TANAHDATAR, METRO–Yasirli Amri (20) mahasiswi PNP yang jadi korban erupsi gunung Marapi, dimakamkan di kampung halaman, Jorong Turawan, Nagari III Koto, Kecamatan Rambatan, Tanahdatar, Rabu (6/12) siang. Isak tangis keluarga besar serta masyarakat hantarkan Yasirli Amri ketempat peristirahatan terakhir.
Wali Nagari III Koto Willy Adha sampaikan permohonan maaf keluarga pada seluruh pelayat, masyarakat dan handai taulan. “Mewakili pemerintah nagari dan pihak keluarga besar Yasirli Amri, kami mohon maaf pada seluruh pelayat atas salah dan khilaf almarhumah semasa hidup,” katanya.
Disampaikan, korban biasa dipanggil Serli merupakan anak piatu dan merupakan anak semata wayang dari Welman sedangkan ibunya sudah almarhumah.
Sebelumnya, duka mendalam juga disampaikan Bupati Eka Putra bersama rombongan saat melayat ke rumah duka
Setelah mendapatkan informasi atas meninggalnya Yasirli Amri yang akrab dipanggil Serli, Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE,MM bersama Dandim 0307 Tanah Datar Letkol. CZI. Sutrisno, Kapolres AKBP. Derry Indra dan rombongan lainnya, Rabu dinihari (6/12/2023) langsung bertolak menuju rumah duka almarhumah di Jorong Turawan, Nagari III Koto, Kecamatan Rambatan.
Kita ketahui bersama, Serli adalah salah seorang pendaki gunung Marapi dan menjadi korban erupsi yang terjadi pada Minggu tanggal 3 Desember kemarin. Almarhumah diketahui melakukan pendakian ke gunung Marapi bersama teman-temannya satu kampus dari Politeknik Negeri Padang (PNP) pada hari Jumat sebelum terjadinya erupsi dan berencana akan kembali turun pada Minggu malamnya.
Malang sekejap mata, sebelum almarhumah Serli bersama teman-temannya yang lain sempat turun, pada Minggu sore sekitat pukul 14.55 WIB gunung Marapi mengalami erupsi yang mengakibatkan beberapa orang pendaki termasuk Serli menjadi korban kedahsyatan letusan erupsi gunung tersebut.
Informasi inipun cepat menyebar, dan tim SAR gabungan langsung diturunkan untuk melakukan pencarian dan evakuasi kepada para korban. Namun, karena aktivitas gunung Marapi tidak kunjung menurun mengakibatkan pencarian dan evakuasi sedikit mengalami kendala dan baru pada hari Selasa kemarin jasad Serli bisa dievakuasi dan dibawa pulang.
Saat berada di rumah duka dini hari tadi, Bupati Eka Putra kepada pihak keluarga menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian Serli untuk selama-lamanya.
“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Tanah Datar turut berduka cita yang sangat mendalam atas kepergian Serli menghadap yang maha kuasa. Semoga almarhumah diberikan tempat yang terbaik disisiNya, Aamin,” sampai Bupati kepada orang tua Serli dan keluarga yang lainnya.
Kepada Welman (orang tua) dan pihak keluarga almarhumah Serli yang lainnya, Bupati Eka Putra juga berharap bisa menerima ketentuan ini dengan ikhlas dan tabah dan penuh kesabaran. “Mari kita ikhlaskan kepergian almarhumah Serli, kita doakan semoga Allah SWT mengampuni segala dosa-dosanya dan melipatgandakan amal kebaikannya serta kelak ditempatkan di Surga Nya, aamin,” ujarnya.
Dikesempatan itu, kepada pihak keluarga Bupati juga menyampaikan permohonan maaf karena walaupun sudah berusaha maksimal namun baru kemarin jasad Serli bisa di evakuasi dan dibawa kembali pulang ke rumah.
“Kami mohon maaf, walaupun segala usaha dan upaya telah dilakukan oleh tim, namun karena kondisi dan situasi baru kemarin jasad Serli bisa di evakuasi. Saya terus memantau perkembangan dilapangan, malah pak Dandim ikut naik melakukan pencarian dan evakuasi. Sampai malam inipun Saya monitor terus. Tadi Saya bersama Forkopimda juga sedang melakukan tinjauan di lapangan, dari situ kami langsung kesini,” tukasnya. (ant)






