PADANG, METRO–Tak kunjung pulang usai pergi mencari ikan menggunakan perahu kayu, dua orang nelayan dilaporkan hilang di perairan Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Senin (30/10).
Hilangnya kedua nelayan itu membuat keluarganya yang berada di rumah menjadi cemas dan panik. Terlebih, kedua nelayan itu hanya membawa bekal berupa sebungkus nasi goreng dan air mineral dua liter.
Hingga kini, dua nelayan bernama Syafrianto (36) dan Efendi (36) yang merupakan warga Pasia Nan Tigo, belum diketahui keberadaannya. Para nelayan pun sudah berusaha melakukan pencarian dengan menggunakan perahu, tapi belum membuahkan hasil.
Lurah Pasie Nan Tigo, Rendra Arivally membenarkan adanya insiden hilangnya dua orang nelayan. Setelah mendapat laporan, dirinya langsung mendatangi rumah kedua nelayan yang dilaporkan hilang saat melaut untuk memastikan adanya kejadian itu.
“Saya saat ini sedang berada di lokasi. Berdasarkan keterangan dari keluarganya, kedua nelayan ini sempat berpamitan kepada keluarganya dan berangkat mencari ikan pada pukul 04.00 WIB menggunakan biduk jaring dari Pantai Pasie Nan Tigo,” ungkap Rendra.
Ditambahkan Rendra, kedua nelayan berangkat melaut hanya berbekal nasi goreng satu bungkus dan air mineral dua liter. Sehingga, bekal yang mereka bawa tidak mencukupi untuk keduanya dari pagi hingga malam ini (kemarin-red).
“Mereka memang biasa membawa bekal sedikit saja. Karena mereka berangkat dengan satu biduk, biasanya pada pukul 09.00 WIB sudah kembali pulang. Makanya, keluarga menjadi sangat khawatir dengan keduanya lantaran belum juga pulang. Keluarga pun melapor kepada kami,” jelas Rendra.
Dikatakan Rendra, peristiwa ini sudah dilaporkan ke petugas BPBD Kota Padang untuk membantu proses pencarian kepada kedua nelayan. Pasalnya, masyarakat sudah berusaha melakukan pencarian ke beberapa pulau kecil yang biasa menjadi tempat persinggahan nelayan, tetapi belum membuahkan hasil. .
“Posisi kedua nelayan tidak diketahui sama sekali. Kedua korban juga tidak membawa Handphone (Hp) sehingga menyulitkan kita mengetahui keberadaannya. Sedangkan cuaca saat mereka berangkat melaut informasinya kurang bagus dan gelombang juga tinggi,” pungkasnya.
Terpisah, epala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, Al Banna mengakui pihaknya baru mendapat laporan adanya dua nelayan yang hilang pada malam ini (kemarin-red). Untuk itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Basarnas Padang dan Satbrimob Polda Sumbar.
“Dua nelayan itu sampai saat ini belum balik. Kami sudah menghubungi Brimob dan Kantor SAR Padang. Pencarian akan dilakukan besok pagi (hari ini-red). Karena pencarian tidak memungkinkan dilakukan pada malam hari,” tutupnya. (cr2)






