METRO PADANG

Api Muncul dari Mesin Cuci, Rumah Nyaris Terbakar

0
×

Api Muncul dari Mesin Cuci, Rumah Nyaris Terbakar

Sebarkan artikel ini
NYARIS TERBAKAR— Petugas Damkar berhasil memadamkan api yang muncul dari mesin cuci pemilik rumah di jalan Pasir Gurun, RT 03 RW 09, Kelurahan Pasia Jambak, Kecamatan Koto Tangah, Rabu (8/11) pagi.

PASIA JAMBAK, METRO —Satu unit rumah di ka­wa­san padat penduduk nyaris menjadi abu, Rabu (8/11) pagi. Api yang mun­cul dari mesin cuci milik Novrita (44), membuat ru­mah­nya di jalan Pasir Gu­run, RT 03 RW 09, Kelurahan Pasia Jambak, Kecamatan Koto Tangah, hampir diba­kar si gulambai.

Panik melihat ada api membuat Novrita langsung melapor petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang. Beruntung, armada Dam­kar yang cepat sampai ke lokasi, membuat rumahnya tak habis terbakar.

“Pemilik rumah yang panik, karena ada api yang muncul dari mesin cuci di kamar mandinya yang dapat menghanguskan seisi rumah itu, langsung melaporkan ke Damkar, sekitar pukul 07.52 WIB. Armada Damkar sampai di lokasi pukul 07.57 WIB,” ungkap Kabid Operasi (Ops) dan Sarana Prasarana Damkar Kota Padang, Sutan Hendra.

Sebanyak empat unit armada dengan 40 personel dikerahkan untuk me­na­ngani peristiwa itu. “Awal­nya saksi melihat api dari mesin cuci di dalam rumahnya, Lalu saksi melapor langsung ke kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang untuk meminta bantuan,” jelasnya lagi.

Kondisi kejadian yang berada di kawasan padat penduduk dengan akses jalan yang sempit, sempat membuat laju armada sedikit tersendat, namun itu tidak menjadi halangan petugas.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, sementara untuk kerugian di taksir mencapai Rp. 7 juta rupiah, sementara untuk area yang terbakar seluas 2×6 M² dan berhasil menyelamatkan satu unit bangunan rumah yang akan terdampak,” sebutnya.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat Kota Padang, untuk dapat mematikan seluruh peralatan elektronik yang menggu­nakan listrik ketika tidak digu­nakan.

Selain itu, dalam penggunaan peralatan elektronik tersebut, hendaknya dapat di awasi sehingga tidak menyebabkan kejadian yang tidak diinginkan. “Untuk pengguna peralatan yang dapat memicu api seperti peralatan elektronik dan kompor gas, untuk dapat diawasi dan memastikannya jika sudah tidak digunakan,” imbaunya. (brm)