PASAMAN, METRO–Anggota DPRD Sumatera Barat Donizar menyampaikan, pembinaan keagamaan perlu dimasifkan. Tidak hanya sekedar peningkatan pembangunan fisik sarana peribadatan, namun tak kalah pentingnya peningkatan mental dan spritual.
Hal ini disampaikannya, pada saat membuka kegiatan pelatihan Pelatihan Rumah Ibadah Khusus bagi Pengurus Masjid, di Lubuksikaping, Pasaman , Rabu (6/12).
Disampaikannya, pembinaan keagamaan merupakan suatu usaha untuk meningkatkan ketakwaan terhadap tuhan yang maha Esa agar terbebas dari kesulitan rohaniyah dalam lingkungan hidupnya.
“Pembinaan di bidang agama di arahkan agar semakin tertata kehidupan beragama yang harmonis, dan mendalam serta ditujukan untuk meningkatkan kesadaran dalam beragama, memperbaiki ahklak, moral dan etika sehingga terbentuk sikap lahir dan batin yang setia,” ungkapnya.
Donizar cukup banyak mengalokasikan pokok pikiran (pokir) dalam bidang ke agamaan. Katanya, selama 2023 ini, hampir Rp 4 miliar dana pokirnya disebar untuk masjid, mushala, surau suluk, TPA/MDA, rumah tahfiz, TPQ maupun pondok pesantren dengan total penerima sebanyak 325 kelompok.
“Besaran dana yang disalurkan masing-masing kelompom berkisar antara Rp 15 juta sampai Rp 25 juta,” bebernya.
Tahun ini, dia terfokus kepada bantuan hibah di bidang keagamaan. Tujuannya agar pemerintah juga senantiasa memikirkan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang spiritual tersebut.
“Semoga dengan sentuhan dana hibah ini, bisa lebih membantu masyarakat dalam pembangunan masjid, operasional MDS, TPQ dan TPA serta untuk kegiatan wirid Yasin,” tuturnya.
Pelatihan ini diikuti ratusan masyarakat dan pengurus masjid dan mushalla di Pasaman. Dia berharap dengan digelarnya pelatihan ini kehidupan beragama kususnya di Pasaman lebih tertata dengan baik.
“Dengan pelatihan ini, seluruh pengurus masjid diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat,” pungkasnya. (mir)





