POLITIKA

Terkait Persiapan Debat, KPU Gelar Rapat Tertutup Bersama Timses Capres-Cawapres

0
×

Terkait Persiapan Debat, KPU Gelar Rapat Tertutup Bersama Timses Capres-Cawapres

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI— KPU RI

JAKARTA, METRO–Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menggelar rapat secara tertutup bersama timses tiga pasangan capres dan cawapres, pada Rabu (6/12) kemarin, berkaitan dengan debat. Pertemuan itu menghasilkan sejumlah kesepakatan.

Rapat tertutup itu digelar di gedung KPU, Menteng, Jakarta Pusat, pukul 15.00 WIB. Rapat dihadiri oleh perwakilan ketiga paslon.

Adapun mereka yang hadir yakni perwakilan Timnas AMIN yaitu Co-Kapten Timnas AMIN Nihayatul Wafiroh dan Direktur Eksekutif Timnas AMIN, Zuhad Aji. Kemudian, perwakilan TKN Prabowo-Gibran yakni Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran Burhanuddin Abdullah dan Ferry Latuhihin.

Selanjutnya, perwakilan TPN Ganjar-Mahfud yang terlihat yakni Wakil Sekretaris TPN Hotasi Nababan, Direktur Muda Politik 5.0 TPN Ganjar-Mahfud Reyhan Noor, Andrianto S, Candra, Lisa Elfina.

Salah satu hasil rapat ter­sebut yakni berkaitan dengan proporsi debat capres dan cawapres. Ketua KPU Hasyim Asy’ari mengatakan proporsi debat terdiri atas 3 kali debat capres dan 2 kali debat cawa­pres.

Adapun debat pertama akan diisi oleh ketiga capres. Kemudian, debat kedua untuk pihak cawapres.

Selanjutnya, debat ketiga merupakan debat untuk capres. Lalu, debat keempat merupakan debat untuk cawa­pres dan debat terakhir dikhu­suskan untuk capres.

Hasyim Asy’ari mengatakan pasangan calon capres-cawapres harus hadir di setiap sesi debat. Hasyim mengatakan kehadiran pasangan capres-cawapres itu bersifat mendampingi.

“Namanya didampingi kan ya di sebelahnya kan,” kata Hasyim kepada wartawan usai rapat bareng timses ketiga paslon capres-cawapres di Kantor KPU RI, Menteng, Ja­karta Pusat, Rabu (6/12).

Baca Juga  Digelar di Polda Sumbar, KPU Deklarasi Kampanye Pilkada Bermartabat 2024

Hasyim mengatakan pa­sangan capres-cawapres juga akan naik ke atas panggung mendampingi pasangannya saat debat. Dia mengatakan saat debat capres maka hanya capres yang akan bicara, dan begitupun saat pelaksanaan debat cawapres hanya cawa­pres yang akan berbicara.

“Intinya yang bicara boleh dikatakan, sepenuhnya, kalau debat capres, ya sepenuhnya capres. Kalau cawapres, sepe­nuhnya cawapres,” ujarnya.

“Oh tidak, kesempatannya kan seperti saya bilang tadi sepenuhnya jadi porsi debat capres ya capres, debat cawa­pres ya cawapres. Kalau yang bicara cawapres, yang capresnya mendampingi. Kalau bicara cawapres, capresnya mendampingi. Tapi kan yang bicara sebagaimana kesempatan bicaranya kan capres-cawapres sudah ada pembagiannya sudah ada 1-5 kan,” tambahnya.

Hal lain yang dibahas yakni berkaitan dengan jumlah timses paslon yang boleh turut menghadiri debat di lokasi. Dalam setiap sesi debat, KPU hanya memperbolehkan 50 orang dari timses masing-masing paslon.

“Yang berikutnya, topik kelima yang jadi bahan pembicaraan adalah masing-masing tim pasangan calon akan dibe­rikan kesempatan untuk tim yang hadir itu maksimal adalah 50 orang,” kata Hasyim.

Kemudian, Hasyim juga membeberkan terkait tema debat yang sudah disampaikan kepada para paslon. Dia me­nyebut debat pertama untuk capres akan mengusung tema pemerintahan, hukum, HAM, pemberantasan korupsi hingga penguatan demokrasi.

“Untuk topik debat atau tema debat. Debat pertama yang akan menjadi porsinya capres untuk berdebat itu temanya meliputi pemerintahan, hukum, HAM, pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, peningkatan layanan publik dan kerukunan warga,” kata Hasyim.

Baca Juga  Mendaftar di Tiga Partai untuk Pilkada 2024, Bupati Incumbent Safaruddin Berharap Didampingi Tokoh Muda

Hasyim mengatakan debat kedua merupakan debat untuk cawapres dengan tema eko­nomi hingga APBN dan APBD. “Debat kedua yang menjadi porsinya cawapres untuk berdebat temanya adalah eko­nomi, baik itu ekonomi kerakyatan, ekonomi digital, ke­uangan, investasi pajak, perdagangan, pengelolaan APBN, APBD, infrastruktur dan perkotaan,” imbuhnya.

Selanjutnya, debat ketiga merupakan debat untuk capres dengan tema terkait pertahanan, keamanan hingga geopolitik. Lalu, debat keempat merupakan debat untuk cawa­pres dengan tema sumber daya alam hingga lingkungan hidup. Dan terakhir, kata Ha­syim, merupakan debat untuk capres dengan tema kesejahteraan sosial, kebudayaan hingga teknologi informasi.

“Debat keempat yang akan menjadi porsinya cawapres temanya adalah pembangu­nan berkelanjutan, kemudian sumber daya alam, lingkungan hidup, energi, pangan, agraria, masyarakat adat dan de­sa,” kata Hasyim.

“Kemudian, topik terakhir, tema debat terakhir menjadi porsinya debat capres meliputi kesejahteraan sosial, kebudayaan, pendidikan, teknologi informasi, kesehatan, ketenagakerjaan, sumber daya manusia da juga inklusi,” lanjutnya.

Sementara itu, Hasyim memastikan tidak ada usulan debat menggunakan bahasa Inggris saat rapat berlangsung. Namun, Hasyim mempersilakan jika saat debat pasangan capres-cawapres menggunakan Bahasa Inggris.

“Nggak ada yang mengusulkan itu (debat pakai bahasa Inggris). Kalau mau jawab pakai Bahasa Inggris juga boleh. Tapi, kan rakyat kita bahasanya Bahasa Indonesia,” sambung dia. (*/rom)