PAYAKUMBUH/50 KOTA

Alek Silambang Urek Batogak Penghulu, 33 Panghulu Aie Tobik Dikukuhkan

0
×

Alek Silambang Urek Batogak Penghulu, 33 Panghulu Aie Tobik Dikukuhkan

Sebarkan artikel ini
BATAGAK PANGHULU— Pj Wali Kota Jasman bersama Ketua DPRD Kota Payakumbuh Hamdi Agus, menghadiri acara Alek Silambang Urek Batogak Penghulu, di Medan Nan Bapaneh Balai Adat Nagori Aie Tabik.

POLIKO, METRO–Dentuman meriam me­nandai 33 orang panghulu baru di Kanagarian Aie Tobik resmi dikukuhkan yang dikemas dalam Alek Silambang Urek Batogak Penghulu Nagari Aia Tobik di Medan Nan Bapaneh Balai Adat Nagori Aie Tabik, akhir pekan kema­rin.

“Kami mengucapkan selamat kepada 33 orang pangulu baru dari lima suku di Nagari Aie Tabik yang telah resmi dikukuhkan. Semoga Pangulu yang telah dikukuhkan tersebut dapat menjalankan amanah, manjujuang beban barek singguluang batu ini dengan sebaik-baiknya,” kata Pj. Wali Kota Payakumbuh Jasman.

Alek batagak penghulu itu juga dihadiri Rajo Alam Minangkabau Pagaruyuang Darul Qarar Sultan Muhammad Farid Thaib Tuanku Abdul Fatah dan Tuan Putri Eliza Suardi.

Selain itu juga dihadiri Anggota DPR RI Nevi Zu­airina, Ketua DPRD Kota Payakumbuh Hamdi Agus, Forkopimda, OPD Terkait, Ketua LKAAM Kota Payakumbuh YB. Dt. Parmato Alam, Camat, Lurah, KAN 10 Nagari Kota Payakumbuh, Alim Ulama, Cadiak Pandai dan tamu undangan lainnya. “Dengan dilewakan dan dikukuhkannya para pa­ngulu baru ini, kita berharap masalah anak kamanakan yang ada di nagari Aie Tabik ini dapat di­selesaikan secara kekeluargaan dan kata mufakat dalam kaum,” ucapnya.

Pj. Wali Kota yang ber­gelar Dt. Bandaro Bendang itu berpesan, dalam adat Minangkabau, dian­tara tugas, kewajiban dan tanggung jawab penghulu, ada empat hal yang perlu perlu dipegang te­guh seorang penghulu, terutama dalam menga­yomi kaum dan anak kamanakan.

Pertama penghulu ha­rus manuruik alua nan luruih. Kedua, penghulu senantiasa harus manampuah jalan nan pasa. Bajalan Tatap di nan Pasa, Bakato di Nan Bana. Ketiga, Mamaliharo Ha­rato Pusako. Terakhir, mamaliharo anak jo kamanakan.

“Patut kita ingat bahwa gelar soko yang diemban seorang pengulu bukanlah sekadar pemberian gelar kehormatan, melainkan sebuah tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan benar sesuai dengan alua jo patuik, adat istiadat serta ketentuan hukum yang berlaku,” ucapnya. “Seorang penghulu harus dekat dengan anak kemenakannya. Pangulu harus mampu membimbing mereka agar mampu (manjadi urang) yang kelak berguna bagi nagari, bangsa dan Negara,” pesannya.

Ia juga berharap, sinergitas antara Niniak Mamak, Bundo Kanduang dan seluruh elemen Masya­rakat dapat semakin kuat dengan Pemko Payakumbuh untuk memajukan dan memakmurkan kehidupan masyarakat di Kota Payakumbuh ini. “Ma­ri bersama-sama meng­hidupkan kembali semangat kesetiakawanan sosial, saling menga­yomi, serta semangat gotong royong dan bantuan kepada sesama, terutama anak kemenakan di keluarga kita masing-masing,” tutupnya.

Sementara itu ketua panitia pelaksana alek ba­tagak panghulu A. Dt. Paduko Tuan mengucapkan terimakasih atas perhatian dan dukungan Pemko Paya­kumbuh untuk suksesnya acara Baralek Batagak Panghulu Nagari Aie Tabik tahun 2023. “Alhamdulillah, kami atas nama panitia mengucapkan terimakasih ke Pemko Payakumbuh atas bantuannya untuk baralek panghulu Nagori Aie Ta­bik, mudah-mudahan ini bernilai ibadah,” pungkasnya. (uus)