BERITA UTAMA

Ditimbun Longsor, Jalan Lintas Sumbar-Riau Sempat Putus Total, Timbulkan Kemacetan hingga 5 Jam

1
×

Ditimbun Longsor, Jalan Lintas Sumbar-Riau Sempat Putus Total, Timbulkan Kemacetan hingga 5 Jam

Sebarkan artikel ini
LONGSOR— Petugas gabungan melakukan pembersihan material longsor yang menimbun akses jalan penghubung Sumbar-Riau di Kabupaten Limapuluh Kota.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Hujan deras yang melanda wilayah Kabupaten Limapuluh Kota menimbulkan bencana tanah longsor yang menimbun jalan penghubung Sumbar-Riau KM 153, persisnya di Jorong Ulu Aia, Nagari Sarilamak, Kecama­tan Harau, Rabu (15/11) sekitar pukul 22.30 WIB.

Akibatnya, akses jalan penghubung dua provinsi itu sempat putus total selama beberapa jam. Ke­macetan panjang pun tak lagi terhindari. Petugas gabungan BPBD, TNI dan Polri bergerak cepat me­lakukan pembersihan material demi kelancaran lalu lintas kendaraan.

Setelah berhasil membuka satu jalur, petugas berusaha mengurai ke­ma­cetan dengan memberlakukan buka tutup hingga semua material longsor yang menutupi badan jalan dibersihkan. Hingga Kamis dinihari, lalu lintas kendaraan sudah kembali normal.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota, Rahmadinol, me­nyampaikan terjadinya longsor yang menimbun badan jalan Sumbar-Riau akibat hujan deras yang mengguyur kabupaten Li­ma Puluh Kota sejak pukul 19.00 Wib, Rabu (15/11).

Baca Juga  Pesepeda Motor Tewas Digilas Truk

“Longsor Jalan Nasional Payakumbuh-Pekanbaru di Jorong  Ulu Aia, Kecamatan Harau karena tingginya curah hujan.  Tim Rekasi Cepat (TRC) yang men­dapat informasi langsung bergerak cepat menuju lokasi, dengan mengguna­kan alat cangkul dan sekop petugas melakukan eva­kuasi material longsor yang bercampur dengan kayu,” kata Rahmadinol.

Menurut Rahmadinol, upaya pembersihan secara manual dilakukan sebelum alat berat dari Dinas PUPR sampai di lokasi. Pihaknya juga dibantu Satlantas Polres Limapuluh Kota dan Dandim 0306 Limapuluh Kota untuk mempercepat proses pembersihan,” sebut Rahmadinol.

Setelah alat berat dari Dinas PUPR tiba di lokasi, dikatakan Rahmadinol, pro­ses pembersihan bisa dilakukan lebih cepat. Selama lima jam melakukan pembersihan, jalan Sumbar-Riau bisa kembali dilewati.

“Alhamdulillah, jalan Sum­bar-Riau sudah bisa dilalui kembali seperti biasa, dan kita mengimbau kepada pengguna jalan Sumbar-Riau untuk tetap waspada, karena saat ini musim hujan. Termasuk waspada dengan kayu tumbang dan potensi bencana lainnya. Mengingat jalan Sumbar-Riau dari Ulu Aia sampai Pangkalan rawan terjadi bencana,” ingatnya.

Baca Juga  Jalan Terban ke Jurang di Nagari Koto Baru Solok Selatan Rawan Kecelakaan

Waspada Bencana

Tingginya intensitas hujan sejak sepekan terakhir di Lima Puluh Kota, membuat berbagai potensi bencana bisa terjadi baik longsor, banjir hingga pohon tumbang. BPBD Lima Puluh Kota, sudah memetakan daerah-daerah yang rawan terjadi bencana longsor seperti Kecamatan Bukik Barisan, Suliki, Gunuang Omeh, Pangkalan, Kapur IX, Lareh Sago Halaban.

Sementara itu bencana banjir berpotensi terjadi di Kecamatan Harau, Lareh Sago Halaban, Pangkalan, Kapur IX, dan Kecamatan Akabiluru.

“Untuk itu kita menghimbau kepada masyara­kat terutama yang tinggal dekat dengan aliran sungai untuk waspada dengan luapan air sungai mengge­nangi pemukiman dan areal pertanian. Kemudian yang tinggal di perbukitan untuk waspada dengan potensi longsor, ini guna menghindari terjadinya korban jiwa akibat bencana,” sebut Rahmadinol. (uus)