PESSEL, METRO – Entah apa sebabnya, Shanie Fiercelly (29) memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Rabu (6/2) sekitar pukul 21.20 WIB. Calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Pessel itu ditemukan tewas di rumahnya di Sungai Lundang, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pessel.
Shanie F tercatat dalam daftar caleg tetap (DCT) sebagai Caleg DPRD Pessel Dapil 2 yang terdiri dari Kecamatan Koto XI Tarusan, Bayang dan IV Nagari Bayang Utara. Caleg perempuan itu ditemukan oleh anaknya sendiri, Indri (12), saat sedang tergantung di dalam kamarnya dengan tali.
Saat itu, Indri yang mau masuk kamar kaget saat melihat ibunya sudah “melayang” ke langit-langit rumah. Tangisan anak korban membuat Putra (27), saudara korban dan Lili (27), adik angkat korban yang baru datang dari Bengkulu dan menginap di rumah itu kaget. Mereka berlari ke arah kamar Shanie.
Karena curiga, Putra dan Lili membuka pintu kamar, saat itulah sambil menunjuk ke arah atas kepalanya, Indri memperlihatkan korban sudah tergantung. Suami korban, Hendra Joni (37) ketika itu sedang berada di luar rumah kaget mendengar informasi itu. Dia bergegas pulang. Menggunakan pisau, suami korban memotong tali yang melilit leher istrinya.
Kapolsek Koto XI Tarusan Iptu Thamrin membenarkan kejadian tersebut. Menurut keterangan sementara dari saksi, katanya, korban ditemukan pertama oleh anak nyaIndri (12), yang ketika itu sedang berada di dalam rumah bersama korban. Anak korban kaget, sudah dilihat ibunya sudah tergantung di dalam kamar.
“Kebetulan sedang ada saudara korban baru datang dari Bengkulu yang kaget saat mendengar tangisan anak korban. Merasa khawatir, mendengar tangisan anak korban mereka cepat datang. Saat ditanya mana ibu kepada anak korban Indri, anak korban hanya menangis,” tutur Kapolsek.
Selanjutnya, kata Kapolsek, suami korban Hendra Joni, langsung pulang ke rumah dan memotong tali maut itu menggunakan pisau. “Dia mengevakuasi korban dibantu beberapa warga sekitar yang berdatangan ke rumah korban,” tegas Thamrin.
Kata Thamrin, untuk mengetahui lebih pastinya, keluarga korban langsung membawa sang Caleg nomor urut 6 dari Partai Gerindra itu ke Pukesmas Barung-Barung Belantai, Kecamatan Koto XI Tarusan. Dari hasil pemeriksan dokter Pukesmas, sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Baik itu benda tumpul atau benda tajam.
“Karena keluarga korban masih kurang puas dengan hasil pemeriksaan pihak Pukesmas, korban dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumbar di Padang. Dan perkara masih dalam penyelidikan lebih lanjut polisi,” katanya. (rio)





