AIE PACAH, METRO —Kota Padang saat ini masih ada sekitar 0,64 atau 6.338 masyarakat yang tergolong dalam kemiskinan ekstrem, atau berada di angka 4,17 persen. Untuk meminimalisir itu, Pemerintah Kota Padang mendapat suntikan dana dari pemerintah pusat sebesar Rp5,3 miliar.
“Di mana dana ini diterima pada 9 November lalu, dan akan digunakan untuk menanggulangi angka kemiskinan yang masih ada di Kota Padang,” kata Wakil Wali Kota Padang, Ekos Albar, saat rapat bersama Tim Penanggulangan Kemiskinan Kota (TPKK) Padang, Rabu (22/11).
Menurut wawako, dana tersebut adalah intensif dari Wakil Presiden RI, KH. Makruf Amin, untuk Pemerintah Kota Padang dalam upaya penanganan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Meski berada di angka 4,17 persen, angka tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan data tahun 2022 lalu, dengan angka kemiskinan 4,26 persen. “Dibandingkan angka kemiskinan di tingkat nasional 9,57 persen, Kota Padang jauh lebih baik di posisi angka 4,17 persen,” katanya.
Walaupun mengalami penurunan angka kemiskinan ekstrem dari tahun 2022, menurutnya akan terus dilakukan upaya pengurangan sehingga dapat mencapai presentase nol persen. “Jadi kita berharap angka ini dapat terus menurun di setiap tahun, dan kalau bisa angka kemiskinan menjadi hilang di Kota Padang,” sebutnya.
Selain itu, Ekos juga berencana untuk terus menvalidkan data-data penduduk agar menjadi lebih jelas, dan kalau bisa, katanya, nanti data dibuat by name by address, sesuai dengan indikator yang dikategorikan kepada kemiskinan.
“Untuk mengatasi hal ini, Pemko Padang masih dibutuhkan dana sosial dan subsidi, selain itu juga memaksimalkan pemberdayaan masyarakat, dan kita juga harus memperbaiki infrastruktur dasar, agar bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” katanya.
Agar impian mengentaskan kemiskinan ekstrem di Kota Padang ini dapat terwujud, Ekos meminta kepada seluruh stakeholder setiap OPD di lingkungan Pemko Padang untuk saling bahu-membahu, sehingga percepatan memberantas kemiskinan dapat terwujud.
“Sehingga harapan kita semua di tahun 2024 bisa secara bersama memberantas angka kemiskinan di Kota Padang ini menjadi nol persen,” tutupnya. . Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Padang Yenni Yuliza menambahkan berdasarkan hasil survei by name by adress dan musyawarah kelurahan, pihaknya mencatatkan kemiskinan ekstrem di Kota Padang tahun 2022 sebanyak 8.063 dari 17.254 data yang diverifikasi.
“Kita verifikasi dari musyawarah kelurahan itu. Kemudian setelah divalidasi, itu data yang akan kita terbitkan SK-nya. Artinya masyarakat miskin yang perlu mendapat bantuan. Kita tidak lakukan pencacahan lagi,” katanya.
Guna mengentaskan dan menghapus kemiskinan ekstrem pihaknya akan mengintervensi dengan berbagai program sesuai arahan pemerintah pusat. (brm)






