METRO SUMBAR

HUT Bundo Kanduang ke-49, ”Etika dan Estetika Perempuan Menurut Adat Minangkabau”

1
×

HUT Bundo Kanduang ke-49, ”Etika dan Estetika Perempuan Menurut Adat Minangkabau”

Sebarkan artikel ini
FOTO BERSAMA—Pj Wali Kota Pariaman Roberia berfoto bersama Bundo Kanduang saat acara peringatan HUT Bundo Kanduang ke-49.

HUT Bundo Kanduang ke-49 tahun 2023, kema­rin, Bundo Kanduang Kota Pariaman menggelar se­minar dengan tema etika dan estetika perempuan minangkabau menurut adat basandi syara’ – sya­ra’ basandi kitabullah. Pen­jabat Wali Kota Pariaman, Roberia mengatakan tema yang diambil oleh bundo kanduang Kota Pa­riaman tentang etika dan estetika perempuan Minangkabau menurut adat basandi syara’ – sya­ra’ basandi kitabullah, secara pribadi ia sangat se­tuju.

“Kita harus ada etika dan estetika, karena hukum yang baik itu dasar­nya etika dan estetika yang merupakan hukum yang baik untuk mengatur Kota Pariaman karena kita Indonesia negara hukum. Namun apabila kita langsung meloncat ke hukum tanpa dikuatkan pondasi etika dan estetika nanti­nya hukum bisa dicari celah untuk dimanfaatkan. Sebaliknya jika etika dan estetika dikuatkan, insyallah hukum itu tidak akan dicari celahnya untuk dimanfaatkan,” kata Pj Wali Kota Pariaman  Roberia, kemarin.

Lebih lanjut, Roberia juga menjelaskan bahwa bundo kanduang dan niniak mamak semua, kita sadari sistem demokrasi dan adat budaya masya­rakat minangkabau memegang tegas ABS-SBK bahkan di ranah hukum menjadi norma hukum yang kuat. Artinya di negara hukum ini siapapun harus wajib menghormati ABS-SBK meskipun bukan orang minangkabau yang tinggal di Provinsi Sumbar apalagi kita yang orang minangkabau. “Diketahui bahwa fungsi utama bundo kanduang adalah sebagai perempuan minagkabau dan limpapeh rumah nan gadang yang mewa­riskan nilai-nilai adat dan budaya dalam keluarga sebagai memfilter supaya anak-anak kita tidak terjerumus budaya yang ti­dak benar,”  terangnya.

Kepengurusan bundo kanduang di desa dan kelurahan Kota Pariaman masih dua yang terbentuk kepengrusuannya yakni Bundo Kanduang Desa Kampung Baru dan Bundo Kanduang Kelurahan Kampung Pondok. Semoga desa dan kelurahan lainnya bisa secepatnya mem­bentuk kepengurusan bundo kanduang. “Peran bundo kanduang juga diharapkan bisa mendu­kung pemerintah kota untuk menjadikan Kota Pa­ria­man sebagai daerah tujuan wisata yang bersih, nyaman dan sehat,” ujar­nya.

Seminar tersebut diikuti oleh pengurus bundo kanduang Kota Pariaman, pengurus bundo kanduang Kecamatan, pengurus Bundo Kanduang Desa Kampung Baru dan Kelurahan Kampung Pondok Kecamatan Pariaman Tengah dan Ketua KAN se-Kota Pariaman dengan narasumber dari Bundo Kanduang Provinsi Suma­tera Barat, Puti Reno Rau­dha Thaib. (efa)