PADANG, METRO–Gonjang ganjing adanya dua koperasi di Pelabuhan Telukbayur, membuat tiga pentolan koperasi di Sumatera Barat, Ir Zirman Yusri, Wakil Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Sumbar, Yulisman, mantan Kadis Koperasi dan UMKM Kota Padang dan Syamsul Siregar turun gunung. Zirman Yusri, yang juga mantan Kadis Koperasi dan UMKM Sumbar ini merasa prihatin dengan gonjang ganjing adanya dua koperasi di area pelabuhan Telukbayur.
“Hingga kini, sesuai aturan yang berlaku dan adanya SKB dua Dirjen satu Deputi tahun 2011, jelas jelas dinyatakan bahwa yang boleh beroperasi bongkar muat di pelabuhan hanya boleh satu koperasi TKBM. “Jika di Sumbar tentu saja Koperbam. Ini sudah dirangkum dalam satu ketentuan yang tegas,” jelas Zirman Yusri, didampingi Yulisman, Samsul Siregar saat silaturahmi ke Koperbam Telukbayur, Selasa (14/11).
Zirma Yusri, menegaskan bahwa apapun aturan yang dibuat di negara ini keberpihakan terhadap sumberdaya manusia itu mutlak hak-nya. Karena apapun teknologinya kecanggihan apapun manusia tidak bisa ditinggalkan, oleh karenanya, selama ini yang sudah beroperasi secanggih apapun tetap menggunakan fisik manusia.
Ada beberapa wacana pencabutan KM 35 SKB 2 Dirjen dan 1 Deputi, dimana ada wacana pembentukan beberapa koperasi di pelabuhan, ternyata itu semua tidak ada dan sudah dijelaskan Wamen Ketenagakerjaan. Hanya satu koperasi di pelabnuhan.
“Tidak ada pembentukan koperasi baru di pelabuhan. Koperasi di Pelabuhan hanya satu ini sudah ditegaskan di SKB 2 Dirjen 1 Deputi Tahun 2011 dan Permen Kop No.6 Tahun 2023,” tegas Zirma Yusri.
Jadi kata Zirma Yusri, untuk memahami sebuah kebijakan yang kita sendiri tidak memahami, jangan setengah tengah. Jangan sok tahu dengan persoalan yang sebenarnya. Untuk itu saya minta pengurus Koperbam Telukbayur dan anggotanya tetap menjalankan aktivitas, kompak dan bertanggungjawab dalam pekerjaan,” sebut Zirma Yusri, pentolan koperasi di Sumbar ini.
Sementara itu Yulisman, mantan Kadis Koperasi dan UMKM Kota Padang yang didampingi Akhirudin, pengurus Dekopinda Kota Padang, menyampaikan bahwa pentingnya persatuan dan kekompakan. Isu isu dan gonjang ganjing yang tersiar jangan terpengaruh.
Kawan kawan tetap bekerja dengan mematuhi semua peraturan yang berlaku. Kedepan tugas kita makin berat untuk itu betapa pentingnya menjaga persatuan yang sudah dibina. Koperbam adalah oragnisasi yang memiliki legalitas jelas. Dan untuk diketahui, ada 800 koperasi di Padang, Koperbam termasuk koperasi yang terbaik. Inilah yang akan kawan kawan jaga.
“Saya paham, kalau kita sukses tentu tak segampang yang diimpikan, pasti ada onak yang akan menghadang,” tegas Yulisman.
Sementara itu Ketua Koperbam Telukbayur Chandra didampingi Sekretaris Nursal Uce, M, SH, mangaku berterimakasih dengan silaturahmi yang di lakukan para pentolan koperasi di Sumbar ini.
Saat ini ada 54 Kepala Regu Kerja (KRK) dengan jumlah anggota sekitar 492 yang harus memberikan rasa aman dalam melakukan aktivitas di pelabuhan. Tetap eksis bekerja di pelabuhan. Ingat, pengurus tidak mau KRK yang munafik. Tunjukan tanggungjawab dan patuh terhadap semua aturan yang berlaku.
Intinya, jangan terpengaruh gonjang ganjing dan isu isu lain. Yang penting perlihatkan hasil kerja, tanggungjawab kepada pemilik barang dan organisasi.
Pada era persiangan kata Chandra, dan kemajuan dunia teknologi, khususnya di areal pelabuhan serta lebih meningkatkan sumber daya manusia (SDM) disiplin dalam pekerjaan, kompetensi harus dan harus dilakukan oleh segenap anggota Koperbam, khususnya.
Kelengkapan diri atau Alat Pelindung Diri (APD) saat bekerja, administrasi, disiplin serta perlunya persiapan tenaga operator crane.
“Selain itu untuk meningkatkan kemampuan anggota, kita juga sudah mempersiapkan 60 orang anggota masuk diklat untuk tenaga operator serta melakukan registrasi ulang. Ini sangat penting sekali” jelas Chandra. “Prinsipnya adalah, ditingkatkan kompetensi dan sumberdaya manusia terutama buruh perlu meningkatkan SDM sehingga TKBM bisa bekerja di pelabuhan dan pelayanan bisa baik aman dan nyaman,” timpal Chandra. (ped)






