BERITA UTAMA

Pekerja Tewas Kesetrum Tegangan Tinggi di Lantai 3

0
×

Pekerja Tewas Kesetrum Tegangan Tinggi di Lantai 3

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI— Tim SAR bersama Polisi mengevakuasi pekerja yang tewas kesetrum di kawasan Batang Kabung Ganting, Kecamatan Koto Tangah.

PADANG, METRO–Seorang pria ditemukan tewas terge­letak di lantai tiga bangunan di kawasan Batang Kabung Ganting, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Rabu (1/11) sekitar pukul 17.00 WIB. Diduga, pria itu tewas akibat tersengat listrik tegangan tinggi saat keberja.

Pascakejadian, Polisi dari Polsek Koto Tangah bersama Koramil dan Tim Inafis Polresta Padang datang ke lokasi untuk me­ngecek kondisi korban. Sedangkan untuk evakuasi jenazah dari lantai tiga tersebut, dilakukan oleh Tim dari Basarnas Padang.

Terlihat, tim memasukkan jenazah korban yang mengenakan jaket dan baju kaos hitam serta celana krem, ke dalam kantong mayat. Setelah itu, diikatkan ke tandu dan kemudian diturunkan dengan meng­guna­kan tali dari lantai tiga. Selanjutnya, jena­zah korban dibawa ke rumah sakit terdekat.

Panit I Sabhara Polsek Koto Tangah, Aiptu Zulfahmi yang berada di lokasi kejadian mengatakan, korban dievakuasi bersama-sama personel Basarnas dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.

“Korban merupakan seorang laki-laki yang saat kejadian tengah bekerja di lantai dua sebuah bangunan. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian,” kata Zulfahmi, ketika dihubungi wartawan.

Zulfahmi belum menjelaskan secara detail ba­gaimana kronologi peristiwa ini, namun mengakui lokasi tempat korban bekerja terdapat tower dan di dekatnya ada kabel tegangan tinggi.

“Kalau dilihat dari tubuh korban yang sudah terkapar tak bernyawa, memang ada tanda-tanda luka bakar pada tubuh korban. Luka itu disebabkan sengatan arus listrik. Untuk kasusnya ditangani jajaran Reskrim,” ujar Zulfahmi.

Terpisah, Kasi Ops Kan­tor SAR Padang, Mahmud Afandi mengatakan korban dilaporkan tersengan listrik sekitar pukul 17.00 WIB dan pihaknya dapat kabar sekitar pukul 17.20 WIB.

“Kami bergerak dengan mengirimkan lima orang personel berikut dengan beberapa peralatan untuk membantu melakukan evakuasi terhadap kor­ban. Proses evakuasi dilakukan setelah dipastikan tidak ada aliran listrik di lokasi ,” ungkap Mahmud Afandi. (cr2)