OLAHRAGA

Gagal Raih Kemenangan di Laga Tandang, STY Harap Timnas Indonesia Manfaatkan Laga Kandang

0
×

Gagal Raih Kemenangan di Laga Tandang, STY Harap Timnas Indonesia Manfaatkan Laga Kandang

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, METRO–Timnas Indonesia ga­gal meraih kemenangan dalam dua laga tandang di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pelatih Shin Tae-yong (STY) mau skuad Garuda manfaatkan laga kandang.

Indonesia bertandang ke markas Filipina dalam matchday kedua Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026, Selasa (21/11) malam WIB. Laga ini tuntas 1-1 setelah gol Filipina di babak pertama lewat Patrick Rachelt dibalas Indonesia lewat Saddil Ramdani pada pa­ruh kedua.

Skuad Garuda terpuruk di dasar klasemen dengan satu poin. Indonesia sebelumnya disikat 1-5 saat ber­tandang ke markas Irak.

Masih ada empat per­tandingan lagi yang dimiliki Indonesia. Tiga di antaranya bermain di kandang. Shin Tae-yong berharap tim Merah-Putih bisa memanfaatkan itu.

“Kami hanya menda­pat satu poin dalam 2 per­tandingan, tapi kami masih punya tiga pertandingan kandang,” kata Shin Tae-yong dalam konferensi pers pascalaga.

“Dan kami sangat kuat terutama ketika kami di kandang sendiri, jadi saya tetap sangat positif dan saya punya rasa percaya diri juga,” tambahnya.

Indonesia bermain kan­dang saat melawan Vietnam pada Maret 2024. Ini bukan laga mudah, ka­rena Vietnam tim terkuat di Asia Tenggara.

Baca Juga  Drama Delapan Gol, Bournemouth Tahan Imabang MU 4-4

Jalannya Pertandingan

Indonesia cukup kesulitan melawan Filipina. Mes­ki mendominasi pe­nguasaan bola, minim ancaman ditebar Asnawi Mang­kualam dkk.

Filipina sendiri bermain cerdik. Anak asuh Michael Weiss sabar menunggu bola, sebelum melancarkan serangan balik cepat lewat trio Patrick Reichelt, Kevin Ingreso, dan Jose Elmer Porteria.

Taktik Filipina terbukti lebih jitu. Di menit ke-24, Reichelt menjebol gawang Indonesia, usai memanfaatkan kesalahan lawan.

Berawal dari kesalahan Jordi Amat, bola bisa direbut dan dikuasai Kevin Ingreso. Umpan terobosan dilepaskan ke depan, dia­rahkan ke Reichelt, yang lolos jebakan offside. Sendirian ke gawang, Reichelt tanpa kesulitan menaklukkan Ernando Ari. Skor 1-0 untuk keunggulan Filipina.

Tertinggal membuat Indonesia coba mengejar. Namun, minim kreativitas membuat serangan Indonesia kerap mejan. Sebaliknya, Filipina cukup rajin memotong bola di lapa­ngan tengah, untuk kemudian melancarkan sera­ngan balik cepat.

Beberapa kali Indonesia terpaksa membuat pe­langgaran guna menghentikan serangan Filipina. Situasi itu cukup menguntungkan Filipina yang men­dapat beberapa kali bola mati, yang belum bisa dimaksimalkan menjadi gol. Hingga jeda, skor 1-0 tetap bertahan, Indonesia ter­tinggal dari Filipina.

Baca Juga  Kembali Pimpim PB WI, Roadmap Olimpiade 2032 Menjadi Fokus Airlangga Hartarto

Di babak kedua, laga sempat berjalan alot. Ke­dua tim banyak berduel di tengah lapangan, dan sa­ling membuat pelanggaran. Filipina bahkan diganjar dua kartu kuning di awal paruh kedua.

Indonesia, yang masih memegang kendali bola, akhirnya bisa menyamakan skor di menit ke-70. Saddil Ramdani keluar menjadi penyelamat.

Berawal dari aksi individu Ricky Kambuaya yang merangsek ke tengah, so­doran diberikan kepada Saddil yang bebas di sisi kanan kotak penalti Filipina. Bolanya langsung di­sepak Saddil dengan kaki kiri, dan melesak mulus masuk ke gawang Filipina. Skor menjadi 1-1.

Di sisa waktu pertan­dingan, Filipina dan Indonesia banyak menebar ancaman. Filipina masih me­ngandalkan serangan balik, dan beberapa kali membuat repot barisan belakang Indonesia. Salah sa­tunya lewat sepakan Rublico yang membentur tiang gawang Indonesia di menit ke-89.

Sementara Indonesia juga beberapa kali mengancam lewat serangan balik, namun belum membuahkan hasil ke gawang Filipina. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang berbunyi, Indonesia merebut poin perdananya di Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. (*/rom)