METRO SUMBAR

Pelatihan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa Ditutup, Atasi Masalah Pembangunan dan Gerakan Ekonomi Desa

2
×

Pelatihan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa Ditutup, Atasi Masalah Pembangunan dan Gerakan Ekonomi Desa

Sebarkan artikel ini
PIAGAM PENGHARGAAN— Kepala Dinas PMD Sumbar, Amasrul dan Perwakilan Dirjen Bina Pemerintahan dan Desa Kemendagri usai menyerahkan piagam penghargaan kepada peserta Pelatihan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa, Kamis (2/11).

PADANG, METRO–Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa dan Pe­ngurus Kelembagaan Desa yang merupakan Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) resmi ditutup, Kamis (2/11) di salah satu hotel di Kota Padang. Pe­latihan ini dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan dan Desa, Kementerian Dalam Ne­geri (Kemendagri) bekerja sama de­ngan Dinas Pemberdayaan Masya­rakat dan Desa (PMD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

“Antusias para peserta mengikuti pelatihan ini mencapai 99 persen. Yang tidak dapat mengikuti kegiatan ini benar-benar karena tidak bisa hadir dengan alasan kesehatan. Ba­nyak aparatur desa atau nagari meminta kegiatan seperti ini dilanjutkan,” ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Sumbar, Amasrul, Kamis, (2/11) usai penutupan pelatihan.

Amasrul menambahkan, dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan peserta dapat melaksa­nakan dan mengimplementasikan hasilnya saat bertugas melayani masyarakat di desa dan nagari. “Pelatihan ini agar dapat meningkatkan kapasitas aparatur desa dan nagari dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Kita berharap, melalui kegiatan ini pembangunan dan pengelolaan pemerintah desa dan nagari itu terlaksana dengan baik,” sambungnya.

Baca Juga  Ketua GOW Pasaman Barat, Hadiri Panen Hadiah Simpedes BRI Cabang Simpang Empat

Kata Amasrul, fokus kegiatan pelatihan tersebut adalah aparatur desa dan nagari dapat menyelesaikan permasalah dalam pemba­ngunan dan kesejahteraan masya­rakat  di desa dan nagari. Selain itu juga menggerakkan roda perekonomian di desa dan nagari, dengan menghidupkan Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag).

Analis Kebijakan Ahli Muda Di­rektorat Jenderal Bina Pemerintahan dan Desa Kemendagri, Sandra, mengatakan, kegiatan pelatihan ini di bagi menjadi enam angkatan, de­ngan masing-masing angkatan men­dapat waktu pelatihan selama empat hari. “Jadi ini penutupan untuk angkatan terakhir yang sempat kosong beberapa waktu, karena hotel-hotel di Kota Padang semuanya penuh,” ungkapnya.

Baca Juga  " Musyawarah Terintegritas ", Bupati Pessel Berharap Prevalensi Stunting di Pessel menurun

Dijelaskannya lagi, dalam kegiatan ini selain untuk meningkatkan kapasitas pemerintah desa, juga bertujuan agar perangkat-perangkat desa lebih “khatam” tugas-tugas­nya. “Harapan kami antara pemerintah desa dengan kelembagaan-kelembagaan desa menjadi sinergitas. Hasil dari pelatihan ini dapat di implementasikan ketika kembali ke desa,” harapnya.

Dijelaskannya, dana pendapatan desa yang terbesar adalah dari dana desa yang bersumber dari APBN. Menurutnya, dana tersebut perlu pengawalan dan pembinaan agar perangkat desa tidak terseret kasus korupsi, karena ketidaktahuannya dalam mengelola dana desa.

“Harapan kami, untuk tahun depan Provinsi Sumatera Barat mendapatkan pelatihan pengelolaan keuangan desa. Tahun ini memang belum ada, hanya ada empat provinsi di Indonesia yang mendapatkan pelatihan tersebut yakni, Lampung, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, serta Jawa Timur,” tutupnya.(cr2)