ULAK KARANG, METRO–Lontaran kata-kata, “Kalau anda tidak suka kuliah di Bung Hatta… Keluar”, yang disampaikan Rektor Universitas Bung Hatta (UBH) Padang Prof. Dr. Tafdil Husni, S.E., MBA, menjadi viral ketika menerima aksi unjuk rasa mahasiswa di Rektorat Kampus I Ulak Karang Padang. Kalimat mantan rektor Unand ini pun banyak mendapatkan cecaran dari alumni diberbagai daerah.
Salah satu alumni adalah Mardefni, SH, MH yang sekarang stay di Manado Sulawesi Utara sangat menyesalkan ucapan tersebut keluar dari mulut sang rektor.
Mantan Hakim Tipikor dan juga wartawan senior ini menegaskan, seharusnya dalam menyikapi aksi unjuk rasa mahasiswa rektor tidak seharusnya berkata demikian.
Dikatakan Mardefni, rektor sebagai pemegang administrasi tertinggi di Perguruan Tinggi seharusnya tidak pantas berkata demikian karena para mahasiswa itu masuk dan memilih Universitas Bung Hatta sebagai tempat kuliahnya karena mereka suka kuliah di UBH.
“Kalau mereka tidak suka kuliah di UBH mungkin mereka memilih Perguruan Tinggi lain, yang mereka tidak suka itu adalah karena kebijakan rektor yang mereka rasakan merugikan adik-adik mahasiswa itu, bukan karena tidak suka,” tegasnya.
“Akibatnya, banyak komentar-komentar yang sangat menyesakkan hati para alumni diberbagai macam group WA alumni UBH. Nah, ini kan bisa berakibat ketidakpercayaan alumni kepada Rektor UBH,” kata Mardefni, Selasa (21/11).
Menurut Mardefni, semenjak kepemimpinan Tafdil, ada kejadian aneh-aneh yang sebelumnya tidak pernah terjadi. Contoh, aksi bakar bakar di gedung Rektorat pada Senin (20/11) malam, sampai menghancurkan kaca-kaca gedung.
“Dari dulu semenjak universitas ini didirikan tahun 1981 tidak ada aksi seperti ini, bahkan aksi demo juga terjadi dan hanya berjalan damai karena tidak ada keluar kata-kata yang disayangkan tersebut,” lanjutnya.
Bukan itu saja, jelas Mardefni, semenjak Rektor Tafdil Husni ini juga ada terjadi dua kubu DPP Alumni UBH, seharusnya jika rektor bisa seperti rektor-rektor yang sebelumnya, hal ini tidak akan terjadi, jelas Mardefni yang sampai sekarang tidak ada keberpihakan terhadap kedua kubu DPP Alumni tersebut dan lebih memilih bersikap netral.
Untuk diketahui, sejumlah mahasiswa UBH melakukan aksi demontrasi di gedung Rektorat UBH di Ulak Karang, Senin (20/11) siang hingga malam.
Awal mula kericuhan terjadi ketika salah satu masyarakat mahasiswa meminta semua tuntutan yang diajukan kepada rektorat sudah harus menemui titik terang dalam waktu tiga hari. Tetapi rektor menolak permintaan dari mahasiswa tersebut.
“Saya berjanji untuk menyelesaikannya, tapi tidak dalam waktu tiga hari. Saya berhak untuk menolak menandatangani tuntutan yang Anda layangkan. Kalau Anda tidak suka kuliah di Bung Hatta, keluar,” kata rektor saat mendengar aspirasi mahasiswa, Senin sore.
Setelah ucapan itu, beberapa masyarakat mahasiswa yang mengikuti aksi mengungkapkan rasa kekecewaannya atas ucapan yang disampaikan rektor dengan membakar almamater yang sedang dikenakan. Tak hanya itu, massa aksi juga melemparkan kaca rektorat dengan batu yang berimbas pada pintu masuk dan jendela menjadi pecah.
Sedangkan pada Senin malam, aksi bakar ban dilakukan mahasiswa di lobi gedung rektorat UBH. Alhasil api membumbung tinggi menghitamkan langit-langit plafon dari lobi kampus I UBH.
Setelah aksi membakar ban dan memecahkan kaca rektorat, Rektor UBH Prof. Dr. Tafdil Husni, S.E., MBA menemui mahasiswa yang melakukan aksi demo. “Kita diberikan tenggang waktu 7 hari untuk melakukan perbaikan management administrasi di UBH,” papar Tafdil Husni, Senin (20/11) malam.
Tafdil Husni menambahkan, jika dalam 7 hari belum ada perbaikan, maka rektor harus mengundurkan diri dari jabatan rektor di UBH. “Jika dalam 7 hari tidak ada perubahan, mahasiswa menuntut rektor untuk mengundurkan diri,” tambahnya.
Tuntutan mahasiswa UBH dalam aksi demontrasi itu, meminta rektor untuk melakukan keterbukaan mengenai anggaran kelembagaan. Selain itu, tuntutan mahasiswa adalah melengkapi fasilitas dan infrastruktur penunjang perkuliahan. Mahasiswa juga menuntut rektor untuk menindak tendik yang tidak profesional dalam memberikan pelayanan kepada mahasiswa. (ren/rel)






