PADANG, METRO–Alumni angkatan tahun 1993 SMA Negeri 2 Padang menggelar reuni akbar pasca 30 tahun meninggalkan sekolah. Para alumni kembali ke sekolah dengan membawa manfaat tidak hanya kepada warga sekolah, namun juga bagi masyarakat sekitar.
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Barlius saat menghadiri acara reuni tersebut mengapresiasi seluruh rangkaian acara yang sudah disiapkan jauh-jauh hari tersebut. Bahkan, dia juga memuji para alumni.
“Kegiatan ini luar biasa, para alumninya juga sudah kemana-mana, saya mengucapkan terimakasih kepada Ketua Alumni SMA Negeri 2 Padang yang telah kembali ke sekolah yang pernah membesarkannya dengan membawa manfaat bagi masyarakat,” kata Barlius, Sabtu (4/11).
Dia juga memberikan angin segar kepada alumni, khususnya kepada pihak sekolah, dimana gedung di,bagian depan sekolah yang dinilai sudah tua itu, menurut Barlius, Disdik Sumbar telah menyurati Kementerian PUPR agar dapat menganggarkan pembangunan gedung baru dengan dana bersumber dari APBN.
“Gedung depan itu sudah tua dan lapuk, itu tidak mungkin kita pertahankan. Kita sudah mengajukan proposal yang dibuat oleh komite bersama alumni, itu sudah diajukan ke Kementerian. Mudah-mudahan dengan dukungan penuh dari alumni, dalam waktu dekat itu bisa di anggarkan oleh pemerintah pusat,” ucapnya.
Dia juga mengapresiasi sumbangsih yang diberikan oleh alumni 93 ini, dan menyebut sebagai suatu pertanda bahwa SMA negeri 2 Padang akan bangkit dan terus bangkit, dengan dukungan luar biasa yang diberikan para alumninya.
Dikatakan Ketua Alumni Angkatan 93 SMANDUPA, Defrizal Djamalis, acara yang digelar dua hari ini adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat serta sekolah yang telah membesarkannya.
“Sebelumnya sudah dimulai dengan acara Sharing Section, dengan menghadirkan alumni terbaik di angkatan 93 untuk memberikan motivasi dan literasi kepada adik-adik siswa yang akan menamatkan pendidikan di Sekolah ini,” ungkapnya.
Dan di hari kedua ini, dilanjutkan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dimana disiapkan pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat umum, yang dokternya adalah angkatan 93 yang sudah berkompeten di bidang medis.
“Kami menghadirkan 150 warga yang tinggal di sekeliling sekolah untuk mendapatkan pemeriksaan mata gratis. Selain itu, kami juga membagikan sembako kepada masyarakat yang kurang mampu,” sebutnya.
Karena rasa peduli dengan pendidikan generasi penerusnya, Defrizal juga mengatakan, memberikan sumbangsih selain AC, juga ada infokus, paket pendidikan atau try out senilai Rp25 juta, dengan total Rp75 juta. “Kami akan terus berkoordinasi dan berkesinambungan baik dari alumni angkatan 93 maupun dengan pihak sekolah, untuk selalu menjembatani semua kebutuhan sekolah,” katanya.
Sementara, Ketua Pelaksana Acara, Muzhendri yang juga Kapolsek Pauh tersebut, acara ini terlaksana dengan baik tidak lepas dari support yang diberikan oleh rekan-rekan seangkatannya. “Kita menggalang kekuatan dari teman-teman alumni yang berada di dalam negeri dan di luar negeri, yang telah memberikan support-nya sehingga acara yang telah disiapkan kurang lebih empat bulan ini dapat terlaksana dengan baik,” katanya.
Ia juga berharap, kedepannya angkatan 93 sebagai keluarga besar, persaudaraannya dapat terbina dan terjalin dengan baik, dan tidak lupa untuk memberikan perhatian kepada sekolahnya tempat mengenyam pendidikan dulu dengan sumbangsihnya.
Menanggapi kembali hadirnya para alumni dengan membawa manfaat ke sekolah, Kepala SMA Negeri 2 Padang, Nuragusman Eka Putra, terharu dengan reuni Akbar yang telah di selenggarakan oleh angkatan 93 di sekolah yang saat ini dia pimpin, yang dikemas dengan pengabdian kepada masyarakat serta memberikan sumbangsih kepada sekolahnya.
“Bangga dan terharu sekali, setelah 30 tahun mereka bisa kembali lagi ke almamaternya, kita berharap ini dapat memperbaiki kualitas sekolah, sehingga SMA N 2 Padang kedepan menjadi sekolah terbaik,” katanya. (cr2)






