JAKARTA, METRO–Capres nomor urut 1 Anies Baswedan kaget mendapatkan laporan bahwa aplikasi JAKI diduga diretas. Hal itu terjadi usai dirinya memamerkan aplikasi itu sebagai salah satu inovasi pelayanan publik digital yang dilakukannya pada debat capres perdana di KPU RI, Selasa (12/12) kemarin.
“Masa, serius?” tanya Anies kepada wartawan saat mendapat laporan JAKI diretas usai debat.
Usai memastikan dugaan peretasan JAKI, Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta agar pemerintah mengusut tuntas pelanggaran tersebut. “Gak boleh terjadi dan pemerintah harus mengusut, harus,” tegasnya.
Anies juga menyoroti bahwa peretasan tersebut mengindikasikan perlunya perubahan dihadirkan dalam negara ini.
“Menurut saya Ini salah satu adalah ciri bahwa kita harus berubah. Jangan sampai ketika ada ungkapan politik, kebebasan berbicara, lalu harus berhadapan dengan rasa takut,” tandasnya.
Sebelumnya, super apps JAKI yang dipamerkan capres nomor urut 1 Anies Baswedan dalam debat capres perdana di KPU RI sempat diretas pihak tak bertanggung jawab pada Selasa (12/12) kemarin. Peretasan itu tak berlangsung lama, tetapi membubuhkan pesan cukup panjang dalam aplikasi tersebut.
Hal itu terjadi tak lama usai Anies mengungkapkan JAKI sebagai inovasi digital saat dirinya menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dalam debat capres lalu.
“Keberadaan aplikasi ini membuat semua masalah pelayanan publik ada ukurannya,” ujarnya di forum debat tersebut.
Setelah itu, beredar tangkapan layar soal aplikasi JAKI yang diretas. Notifikasi peretasan itu muncul di aplikasi dengan judul “HELLO WARGA JAKARTA, JAKI HAS BEEN HACKED :))”. (jpg)






