JAKARTA, METRO–Bakal capres dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto menilai usia bukan menjadi kriteria utama dalam memberikan kesempatan kepada seseorang. Menurut Ketum Gerindra ini, yang terpenting yakni memiliki hasrat dan niat yang baik untuk membangun bangsa.
“Kalau ada seorang ataukah dia muda, tua, menengah niatnya baik hasratnya baik ingin berbuat baik untuk rakyat dan masyarakat harus kita kasih kesempatan. Dan itulah tekad saya. Jadi saya kira bukan usia yang jadi kriteria, tapi hasrat dan niat. Ada anak muda yang niatnya hanya foya-foya, ada orang tua juga hidupnya hedon,” kata Prabowo dalam acara deklarasi Pemuda Penerus Negeri di Djakarta Theater, Jakarta Pusat.
Prabowo mengaku selalu memberikan kesempatan kepada orang-orang yang dianggapnya punya kemampuan dan keahlian.
“Saya tidak peduli latar belakang, orang tuanya siapa, ras, agamanya apa. Kalau dia benar-benar mampu, berhasrat, berniat, dan beritikad baik, itu yang saya dorong, dari dulu itu pendirian dan keyakinan saya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Menteri Pertahanan Ri itu pun mengatakan, dirinya selalu memikirkan nasib anak muda agar memiliki masa depan yang lebih baik.
“Itulah pikiran kami-kami ini. Generasi kami adalah generasi jembatan. Kita adalah generasi jembatan yang siap diinjak untuk generasi Indonesia yang gemilang dan hebat,” imbuhnya.
Bakal Lanjutkan Program Kerja Jokowi
Pada kesempatan itu, Prabowo menegaskan akan melanjutkan program kerja Presiden Joko Widodo jika terpilih menjadi presiden dalam pemilihan umum (pemilu) tahun 2024.
“Arahnya (kebijakan Jokowi) sudah benar, jangan ragu, jangan plin-plan, harus tegas. Saya tegas, saya akan lanjutkan program Pak Jokowi. Saya tegas mengatakan itu,” kata Prabowo.
Prabowo menilai program kerja dan kebijakan Jokowi telah menjadi pondasi bagi Indonesia untuk menjadi negara maju pada 2045. “Saya benar-benar meyakini bahwa semua yang dilakukan (Jokowi) harus kita lanjutkan, dan harus kita sempurnakan, dan harus kita tambah bila perlu,” ucap Prabowo.
Salah satu kebijakan Jokowi yang akan dilanjutkan adalah hilirisasi sumber daya alam (SDA). “Jadi, konsep hilirisasi ini salah satu dari kebijakan strategi yang menentukan apakah kita terus begini, maju maju, tapi tidak lompat. Kita ingin melompat jadi negara makmur,” imbuhnya.
Apabila terpilih menjadi presiden pada 2024, dengan kebijakan hilirisasi SDA, Prabowo ingin melihat masyarakat Indonesia menggunakan motor dan mobil hasil produksi dalam negeri, serta tak lagi bergaji sebesar upah minimum regional (UMR). Prabowo menargetkan pendapatan per kapita Indonesia mencapai 30 ribu dolar AS per tahun pada 2045 sehingga Indonesia masuk kategori negara maju.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Bahlil Lahadalia, menyebut Prabowo Subianto menjadi bakal calon presiden yang sering membicarakan hilirisasi SDA. Menurutnya, penerapan hilirisasi SDA membutuhkan pemimpin dengan nasionalisme dan integritas yang kuat, agar tidak disetir oleh negara lain.
“Contoh ketika IMF (International Monetary Fund) mau mengintervensi kita yang mau melarang ekspor nikel, kalau presidennya lemah, sudah lewat barang itu, pasti kita sudah ekspor lagi,” kata Bahlil. (jpg)






