HAMKA, METRO – Ratusan masyarakat yang tergabung dalam pejuang anti hoaks dan ujaran kebencian Sumbar, mengikuti seminar anti hoaks yang digelar Forum Lintas Ormas Pendukung (Forlop) Cyber Jokowi di Basko Hotel, Minggu (10/2). Seminar ini sekaligus menjadi moment pembersihan terhadap sejumlah berita hoaks yang dinilai menghancurkan pemerintahan.
Acara ini dihadiri oleh anggota dewan Pertimbangan Presiden, Sidarto Danusubroto, Ketua Harmoni Indonesia, Firdaus Ali, sejumah tokoh Sumbar, seperti Masoed Abidin, Ketua Kadin, Ramal Saleh serta sejumlah bupati dan wali kota.
Sidarto Danusubroto mengatakan, semua berita hoaks yang sengaja digoreng oleh sejumlah pihak tertentu untuk menghancurkan pemerintahan. Teknik hoaks ini menurutnya, berbohong sebanyak-banyaknya. Itu semua harus dilawan, karena hoaks menghancurkan dan memecah belah bangsa.
“Mau jadi apa bangsa ini jika dibangun dengan kebohongan,” sebut Sidarto lagi.
Saat ini menurutnya, ujaran kebencian bisa dilaporkan ke aparat hukum, karena melanggar UU IT dan KUHP. Ia berharap agar semua masyarakat Sumbar melawan hoaks.
“Mari bangun pemilu bermartabat serta pemerintahan yang bersih. Jadi semua berita hoaks harus ditangkal,” sebutnya.
Ketua Harmoni Indonesia, Firdaus Ali mengatakan, orang Minang tidak perlu percaya dengan semua berita hoaks tentang presiden Jokowi, karena itu adalah fitnah. Ia berharap pada pemilu nanti, semua orang Minang percaya pada pemerintahan yang benar.
“Saya orang Minang, saya mengajak semua orang Minang agar tidak kehilangan Minangnya karena mudah terhasut dengan berita bohong dan ujaran kebencian,” bebernya.
Ketua panitia seminar, Dikky Sambara mengatakan jumlah peserta seminar mencapai 450 orang. Mereka datang dari berbagai daerah di Sumbar. Nantinya, sebut Dikky semua peserta seminar yang tergabung dalam pejuang anti hoaks akan turun dan bergerak ke semua kabupaten kota se-Sumbar untuk memberikan penjelasan pada masyarakat tentang sejumlah berita hoaks yang merusak dan memecah belah persatuan dan kesatuan. (tin)





