PDG.PARIAMAN, METRO–Wakil Bupati Padangpariaman Rahmang menyatakan generasi emas 2045 merupakan sebuah wacana dan gagasan dalam rangka mempersiapkan para generasi muda Indonesia yang berkualitas, berkompeten, dan berdaya saing tinggi. “Persiapan generasi emas itu harus dari sekarang, karena bayi yang lahir hari ini, menjadi pelaku pada sepuluh atau dua puluh tahun yang akan datang,” kata Wakil Bupati Padangpariaman Rahmang, kemarin.
Katanya, petugas stunting adalah penyelamat generasi bangsa untuk menuju Indonesia Emas tahun 2045. Dalam hal ini, sangat dituntut keikhlasan dan kerja keras dari seluruh petugas dan pihak yang terkait dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.
Rahmang sampaikan persoalan tersebut saat membuka Diseminasi Audit Kasus Stunting tahap 2 tingkat Kabupaten Padangpariaman yang diprakarsai Dinas PPKB. Agar pencapaian percepatan penurunan stunting di Padangpariaman berhasil, Rahmang berharap campur tangan atau kepedulian Camat sebagai kepala wilayah, maupun Kepala Puskesmas di wilayah setempat.
“Jangan alergi dengan ketidak beruntungan mereka, percepatan penurunan stunting itu harus menjadi tanggung jawab bersama. Apalagi Bapak/ibu Camat, harus menyempatkan diri dan bersedia untuk berkeliling membantu petugas. Agar Camat juga tahu persoalan masyarakatnya,” tegas Rahmang yang juga Ketua TPPS Padangpariaman itu.
Pada kesempatan itu, Wabup Rahmang juga menyarankan pada seluruh peserta mengikuti diskusi dengan baik. Sehingga akhir diskusi nantinya, akan melahirkan ide dan keputusan yang bisa menunjang keberhasilan petugas di lapangan dalam upaya penurunan stunting ini. “Terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir, kita berharap akan ada strategi dan formula yang dilahirkan untuk Padangpariaman bebas stunting tahun 2024 mendatang,” tutupnya.
Sementara Kepala DPPKB Padangpariaman Elfi Delita menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh hasil kajian dan rencana tindak lanjut kepada lintas sektor terkait. Disamping itu, katanya, sebagai langkah evaluasi dari rencana tindak lanjut tersebut. “Pada hari ini kita mengangkat kasus berbasis wilayah dengan 5 orang sampel dari dua wilayah. Tujuannya untuk mencari faktor determinan penyebab terjadinya stunting,” ungkapnya melaporkan.
Kemudian kegiatan diseminasi dilanjutkan dengan diskusi yang dipandu oleh moderator Windra Perdana dari Satgas stunting Padangpariaman. Hadir sebagai pemantik diskusi dr. Hanif, Sp.OG dan dr. Ranti Adriani, SpA dari RSUD Padangpariaman. Kemudian Psikolog Risanita Fardian Farid dan Nurtini dari Persagi Padang Pariaman, serta perwakilan BKKBN dan Bappeda Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan juga dihadiri Kepala OPD, Camat, dan pejabat, serta Kepala Puskesmas se Kabupaten Padangpariaman. Hadir juga Wakil Ketua Baznas Zulfahmi, penyuluh KB dan petugas gizi, serta wali nagari terkait. (efa)






