BERITA UTAMA

Sempat Hilang lalu Ditemukan Selamat, Dua Nelayan Terombang-ambing 28 Jam di Tengah Laut

0
×

Sempat Hilang lalu Ditemukan Selamat, Dua Nelayan Terombang-ambing 28 Jam di Tengah Laut

Sebarkan artikel ini
NELAYAN DITEMUKAN—Dua nelayan yang sempat dilaporkan hilang saat melaut sudah berhasil ditemukan dalam kondisi selamat di Ulakan Tapakis.

PADANG, METRO–Sempat dilaporkan hilang saat melaut, Dua nelayan yang sempat dilaporkan hilang saat melaut di perairan Pulau Sibonta Kota Padang, berhasil ditemukan di perairan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padangpariaman, Selasa (31/10) sekitar pukul 11.00 WIB.

Beruntungnya, dua nelayan bernama Syafrianto (34) dan Efendi (35) yang sudah lebih 24 jam hilang, saat ditemukan oleh nelayan dalam kondisi selamat dan sehat. Kedua nelayan itu bersama perahunya selanjutnya dievakuasi ke TPI Ulakan.

Kepala Kantor SAR Pa­dang, Abdul Malik membenarkan kedua nelayan dilaporkan hilang kontak sejak, Senin (30/10) berhasil ditemukan selamat. Menurutnya, kedua nelayan berhasil ditemukan oleh nela­yan Ulakan, Kabupaten Pa­dangpariaman.

“Nelayan menemukan kedua korban dalam ke­adaan kapal terapung-apung di peraian Ulakan Tapakis. Posisinya berada di tengah laut,” ungkap Abdul Malik kepada wartawan.

Dikatakannya, setelah ditemukan dalam kondisi selamat, tim gabungan langsung mengevakuasi korban dan perahu korban ke tepi pantai.  “Kedua korban ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB. Bersama kapal sudah dibawa ke TPI Ulakan,” jelasnya.

Sementara,  nelayan yang pertama kali menemukan kedua korban, Ardicon (38) mengatakan, proses evakuasi korban dan perahunya berlangsung hingga pukul 11.00 WIB. Setelah dievakuasi, ma­syarakat memberikan makanan dan minuman kepada kedua korban.

“Tadi ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB, posisinya sedang terapung-apung. Saya menemukan kedua nelayan itu ketika pergi melaut pada pagi hari. Kondisi perahunya sudah tergenang air laut,” ungkap Ardicon.

Ditambahkan Ardicon, usai menemukan kedua nelayan yang terapung-apung, dirinya kemudian berupaya untuk mengevakuasinya. Ia pun mengikat perahu kedua nelayan itu ke perahunya.

“Setelah agak tinggi posisinya, saya minta untuk menimba air yang menggenanginya. Setelah air yang menggenangi ba­gian dalam kapal milik korban, selanjutnya dilakukan penarikan untuk dibawa ke Pantai Muara Ulakan. Penarikan dilakukan dikare­nakan mesin kapal tidak bisa hidup akibat terendam di dalam air. Untuk proses evakuasi berlangsung sekitar 1,5 jam,” pungkasnya. (cr2)