Pem­ko Pa­dang berterima kasih kepada PT Semen Padang yang telah mendukung HKm Si­kayan Balumuik da­lam memanfaatkan kawa­san hutan kemasyarakatan yang berada di Kelurahan Li­mau Manis Selatan untuk di­tanami kopi. “Ini luar biasa, dan Pak Wali Kota Pa­dang sangat mendukung pro­gram budidaya kopi ini,” ka­tanya.

Sementera itu, pendamping Kopi Bantjah dari Solok Radjo bernama Alfadriansyah, menyebut bahwa kopi Bantjah merupakan kopi yang sudah dikenal di Sumbar. Bahkan, beberapa waktu lalu kopi Bantjah ini berhasil meraih Juara II pada kompetisi kopi di Sumbar. Oleh sebab itu, dia pun sangat meyakini bahwa budidaya kopi Bant­jah yang didukung oleh PT Semen Padang ini sangat dapat menggerakan ekonomi masyarakat, khu­susnya petani kopi HKm­ Sikayan Balumuik.

“Kenapa kami sebut sangat dapat menggerakkan ekonomi masyarakat? karena harga kopi robusta dalam bentuk green bean mengalami kenaikan sebesar 220 persen dibandingkan tahun 2020 yang ber­kisar antara Rp18.000 hingga Rp20.000 per kilogram green bean. Nah, sekarang ini harganya Rp45.000 per kilogram. Bayangkan, jika satu petani memiliki 1 pohon kopi robusta berusia 4 tahun, maka petani dapat menghasilkan sekitar 2 kilogram green bean kopi/pohon. Nah, jika 1 petani memiliki 2.000 batang kopi, maka petani tersebut dapat memperoleh pendapatan sebesar Rp160 juta hingga Rp200 juta. Jadi, hal ini tentunya menjadi momentum yang tepat bagi petani kopi,” katanya. (ren/rel)