BERITA UTAMA

Prabowo: Usia bukan Penghalang Berbuat Baik untuk Rakyat

0
×

Prabowo: Usia bukan Penghalang Berbuat Baik untuk Rakyat

Sebarkan artikel ini
Bakal capres dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto saat wawancara oleh awak media

JAKARTA, METRO–Bakal capres dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto menilai usia bukan menjadi kriteria utama dalam memberikan kesempatan kepada seseorang. Menurut Ketum Gerindra ini, yang terpenting yakni memiliki hasrat dan niat yang baik untuk membangun bangsa.

“Kalau ada seorang ataukah dia muda, tua, menengah niatnya baik hasratnya baik ingin berbuat baik untuk rakyat dan masyara­kat harus kita kasih kesempatan. Dan itulah tekad saya. Jadi saya kira bukan usia yang jadi kriteria, tapi hasrat dan niat. Ada anak muda yang niatnya hanya foya-foya, ada orang tua juga hidupnya hedon,” kata Prabowo dalam acara dek­larasi Pemuda Penerus Negeri di Djakarta Theater, Jakarta Pusat.

Prabowo mengaku se­lalu memberikan kesem­patan kepada orang-orang yang dianggapnya punya kemampuan dan keahlian.

“Saya tidak peduli latar belakang, orang tuanya siapa, ras, agamanya apa. Kalau dia benar-benar mam­pu, berhasrat, berniat, dan beritikad baik, itu yang saya dorong, dari dulu itu pendirian dan keyakinan saya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Menteri Pertahanan Ri itu pun me­ngatakan, dirinya selalu memikirkan nasib anak muda agar memiliki masa depan yang lebih baik.

“Itulah pikiran kami-kami ini. Generasi kami adalah generasi jembatan. Kita adalah generasi jem­batan yang siap diinjak untuk generasi Indonesia yang gemilang dan hebat,” imbuhnya.

Bakal Lanjutkan Program Kerja Jokowi

Pada kesempatan itu, Prabowo menegaskan akan melanjutkan program kerja Presiden Joko Wido­do jika terpilih menjadi presiden dalam pemilihan umum (pemilu) tahun 2024.

“Arahnya (kebijakan Jokowi) sudah benar, ja­ngan ragu, jangan plin-plan, harus tegas. Saya tegas, saya akan lanjutkan program Pak Jokowi. Saya tegas mengatakan itu,” kata Prabowo.

Prabowo menilai program kerja dan kebijakan Jokowi telah menjadi pon­dasi bagi Indonesia untuk menjadi negara maju pada 2045. “Saya benar-benar meyakini bahwa semua yang dilakukan (Jo­kowi) harus kita lanjutkan, dan harus kita sempur­nakan, dan harus kita tambah bila perlu,” ucap Prabowo.

Salah satu kebijakan Jokowi yang akan dilanjut­kan adalah hilirisasi sum­ber daya alam (SDA). “Ja­di, konsep hilirisasi ini salah satu dari kebijakan strategi yang menentukan apakah kita terus begini, maju maju, tapi tidak lompat. Kita ingin melompat jadi negara makmur,” imbuhnya.

Apabila terpilih men­jadi presiden pada 2024, dengan kebijakan hilirisasi SDA, Prabowo ingin me­lihat masyarakat Indonesia menggunakan motor dan mobil hasil produksi dalam negeri, serta tak lagi bergaji sebesar upah minimum regional (UMR). Pra­bowo menargetkan penda­patan per kapita Indonesia mencapai 30 ribu dolar AS per tahun pada 2045 se­hingga Indonesia masuk kategori negara maju.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Bah­lil Lahadalia, menyebut Prabowo Subianto menjadi bakal calon presiden yang se­ring membicarakan hiliri­sasi SDA. Menurutnya, pe­ne­rapan hilirisasi SDA mem­butuhkan pemimpin dengan nasionalisme dan integritas yang kuat, agar tidak disetir oleh negara lain.

“Contoh ketika IMF (International Monetary Fund) mau mengintervensi kita yang mau melarang ekspor nikel, kalau pre­sidennya lemah, sudah lewat barang itu, pasti kita sudah ekspor lagi,” kata Bahlil. (jpg)