BERITA UTAMA

2 Nelayan Pasie Nan Tigo Dilaporkan Hilang, Pergi Melaut tapi Tak Kunjung Pulang, Bebekal Sebungkus Nasi Goreng dan 2 Liter Air Minum

2
×

2 Nelayan Pasie Nan Tigo Dilaporkan Hilang, Pergi Melaut tapi Tak Kunjung Pulang, Bebekal Sebungkus Nasi Goreng dan 2 Liter Air Minum

Sebarkan artikel ini
NELAYAN HILANG— Warga beramai-ramai datang ke rumah dua nelayan yang dilaporkan hilang di Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah.

PADANG, METRO–Tak kunjung pulang usai pergi mencari ikan menggu­nakan perahu kayu, dua orang nelayan dilaporkan hilang di perairan Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Senin (30/10).

Hilangnya kedua nela­yan itu membuat keluar­ganya yang berada di ru­mah menjadi cemas dan panik. Terlebih, kedua nela­yan itu hanya membawa bekal berupa sebungkus nasi goreng dan air mineral dua liter.

Hingga kini, dua nela­yan bernama Syafrianto (36) dan Efendi (36) yang merupakan warga Pasia Nan Tigo, belum diketahui keberadaannya. Para nela­yan pun sudah berusaha melakukan pencarian de­ngan menggunakan pera­hu, tapi belum membuah­kan hasil.

Lurah Pasie Nan Tigo, Rendra Arivally mem­be­nar­kan adanya insiden hilangnya dua orang nela­yan. Setelah mendapat laporan, dirinya langsung mendatangi rumah kedua nelayan yang dilaporkan hilang saat melaut untuk memastikan adanya ke­jadian itu.

Baca Juga  Tunjangan Guru PPPK 2021 jadi Penyemangat Honorer Lulus Tes

“Saya saat ini sedang berada di lokasi. Berda­sarkan keterangan dari keluarganya, kedua nela­yan ini sempat berpamitan kepada keluarganya dan berangkat mencari ikan pada pukul 04.00 WIB meng­gunakan biduk jaring dari Pantai Pasie Nan Tigo,” ungkap Rendra.

Ditambahkan Rendra, kedua nelayan berangkat melaut hanya berbekal nasi goreng satu bungkus dan air mineral dua liter. Sehingga, bekal yang me­reka bawa tidak mencukupi untuk keduanya dari pagi hingga malam ini (ke­marin-red).

“Mereka memang bia­sa membawa bekal sedikit saja. Karena mereka be­rangkat dengan satu bi­duk, biasanya pada pukul 09.00 WIB sudah kembali pu­lang. Makanya, keluar­ga menjadi sangat kha­watir dengan keduanya lantaran belum juga pu­lang. Ke­luarga pun me­lapor kepada kami,” jelas Rendra.

Dikatakan Rendra, pe­ris­tiwa ini sudah dilaporkan ke petugas BPBD Kota Pa­dang untuk membantu pr­oses pencarian kepada kedua nelayan. Pasalnya, masyarakat sudah ber­usaha melakukan penca­rian ke beberapa pulau kecil yang biasa menjadi tempat persinggahan nela­yan, tetapi belum mem­buahkan hasil. .

Baca Juga  Payakumbuh Kota Terbaik di Indonesia dalam Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem

“Posisi kedua nelayan tidak diketahui sama sekali. Kedua korban juga tidak membawa Handphone (Hp) sehingga menyulitkan kita mengetahui kebe­rada­annya. Sedangkan cuaca saat mereka berangkat melaut informasinya ku­rang bagus dan gelombang juga tinggi,” pungkasnya.

Terpisah, epala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, Al Ban­na mengakui pihaknya ba­ru mendapat laporan ada­nya dua nelayan yang hi­lang pada malam  ini (ke­marin-red). Untuk itu, pi­haknya langsung ber­koor­dinasi dengan Basar­nas Padang dan Satbrimob Polda Sumbar.

“Dua nelayan itu sam­pai saat ini belum balik. Kami sudah menghubungi Brimob dan Kantor SAR Padang. Pencarian akan dilakukan besok pagi (hari ini-red). Karena pencarian tidak memungkinkan dila­kukan pada malam hari,” tutupnya. (cr2)