METRO PADANG

BPBD Gelar Simulasi Bencana Alam, Melatih Masyarakat Menyelamatkan Diri Secara Mandiri

0
×

BPBD Gelar Simulasi Bencana Alam, Melatih Masyarakat Menyelamatkan Diri Secara Mandiri

Sebarkan artikel ini
SIMULASI BENCANA— Wako Padang Hendri Septa bersama Plt Kalaksa BPBD Kota Padang Andree Algamar, saat menghadiri simulasi bencana alam di kantor BPBD, di Aiepacah, Kecamatan Kototangah, Kamis (23/11).

AIE PACAH,  METRO–Pemerintah Kota Padang mengadakan simulasi bencana alam di kantor Badan Penang­gulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Kelu­rahan Aie Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Kamis (23/11). Simulasi ini memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak pa­nik saat menghadapi ben­cana.

Wako Hendri Septa me­nga­takan, mitigasi kebencanaan sangat perlu dilakukan, karena jika berkaca pada gempa 30 September 2009 lalu, kepanikan yang dialami oleh ma­sya­rakat Kota Padang sangat besar. Ketika terjadi guncangan hebat, masyarakat langsung panik.

Akibatnya, masyarakat menjadi tidak tahu arah, kemana harus berlindung jika terjadi peristiwa bencana alam yang dahsyat. Melalui simulasi ini diha­rapkan masyarakat mampu menyelamatkan diri secara mandiri dan memilah informasi yang tidak benar.

“Gempa bumi tahun 2009 lalu, masyarakat semuanya panik, oleh karena tidak ada informasi. Sehingga masyarakat yang sudah berada di lokasi aman tsunami ada yang lari ke daerah Solok,” kata Hendri Septa, saat membuka kegiatan simulasi bencana alam, Kamis (23/11).

Baca Juga  SDIT Permataku Adakan Seminar Parenting

Mitigasi ini, sebutnya, adalah simulasi seakan-akan terjadi gempa bumi yang besar sekitar 9,1 Skala Ritcher, dan berpotensi terjadinya tsunami. Sehingga menitik beratkan kepada camat beserta lurah yang berada di zona merah untuk mengevakuasi masyarakat ke tempat yang lebih aman.

Meski mitigasi bencana ini dilakukan satu kali setahun, dia berharap di ta­hun-tahun berikutnya dilaksanakan lebih sering lagi. Dimana akan diadakan dua kali dalam setahun.

“Dengan mitigasi ini, jika ada informasi dari BMKG pusat yang mengatakan adanya potensi tsunami, maka gerakan seperti ini yang akan kita lakukan, yaitu masyarakat ha­rus menjauh dari zona me­rah,” sebutnya.

“Kita tidak bosan-bo­san­nya menghimbau kepada masyarakat untuk mela­kukan mitigasi bencana, sehingga apabila terjadi bencana masyarakat kita tidak kehilangan arah. Dan jika sudah berada di zona aman, jangan turun atau lari lagi,” imbuh Hendri Septa.

Baca Juga  Panik Kunci Mobil Tertinggal, Warga  Langsung Hubungi Damkar, Evakuasi 15 Menit Tanpa Lecet

Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Andree Algamar mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk melatih kesiapsiagaan pa­ra pegawai tentang bagai­mana mengambil sikap dan tindakan ketika menghadapi bencana gempa bumi.

“Kami berharap, dengan adanya simulasi ini, para pegawai dapat me­nge­tahui apa yang harus dilakukan ketika terjadi gempa bumi,” kata Andree.

Menurut Andree, Kota Pa­dang adalah daerah yang memiliki berbagai potensi bencana. Salah satunya gempa bumi dan tsunami. Bencana ini dapat mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan hal lainnya. “Untuk mengantisipasi hal itu kita akan lakukan simulasi bagian dari latihan dalam mengantisipasi terjadinya bencana,” ungkap Andree.

Dalam simulasi tersebut, tim gabungan dari BPBD Kota Padang mensimulasikan berbagai skenario, mulai dari evakuasi, penanganan kebakaran, perawatan pertama, hingga kaji cepat. (brm)