METRO PADANG

Tanamkan Nilai Adat dan Budaya Sejak Dini, 8 Murid TK Kartika 1-7 Ikut Lomba Tari Minang se-Sumbar 

0
×

Tanamkan Nilai Adat dan Budaya Sejak Dini, 8 Murid TK Kartika 1-7 Ikut Lomba Tari Minang se-Sumbar 

Sebarkan artikel ini
LOMBA TARI MINANG— TK Kartika 1-7 Cengkeh Kecamatan Lubeg mengutus delapan murid terbaiknya untuk mengikuti Lomba Tari Minang se-Sumbar dan Lomba Baju Kurung Basiba, Minggu (12/11) di Aula Museum Adityawarman Padang.

PADANG, METRO–TK Kartika 1-7 Cengkeh Kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg) mengutus delapan murid terbaiknya untuk mengikuti Lomba Tari Minang se-Sumbar, Minggu (12/11) di Aula Museum Adityawarman.

Delapan murid TK Kartika 1-7 tersebut yakni, Inara Nafisa, Arsyila Dhovi Nafisha, Alifia Khanza Guntara, Aisyah Putri Sephiliya, Eshalmaryam Swari, Halisa Fairuza R, Raisha Arsyilla Candra dan Shaqeena.

“Mereka yang diutus untuk mengikuti lomba tingkat Sumbar ini, adalah anak-anak kita yang memang selama ini ikut latihan menari tradisional Minangkabau di TK ini,” kata Kepala TK Kartika 1-7, Herla Sapta Afrila, S.Pd.

Disebutkan, TK Kartika 1-7 Cengkeh Lubeg selalu ikut berperan dalam berbagai perlombaan yang di­gelar di tingkat Kota Pa­dang dan Provinsi Sumbar selama ini. Termasuk juga mengirim utusan untuk lomba Tari Minang dan Lomba Baju Kurung Basiba.

Partisipasi selama ini menurutnya, sebagai wujud kepedulian TK Kartika 1-7 yang bernaung di ba­wah Yayasan Kartika Jaya itu terhadap penanaman nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau sejak usia dini.

“Kita tidak ingin generasi kita di masa depan melupakan nilai-nilai adat dan budayanya. Apalagi dengan tantangan yang cukup berat kemajuan tekhnologi informasi saat ini. Karena itu perlu ditanamkan sejak dini. Termasuk berpartisipasi melalui perlombaan ini,” terangnya.

Di lokasi terlihat suasana perlombaan berlangsung meriah. Ratusan murid TK dan dari sejumlah sanggar terlihat berpakaian Adat Minangkabau terlihat didampingi orang tua mereka.

Sementara di pangg­ung terlihat beberapa peserta lomba terlihat unjuk kebolehan menari sejumlah tradisi Minangkabau. Selain lomba menari, juga digelar lomba Baju Kurung Basiba yang menambah semarak kegiatan lomba hari itu.

Anggota DPD RI, Leonardy Harmainy yang hadir menutup perlombaan hari itu meminta agar pem­binaan anak-anak agar dapat melahirkan pres­tasi yang membanggakan ha­rus terus dilakukan dan tidak boleh berhenti.

“Kita apresiasi hadirnya kegiatan ini. Karena tujuannya membina bakat anak-anak. Anak anak ha­rus dibina dididik untuk memiliki talenta dan keterampilan. Kita terus mendorong pembinaan yang dilakukan sekolah-sekolah dan sanggar untuk me­nyiap­kan generasi muda yang sehat, terampil dan berakhlak mulia menghadapi generasi emas 2045,” terangnya. (fan)