METRO PADANG

Lalui Medan Berat, TRC Semen Padang Evakuasi Korban Erupsi Gunung Marapi

0
×

Lalui Medan Berat, TRC Semen Padang Evakuasi Korban Erupsi Gunung Marapi

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI— Evakuasi korban erupsi Gunung Marapi oleh TRC Semen Padang.

INDARUNG, METRO–Tim Reaksi Cepat (TRC) yang dikirim PT Semen Padang turut serta melakukan evakuasi terhadap jenazah ke-13 korban erupsi Gunung Marapi, yang terjadi pada Minggu (3/12).

“TRC SP bersama tim SAR gabungan meng­eva­kuasi korban ke-13 yang ditemukan meninggal du­nia itu dievakuasi dari Tugu Abel. Upaya evakuasi dila­kukan Senin (4/12), sekitar pukul 13.00 WIB,” ungkap Kepala Unit Humas & Ke­sekretariatan PT Semen Pa­dang Nur Anita Rah­mawati.

Anita menyampaikan apresiasi kepada TRC Semen Padang yang telah bekerja keras di lapangan bersama-sama tim lainnya, dalam misi kemanusiaan membantu korban erupsi Marapi.

“Jaga kesehatan, tetap semangat, dan perhatikan keselamatan. Terus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam bertugas di la­pangan,” kata Anita me­ng­ingatkan.

Secara terpisah, Koordinator TRC PT Semen Pa­dang, Safarudin menambahkan, korban erupsi Gunung Marapi ke-13 ditemukan sekitar 4 meter dari Tugu Abel.

“TRC bersama tim SAR gabungan saat melakukan evakuasi menghadapi me­dan jalan yang sangat berat dari puncak cadas. Ditambah lagi, jarak pandang akibat kabut sekitar 8 me­ter,” ujarnya.

Seperti diketahui, sehari pasca-erupsi Gunung Marapi, PT Semen Padang langsung mengirim relawan TRC untuk membantu tim SAR gabungan mela­ku­kan pencarian dan eva­kua­si terhadap korban erup­si Gunung Marapi.

Relawan dari perusahaan semen pertama di Asia Tenggara itu dibekali perlengkapan oksigen, first Aid kit, peralatan montenering, parang, tenda dome, asket stretcher dan perlengkapan APD, serta radio komunikasi.

Gunung Marapi mengalami erupsi pada Minggu (3/12) pukul 14.54 WIB. Gunung Merapi melontarkan abu vulkanik setinggi 3.000 meter dari atas puncak.

Akibat erupsi tersebut, sebanyak 75 pendaki terjebak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 57 orang sudah berhasil dievakuasi tim gabungan.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam keterangan tertulisnya menyebut, erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi sementara lebih ku­rang 4 menit 41 detik.

Rekomendasi dari PVMBG, masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pengunjung/wisatawan ti­dak diperbolehkan mendaki Gunung api Marapi pada radius 3 kilometer dari kawah atau puncak.

Pasca-erupsi, sejumlah daerah yang berada tak jauh dari Gunung Marapi terdampak hujan abu hingga kerikil. Bahkan, hujan abu vulkanik terpantau sampai ke sejumlah daerah di Pasaman Barat. (ren/rel)