AIE PACAH, METRO–Dinas Sosial Kota Padang bersama pemerintah kecamatan Padang Selatan telusuri dugaan penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) diduga oleh oknum Pekerja Sosial Masyarakat (PSM).
Kepala Dinas Sosial Kota Padang Heriza Syafani mengaku bansos yang diduga diselewengkan ialah bansos non tunai yang disalurkan kantor Pos Indonesia. Sesuai SOP penyaluran bansos tersebut diberikan langsung kepada penerima yang sudah terdaftar pada data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS)
“Kita telusuri, kita praduga tidak bersalah saja. Kenapa ini bisa terjadi. Kalau ditemukan bukti yang kuat kita serahkan pada proses hukum yang berlaku,” ujar Heriza Syafani, Sabtu (4/11).
Heriza Syafani menambahkan pekerja sosial masyarakat (PSM) hanya bertugas mendata, masyarakat untuk dimasukan ke DTKS. Kemudian data yang dikumpulkan PSM akan diverifikasi Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial Padang.
Data-data yang berhak mendapatkan bantuan nantinya diserahkan Kemensos, dan penyalurannya melalui kantor Pos Indonesia. “Tugas mereka (PSM) hanya melakukan pendampingan, bukan mengeksekusi bantuan tadi. Bantuan tadi disalurkan kepada si penerima, kalau memang PSM mendampingi, silahkan mendampingi, kalau menerima langsung tidak boleh,” katanya.
Ia menekankan, hingga saat ini pihaknya bersama kecamatan masih mengumpulkan bukti-bukti. Kalau memang terbukti secara hukum, maka akan diserahkan ke pihak berwajib.
Untuk diketahui, Senin (30/10) pagi, puluhan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada Program Keluarga Harapan (PKH) Kelurahan Batang Arau, mendatangi Kantor Lurah Batang Arau. Warga mengadukan dugaan penyelewengan dana bansos dilakukan oknum tertentu di Kelurahan Batang Arau.
Ketua RW 3 Kelurahan Batang Arau, Jafrizal mengatakan, ada warga yang seharusnya mendapatkan dana bansos pada bulan ini, namun ketika dilakukan penarikan di kantor Pos, ternyata dana tersebut telah diambil oleh orang lain.
Sementara Ketua RT 01 RW 01 Kelurahan Batang Arau, LiIi Yunus. Dia menyebut ada dua warganya di RT 01 yang semestinya mendapatkan bansos per September lalu. Namun, saat warga tersebut melakukan penarikan ke kantor Pos, diketahui ternyata dana tersebut telah diambil oleh orang lain. (cr2)






