MATA AIR, METRO–Melalui dana pokok pikiran (pokir) Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Amril Amin, Dinas Pariwisata Kota Padang menggelar Festival Gamad 25-26 November 2023 di Cempaka Mata Air, Padang Selatan.
Festival dengan hadian jutaan rupiah, tropi, dan doorprize ini diikuti oleh puluhan peserta se-Kota Padang dengan list pilihan lagu Bintang Malam, dan Sitikam untuk pria serta Siligi dan Siti Padang untuk wanita. Selain itu juga ada lagu Anak Kala, Tanjung Katung, dan Rosmani untuk kategori joget pilihan pria dan wanita.
Selaku penggagas dan menggunakan dana pokir, Amril Amin mengatakan, Gamad merupakan salah satu musik tradisional Minangkabau yang berkembang di Pantai Barat Sumatera khususnya di Kota Padang.
“Namun peminatnya saat ini telah semakin berkurang, saat ini peminatnya hanya dimainkan oleh orang-orang yang berumur 50 tahun ke atas,”ujar Amril Amin.
Amril Amin berharap, melalui Festival Gamad ini dapat membangkitkan kembali kesenian Gamad terutama bagi generasi muda “Mudah-mudahan dengan kegiatan festival musik gamad bisa disenangin oleh generasi muda, sehingga budaya atau kesenian tetap bertahan pada perkembangan zaman,” harap Amril Amin.
Pada acara final Festival Gamad, Amril Amin, ini adalah kegiatan yang digagas bersama dengan Dinas Pariwisata Kota Padang, bagaimana bisa mengembalikan budaya atau kesenian Minang yang sudah lama terlupakan dan Alhamdulillah pada hari kita melihat pemusik -pemusiknya adalah generasi – generasi muda.
“Kami berharap kepada seluruh masyarakat untuk dapat nanti para anak- anaknya untuk dapat mencintai musik tradisonal. Ini bisa juga dimasukan kepada kurikulum sekolah pada pencanangkan pelajaran Keminangkabauan lestarikan budaya, agar generasi muda bisa memahami musik tradisional tersebut, ini menjadi sebuah motivasi bagi kita.
Bagaimana kita tidak lupa sejarah, untuk itu kami ucapkan terima kasih atas terlaksananya acara festival gamad dan selamat kepada juara festival gamad.
“Kami berharap acara ini bisa berlanjut dan bisa menjadi yang terbaik untuk musik gamad dan bisa di cintai oleh anak anak kita, karena musik gamad yang penuh dengan perdaban, penuh dengan kata kata kiasan. Makanya anak anak kita harus paham dengan gamad, kita bisa menyatukan dengan norma norma etika, norma adat, bahwa gamad adalah sebuah musik tidak ada dua cuma ada di Indonesia,” paparAmril Amin.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yudi Indra Syani, melalui Festival Gamad ini diharapkan kepada generasi muda untuk turut serta dalam memeriahkan Festival Gamad sehingga kesenian tradisional ini kembali dikenal oleh masyarakat.
“Gamad ini harus bisa dilakukan oleh masyarakat seperti di tampilkan ada acara resepsi pernikahan dan acara acara lainnya, sehingga musik gamad tetap bisa dilestarikan,” sebut Yudi Indra Syani. (ped)






