BERITA UTAMA

Sedang Tidur di dalam Warung, Tragis! Ibu dan Anak Tertimpa Longsoran Batu, Satu Tewas dan Satu Patah Tangan

1
×

Sedang Tidur di dalam Warung, Tragis! Ibu dan Anak Tertimpa Longsoran Batu, Satu Tewas dan Satu Patah Tangan

Sebarkan artikel ini
TERTIMPA BATU— Polisi mendatangi lokasi warung yang tertimpa longsoran batu hingga menewaskan satu orang dan satu lagi luka parah.

AGAM,METRO–Dua perempuan yang merupa­kan ibu dan anak tertimpa longso­ran batu tebing saat tertidur pulas di dalam warungnya di Jorong Lubukgadang, Nagari Ampek Koto, Kecamatan Palembayan, Kab­u­paten Agam. Akibatnya tragedi nahas itu, sang anak meninggal duni, sedangkan ibunya luka berat.

Sebelum meninggal, korban bernama yang di­ketahui bernama Titin Su­marni (47) sempat dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi luka yang sangat parah. Sayangnya, nyawa korban tak dapat tertolong hingga menghembuskan nafas terakhirnya.

Sedangkan ibunya  ber­nama Siti Aisah (69) me­ngalami patah tulang pada kedua tangannya masih menjalani perawatan in­tensif di rumah sakit. Sementara, pascakejadian, Polisi mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan melarang warga berjualan di sana lantaran khawatir ada long­soran batu susulan.

Kapolsek Palembayan, Iptu Alfian Marunduri membenarkan adanya ke­jadian itu. Menurutnya, kedua korban tertimpa longsoran batu di dalam warungnya pada Minggu (26/11) sekitar pukul 03.15 WIB. Diduga, jatuhnya batu itu dari tebing karena struk­tur tanah labil dan banyak bebatuan, ditam­bah kondisi cuaca sedang hujan di waktu kejadian.

Baca Juga  Bangunan Kosong Bekas Wisma Terbakar di Jalan Mandala, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan

“Material batu long­soran menimpa warung. Kedua korban ketika keja­dian sedang tertidur di dalam warung hingga ter­timpa batu. Satu korban meninggal dan satu luka berat dengan tangan ka­nan dan kiri patah,” kata Iptu Alfian Marunduri, Senin (27/11).

Dijelaskan Iptu Alfian Marunduri, kejadian bera­wal saat sebongkah batu di atas bukit dengan diameter 50 sentimeter jatuh dari ketinggian sekitar 20 meter. Batu tersebut jatuh me­nimpa warung milik korban yang berada di bawahnya atau di kaki bukit.

“Usai kejadian kedua korban sempat dirujuk ke rumah sakit di Bukittinggi. Namun, korban Titin Su­marni tidak tertolong kare­na mengalami luka cukup serius. Korban yang me­rupakan janda dengan dua orang anak ini pun di­nyatakan meninggal di rumah sakit,” jelas Iptu Alfian Marunduri.

Baca Juga  Pria asal Jambi Jual Sabu di Dharmasraya

Terkait kejadian ini, Iptu Alfian Marunduri menu­turkan, pihaknya mengim­bau pemilik warung lain­nya di kaki bukit sekitar bencana longsor, untuk tidak melakukan aktivitas berjualan di sekitar lokasi. Tidak tertutup kemung­kinan longsoran batu terse­but akan terjadi kembali.

“Terlebih, saat ini masih banyak kemungkinan be­batuan dengan diameter 10 sentimeter hingga 50 sen­timeter yang berpotensi jatuh, karena batu-batu itu saat ini masih tersangkut dengan ranting-ranting ka­yu dengan ketinggian 20 meter.  Tak hanya korban jiwa dan luka, kerugian material ditaksir mencapai Rp 5 juta karena warung terse­but rusak parah,” pungkas Alfian Marunduri. (pry)