POLITIKA

Anies: Kita Ingin Indonesia Menjadi Negara Hukum, Bukan Negara Kekuasaan

1
×

Anies: Kita Ingin Indonesia Menjadi Negara Hukum, Bukan Negara Kekuasaan

Sebarkan artikel ini
saat deklarasi— Calon presiden nomor urut satu Anies Baswedan saat deklarasi relawan Garda Matahari di Jakarta, Jumat (17/11/2023).

JAKARTA, METRO–Capres nomor urut 1, Anies Baswedan menyata­kan koalisinya mengingin­kan agar negara ini diatur dengan mengedepankan etika yang sudah disusun oleh para pendiri bangsa. Ia tak mau negara diatur oleh penguasa, tetapi de­ngan hukum yang ada.

Ia bahkan mengingat­kan bahwa jika mau, sejak dahulu para pendiri bangsa dapat membuat negara ini menjadi tempat yang me­ngun­tungka bagi diri sen­diri dan keluarganya.

“Tapi mereka tidak me­milih jalan itu. Mereka mem­bangun sebuah re­publik yang tidak memen­tingkan golongan ningrat, tidak mementingkan go­longan yang pada waktu itu punya privilage,” katanya saat memberi sambutan dalam deklarasi relawan Sahabat ABI di Basket Hall, Sena­yan, Minggu (26/11).

Baca Juga  Soal Jokowi Jadi Ketua Koalisi Besar Prabowo, Gibran: Itu Enggak Ada

“Justru mereka mem­bangun sebuah negeri yang memungkinkan siapa saja bisa jadi apa saja asal kerja keras, asal jujur, asal berintegritas. Mari kita kembalikan spirit republik ini pada spirit para pendiri republik,” sambung Anies

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan bahwa pihaknya meng­ingin­kan Indonesia men­jadi negara hukum, bukan negara kekuasaan. Dengan begitu, tak ada kese­we­nang-wenangan dari pe­ngua­sa karena ia pun dia­tur hukum.

“Kalau ini menjadi ne­gara kekuasaan, maka pe­ngua­sa yang mengatur hu­kum, menggonta-ganti hu­kum demi kepentingan pe­nguasa,” ucapnya.

Baca Juga  Tokoh Muhammadiyah Tolak Jadi Wamen

Oleh karena itu, Anies menegaskan, perjuangan untuk menghadirkan peru­bahan mesti dilaksanakan secara bersama-sama.

“Perubahan yang diga­gas bukan tentang 1 orang, bukan tentang partai, bu­kan tentang 1 koalisi. Ini ada­lah tentang 1 generasi dan generasi masa depan. Bila kita tidak meman­faat­kan momentum untuk me­lakukan perubahan, maka apa yang hari ini menjadi status quo akan berkelan­jutan,” tandasnya. (jpc))