METRO SUMBAR

DP3AP2KB Sumbar Gelar Bimtek, Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

0
×

DP3AP2KB Sumbar Gelar Bimtek, Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO–Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Suma­tera Barat (Sumbar) kem­bali berikan bimbingan teknis (Bimtek) pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) berbasis masya­rakat.

Bimtek digelar di Kabupaten Sijunjung dan Kota Sawahlunto selama dua hari, 30 November hingga 1 Desember 2023. “Ada banyak sosialisasi kita berikan tahun ini guna menekan kekerasan terhadap perempuan termasuk TPPO,”sebut Kepala DP3A­P2KB Sumbar, Gemala Ran­ti, Senin (4/12).

Dikatakannya, semakin banyak dilakukan bimtek diharapkan dapat menjangkau semakin banyak perempuan di Sumbar. Apalagi dengan jumlah perempuan lebih dari 2 juta orang dibanding yang sudah men­dapatkan bimtek ma­sih sangat jauh.

“Kalau kita bandingkan jumlah mendapatkan bim­tek dengan jumlah perempuan, masih sangat sedikit. Untuk itu kita harapkan mereka yang sudah men­dapatkan bimtek menjadi agen perbubahan bagi perempuan lainnya,” sebutnya.

Diketahui, data Dirjen Dukcapil Kementrian Da­lam Negeri (Kemendagri) mencatat dari total 5. 640.­629 jiwa penduduk Sumbar, 2.801.725 jiwa perempuan (hampir 50%) dan sekitar 1.790.177 jiwa anak  (32,08%).

Baca Juga  PE Tahun Pertama tak Capai 7 Persen, Epyardi Asda Siap Mundur jadi Gubernur

Data Simfoni PPA Januari  sampai  Desember 2022 tercatat 795 kasus ke­ke­rasan. Terdiri dari 228 kekerasan terhadap perempuan dan 567 kekerasan terhadap anak dengan jum­lah korban 848 orang ( 231 perempuan dan 617 anak).

Dari 228 kasus keke­rasan perempuan  terda­pat 125 korban  kekerasan fisik (KDRT), 59 korban  kekerasan psikis. Kemudian, 35 korban kekerasan seksual, 1 korban eksploitasi dan 2 orang korban perdaga­ngan orang (Trafficing), 27 korban penelantaran dan 22 korban kasus lainnya.

Untuk menekan kasus kekerasan pada perempuan dan anak dibutuhkan kebijakan yang komperhensif. Perlu adanya u­paya-upaya pencegahan dan kampanye anti kekerasan oleh semua pihak dan elemen. Kebijakan pemerintah daerah dalam penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak juga tidak kalah pen­ting.

“Bimtek ini adalah bagian dari upaya pencegahan. Semoga kita semua bisa menyadari kekerasan terhadap perempuan adalah fenomena gunung es. Untuk kita harus siap untuk terbuka,”ulasnya.

Baca Juga  MK Kukuhkan Nagari Pasie Laweh sebagai Nagari Konstitusi

Ketua Panita Pelaksana, Rosmadeli, SKM. M. Biomed mengatakan tujuan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) tokoh masyarakat. Kemudian, Bundo Kanduang, lembaga masyarakat dalam upaya memberikan layanan perlindungan perempuan korban ke­kerasan termasuk  TPPO.

Peningkatan jejaring dan koordinasi antar pemerintah provinsi, peme­rintah kabupaten/kota, pemerintahan nagari, lembaga masyarakat dan mitra pembangunan dalam pe­nyelenggaraan upaya perlindungan perempuan dari tindak kekerasan.

Selain itu juga untuk peningkatan koordinasi terkait pelaksanaan penyediaan layanan rujukan akhir yang komprehensif bagi perempuan korban kekerasan. Advokasi  para pemangku kepentingan di Nagari untuk segera me­wujudkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak.

Bimtek itu diikuti seba­nyak 60 orang dari Kabupaten Sijunjung 30 orang. Dari Kota Sawahlunto sebanyak 30 orang. Terdiri dari tokoh masyarakat, bundo kanduang dan lembaga masyarakat.(fan)