SAWAHLUNTO, METRO–Sebanyak 10 vespa antik terlihat mendatangi lokasi Festival Anak Sumatera Barat (Sumbar) 2023 di Istana Gubernur, Sabtu (18/11). Kehadiran vespa antik itu menimbulkan daya tarik tersendiri bagi pengunjung festival yang memperingati Hari Anak se-Dunia itu. Setelah sampai di Istana Gubernur, 10 vespa tersebut di parkir berbaris di depan Istana Gubernur.
Pengendara vespa yang tampil dengan seragam ala retro itu lalu berkumpul. Mereka adalah rombongan yang akan mengikuti Touring Jelajah Galanggang Arang Wa-risan Batubara Ombilin Sawahlunto (WTBOS), sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Festival Anak Sumbar 2023.
Sesaat kemudian kehadiran mereka di Istana Gubernur disambut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A P2KB) Sumbar, Gemala Ranti dan rombongan.
Melihat kehadiran vespa itu, Gemala dan rombongan langsung menaiki vespa tersebut. Melihat aksi Gemala tersebut, spontan rombongan vespa antik tersebut mengabadikan lewat kamera foto.
Usai melihat vespa yang parkir, Gemala juga mengajak rombongan touring tersebut melihat foto-foto WTBOS dan bekas rel kereta peninggalan Belanda yang dipajang di Istana Gubernur. Terlihat tidak hanya rombongan touring saja yang melihat pameran foto dan peninggalan WTBOS itu, tetapi juga anak-anak bersama orang tua pengunjung Festival Anak.
Riski, Pemandu Tim Vespa Touring Galanggang Arang menyebutkan, rombongan tim vespa datang ke Istana Gubernur ingin melihat koleksi foto-foto dan pameran WTBOS yang ada di sini dan memberikan pengetahun kepada anak –anak, bahwa Sumbar memiliki warisan dunia.
Setelah mengikuti pameran, Tim Vespa Touring Galanggang Arang langsung bergerak berkunjung ke beberapa titik lokasi warisan dunia. Mulai dari tambang area C, B dan A di Kota Sawahlunto. “Di beberapa titik lokasi warisan dunia kita telusuri gunakan vespa. Beberapa titik sudah kunjungi dan laksanakan sejumlah kegiatan yang digelar pemerintah daerah yang dikunjungi ini,” terangnya.
Touring Galanggang Arang ini dilaksanakan berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan. Yang terlibat dalam tim jelajah lokasi warisan tambang batu bara ini menurutnya, dari beberapa komunitas. Seperti komunitas perfilman Sumbar, komunitas vespa tua dan komunitas pecinta kereta api.
Sementaram Kordinator Tim Jelajah Galanggang Arang, Oscar mengungkapkan, output jelajah Galanggang Arang nanti, ada sembilan video yang dihasilkan. Terdiri dari delapan vlog dan satu video dokumentar yang akan tayang di Indonesiana TV.
Seperti diketahui, Festival Anak Sumbar 2023 merupakan kegiatan yang digelar DP3A P2KB Sumbar sebagai peringatan puncak hari anak sedunia yang jatuh pada tanggal 20 November 2023.
Kepala DP3AP2KB Sumbar, Dra Hj Gemala Ranti MSI menyebutkan helatan ini bertujuan untuk mendorong pemahaman tentang pentingnya ruang publik yang ramah anak. “Pengalaman bermain di ruang publik membentuk fondasi karakter dan keterampilan yang tidak ternilai. Anak-anak yang aktif di ruang publik memiliki peluang lebih besar untuk menjadi individu kreatif, mandiri, dan memiliki keterampilan sosial yang kuat,” katanya.
Gelaran ini juga didukung oleh Dirjen Kebudayaan, Kemendikbudristek melalui helatan budaya Galanggang Arang. Galanggang Arang merupakan aktivasi untuk menggali dan merawat kebudayaan di sepanjang kawasan WTBOS, program prioritas Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Direktorat Jendral Kebudayaan, Kemdikbudristek RI yang diluncurkan tanggal 19 Oktober lalu di Padang.
Judi Wahyudin, Direktur Perlindungan Kebudayaan, Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek memberi apresiasi kegiatan ini. “Festival ini berhasil membuktikan Istana Gubernur Sumbar bisa menjadi ruang yang inklusif sebagai tempat bermain anak. Selain itu, kegiatan ini bisa beririsan dengan Galanggang Arang, di mana pengetahuan WTBOS diperkenalkan sejak dini kepada anak,” pujinya.
Mahatma Muhamad, Kurator Festival Anak sekaligus Galanggang Arang menjelaskan, setiap anak di Sumbar pewaris yang mengambil peran penting pelestarian sekaligus kompleksitas persoalan yang mengancam atribut dan properti dari warisan budaya tersebut. “Pengetahuan terkait WTBOS penting didistribusikan kepada anak di Sumbar sebagai warisan dunia yang harus dirawat, manfaatkan dan kembangkan dalam berbagai eksplorasi kerja kreatif dan pencip taan karya, “jelasnya.(fan)





