PADANG, METRO–Berselang pergantian petugas piket di Mako Lantamal II terletak di Bukik Peti, Telukbayur, Kamis (14/12) sekitar pukul 07.25 WIB, tak ada angin tak ada hujan, tiba tiba ratusan gerombolan orang tak dikenal (OTK) merangsek masuk ke Mako. Padahal saat itu RI-1 sedang berkunjung ke Mako Lantamal II Padang dalam kegiatan kunjungan kerja. Sontak saja, petugas jaga kaget. Pihak Intelijen yang sudah mendapat informasi dan Satuan Kerja (Satker) lain bertindak cepat untuk melaporkannya kepada Danlantamal II Laksamana Pertama TNI Benny Febri. M.M, M.Tr Opsla.
Benny Febri yang mendapat informasi lalu melaporkan ke pimpinan TNI AL di Mabes. Benny Febri kemudian memerintahkan Komandan Satuan Kapal Patroli (Dansatrol) Kolonel Laut (P) Afif Yuhardi Putera SE, MM, M.A dan Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Danyonmarhanlan) Lantamal II Mayor Marinir Denny Aprianto Putro M.Tr Opsla, untuk mengerahkan prajurit untuk menghadang dan diberikan tindakan tegas.
Laju para OTK yang akan memasuki gerbang Mako ternyata terhenti. Lemparan bom molotov melayang ke arah pasukan anti huru hara (PHH) TNI AL. Tak hanya itu, aksi anarkis lainnya juga terjadi. Ban bekas kemudian dibakar. Beberapa orang diketahui membawa barang barang berbahaya. Sontak saja para sniper yang dipersiapkan pada dua sisi Mako bertindak tegas. Desingan peluru dari senjata para sniper berhamburan, satu persatu para OTK yang membuat onar ini berhasil dilumpuhkan. Puluhan lainnya berhasil diamankan untuk dimintai keterangannya.
Setidaknya inilah bentuk skenario latihan Pertahanan Pangkalan dan VVIP RI yang digelar selama dua hari sejak Rabu (13/12) hingga Kamis (14/12).
Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) II Padang Laksamana Pertama TNI Benny Febri, M.M, M.Tr Opsla, didampingi Komandan Satuan Kapal Patroli (Dansatrol) Kolonel Laut (P) Afif Yuhardi Putera. SE, MM, M.A kepada POSMETRO mengatakan, bahwa latihan ini merupakan program rutin tiap tahun.
“Latihan pertahanan pangkalan tersebut merupakan latihan dalam rangka mendukung dan mempertahankan pertahanan di wilayah Lantamal II. Selain itu juga mengasah kesiapsiagaan dan kewaspadaan setiap prajurit guna mengantisipasi setiap ancaman yang ada,” ujar Benny Febri.
Dikatakan Benny Febri bahwa dalam latihan yang menghabiskan waktu dua hari ini itu melibatkan sebanyak 300 orang prajurit Lantamal II dari berbagai Satker, didukung dengan satu Kapal Perang KRI Cakalang 852, KAL Sinyaru, Sea Rider dan 1 Patkamla. Dalam skenario latihan yang dikomandoi langsung Dansatrol Kolonel Laut (P) Afif Yuhardi Putera.
Kegiatan ini dalam rangka mengasah dan meningkatkan kemampuan serta profesionalisme prajurit Lantamal II.
“Pelaksanaan latihan ini dilaksanakan guna mengasah kemampuan prajurit dengan melaksanakan simulasi Pertahanan Pangkalan dan VVIP RI dengan menggunakan berbagai senjata untuk menghalau musuh. Selain itu mengasah dan meningkatkan kemampuan serta profesionalisme prajurit Lantamal II,” sebut Benny Febri saat penutupan latihan, Kamis (14/12).
Namun yang lebih penting lagi, ujar Benny Febri adalah kegiatan ini juga sebagai tugas prajurit Lantamal II yang bertugas sebagai unsur Pertahanan Pangkalan TNI AL serta melaksanakan tugas-tugas lain dalam rangka mendukung tugas pokok Lantamal Il.
Menurut Benny Febri, latihan Pertahanan Pangkalan tersebut merupakan latihan dalam rangka mendukung dan mempertahankan pertahanan di wilayah Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut Il (Lantamal Il), selain itu latihan ini juga untuk mengasah kesiapsiagaan dan kewaspadaan setiap prajurit guna mengantisipasi setiap ancaman. Baik ancaman yang datang dari darat, air dan udara.
Untuk latihan VVIP, kata Benny sesuai dengan UU RI No.34 Tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI). Salah satu tugas TNI dalam operasi militer selain perang (OMSP) adalah melaksanakan pengamanan VVIP seacra terpadu dari ancaman terhadap keselamatan dan keamanan, serta upaya menjatuhkan kehormatan dan kedaulatan negara, martabat dan kewibawaan pemerintah.
“Penyelenggaraan kegiatan pengamanan VVIP harus didasarkan pada rumusan rumusan tentang tujuan, sasaran, asas dan prinsip yang terkandung dalam doktrin TNI, tentang persepsi yang nantinya akan diaplikasikan dalamlatihan PAM VVIP ini,” tegas Benny Febri.
“Saya sangat apresiatif terhadap upaya peningkatan profesionalisme prajurit TNI AL di Lantamal II. Melalui latihan PAM VVIP, mengingat pentingnya kegiatan tersebut. Alhamdulilla, prajurit yang ikut dalam kegiatan ini sudah memperlihatkan kemampuannya sebagai prajurit petarung Lantamal II,” ucap Benny Febri bangga. (ped)






