PADANG, METRO–Sebanyak 11 orang pendaki ditemukan dalam kondisi meninggal dunia akibat terjebal saat erupsi Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Tanahdatar, Senin (4/12). Sementara, tiga pendaki lainnya ditemukan selamat dan langsung dievakuasi ke rumah sakit.
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik mengatakan, jumlah survivor atau korban akibat erupsi Gunung Marapi mencapai 75 orang, sebagaimana yang tercatat di posko. Rincinya, 49 orang sudah dievakuasi dengan selamat dan sebagian sudah dipulangkan ke kediaman masing-masing.
“Pencarian hingga pukul 07.10 WIB, tim gabungan sudah berhasil menemukan tiga orang selamat dan 11 meninggal dunia. Total temuan pada hari ini, sebanyak 14 orang sehingga yang masih perlu dicari 12 orang pendaki lagi,” kata Abdul Malik, Senin (4/12).
Dijelaskan Abdul Malik, 11 orang yang meninggal dunia tersebut belum terdata karena korban banyak yang tidak dikenali. Sehingga, korban itu dilarikan ke rumah sakit terlebih dahulu untuk diidentifikasi dengan melibatkan tim DVI dari Polri.
“Sampai saat ini, tiga korban dari 11 korban yang meninggal telah berhasil dievakuasi ke posko lapangan. Ketiga korban meninggal dunia tersebut setelahnya akan dibawa ke RSUD Dr Achmad Muchtar Bukittinggi untuk dilakukan penanganan lanjutan,” jelas Abdul Malik.
Abdukl Malik menuturkan,Tim SAR gabungan masih fokus untuk melakukan evakuasi terhadap delapan pendaki lainnya untuk segera dibawa ke bawah. Selain itu, satu dari tiga pendaki yang ditemukan selamat juga sudah dievakuasi dan sudah berada di rumah sakit. Sedangkan dua lainnya masih dalam proses evakuasi menuju ke posko.
“Untuk proses penca rian terhadap 12 pendaki lain yang belum ditemukan, untuk sementara waktu dihentikan. Tim SAR gabungan mengalami sejumlah kendala dalam melakukan pencarian maupun evakuasi, salah satunya erupsi Gunung Marapi yang masi terus terjadi,” jelas Abdul Malik.
Selain itu, kata Abdul, cuaca di lokasi yahg dilanda hujan pada malam hari membuat tim gabungan kesulitan. Akses jalur evakuasi menjadi licin. Menurutnya, Operasi SAR gabungan insiden erupsi Gunung Marapi ini akan berlangsung selama tujuh hari ke depan, dan telah memasuki hari kedua.
“Kami meminta doa agar proses evakuasi dapat secepatnya diselasaikan. Terhadap jenazah de lapan orang pendaki masih dalam proses evakuasi. Masih dalam packing. 12 dalam pencarian. Kita doa bersama,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala Markas PMI Bukittinggi, Ahmad Jais menerangkan tiga korban yang dinyatakan me ninggal akibat letusan Gunung Merapi itu tiba di RSAM, sudah terbungkus dalam kantong mayat dan langsung dibawa menuju ruangan Instalasi Forensik dan Medikolegal.
“Jenazah orban pertama sampai dirumah RSAM sekitar pukul 17.39 WIB. Tak berselang lama korban kedua datang sekitar pukul 18.00 WIB disusul korban ketiga datang sekitar pukul 18.13 WIB. Tidak ada satupun yang diperkenankan masuk ke dalam ruangan tersebut, hanya tim medis dan tim terkait lainnya,” ujar Ahmad Jais.
Bahkan, kata Ahmad Jaiz, sejumlah keluarga korban hanya boleh masuk satu persatu untuk memastikan apakah korban itu adalah anggota keluarganya. Menurutnya, jenazah korban telah dimasukkan ke dalam kantong jenazah semenjak dari lokasi penemuan.
“Kami hanya mengevakuasi korban ini dari pos lapangan. Kami tidak tau identitasnya, maupun jenis kelaminnya,” ujar Ahmad Jais.
Berdasarkan data SAR Kota Padang 49 pendaki yang berhasil dievakuasi dan sudah turun ke bawah, yakni Iqbal, Jeni, Toni Alifian, Al Fajri, Selastri Anggini, Nur Rizki, Muhammad Suyudi, Shadam Romeigo, Adipatiawarman, Muhammad Alif, Lingga Duta Andrefa, Muhammad Faith Ewaldo, Elika Maharani, Dewi Anggraini dan Naomi Johana Simanjuntak.
Selanjutnya Sri Wahyuni, Banget Hasiholan Mare-Mare, Nolianus Hogejau, Lolita Veronica, Nabila Habibba Rabbi, Diyah Surya Purnama Sari, Noor Annisa Alsyarrina Putri Lubis, Didik Salahudin, Happy Nurafni, Irwan, Syaiful Anwar, Lili, Ahmad Albar, Edho Rustamsyah, Deswita, Kasih, Brima Danu, Ikhwanudin, Firnando Situmorang dan Widya Azhamul Fadilah Zain.
Kemudian, Rexy Wendesta, Irvanda Mulya, Bima Pratama Nasra, Tita Cahyani, Zulfadil Alzukri, Michael Ahmad Zofthi, Hendra, Rofid Alhakim, Rahmat Agus, Chandra Sahiloho, Lidia Fatmasari, Zhafirah Zahrim Febrina, Aditya Sukirno Putra, dan Muhammad Fadli.
Tak Memungkin












