PADANG, METRO–Tragis. Seorang gadis cantik ditemukan tewas tergantung dalam lemari pakaian di kamar penginapan Fazarel Residence Syariah, Jalan Veteran Dalam, Kelurahan Purus, Kecamatan Padang Barat, Senin (13/11) sekitar pukul 14.30 WIB.
Sontak saja, penemuan mayat itu membuat heboh karyawan penginapan hingga langsung melaporkannya ke Polisi. Setelah Polisi datang, masayarakat pun berbondong-bondong di depan penginapan itu untuk menyaksikan penemuan mayat tersebut.
Hal itu dikarenakan penginapan itu berada di kawasan padat penduduk, dan berdekatan dengan kampus. Sedangkan Polisi mengenakan baju yang bertuliskan Inafis masuk ke dalam penginapan dan naik ke lantai dua untuk melakukan olah TKP.
Setelah itu, Polisi bersama tim medis mengevakuasi jenazah korban berinisial SIPS (23) yang berasal dari Kelurahan Rawang, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang menggunakan mobil ambulans.
Ps Kapolsek Padang Barat, AKP Yudarman Tanjung mengatakan, korban SIPS ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia dalam kamar penginapan lantai dua. Menurutnya, posisi korban tergantung di dalam lemari kamar penginapan.
“Korban ini warga Kota Pariaman. Setelah dilakukan olah TKP dan identifikasi, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum luar. Kami juga sudah sudah menghubungi pihak keluarga agar datang ke rumah sakit ,” kata AKP Yudarman, Senin (13/11).
Dijelaskan AKP Yudarman, korban ditemukan berawal dari kecurigaan resepsionis yang tidak mendapatkan konfirmasi dari korban soal perpanjangan waktu sewa kamar penginapan. Padahal, harusnya korban meninggalkan kamar hotel pada pukul 12.00 WIB.
“Informasi dari pihak penginapan, korban masuk pada Minggu sore (12/11). Sesuai dengan jadwal harusnya keluar pada pukul 12.00 WIB. Dikarenakan waktu sewa kamar korban sudah habis, petugas penginapan mencoba membangunkannya untuk melakukan konfirmasi,” ungkap AKP Yudarman.
Namun, setelah petugas mendatangi kamar yang ditempati korban, kata AKP Yudarman, ternyata korban yang sudah dipanggil-panggil tidak merespon. Selanjutnya petugas resepsionis kembali turun ke bawah untuk menunggu korban keluar dari kamarnya.
“Setelah ditunggu sekitar 30 menit, tetapi tidak ada jawaban. Barulah resepsionis merasa ada yang janggal dan aneh. Melihat keanehan dari pengunjung, resepsionis tersebut melaporkan kejadian ini kepada atasannya. Pemilik penginapan pun datang lalu mengeceknya dengan cara melihat melalui jendela,” ujar AKP Yudarman .
AKP Yudarman menuturkan, pemilik penginapan pun dibuat kaget setelah melihat dari jendela, karena korban sudah meninggal dunia tergantung di lemari. Pihak penginapan kemudian melaporkannya ke Mapolsek terkait penemuan mayat itu.
“Saat kami mendatangi lokasi kejadian, pintu kamar korban dalam kondisi terkunci di dalam. Usai mendapatkan persetujuan dari pihak penginapan, kami membuka pintu kamar yang disewa korban secara paksa. Ditemukan juga handphone di dalam kamar korban, tetapi dalam kondisi terkunci,” katanya.
Di TKP, kata AKP Yudarman, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Meski begitu, pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kematian karena saat ini masih dalam proses penyelidikan dan juga menunggu hasil visum.
“Dugaan sementara, korban meninggal akibat gantung diri. Sesuai dengan yang ditemukan di TKP. Tapi untuk penyebab korban meninggal dunia masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” tutupnya. (brm)






