METRO PADANG

Kucing-kucingan dengan Satpol PP, Marak, “Akamsi” Minta Uang Parkir di Jembatan Siti Nurbaya

0
×

Kucing-kucingan dengan Satpol PP, Marak, “Akamsi” Minta Uang Parkir di Jembatan Siti Nurbaya

Sebarkan artikel ini
PARKIR ILEGAL — Seorang pemuda Akamsi berjalan kembali ke rombongannya setelah meminta uang parkir sebesar Rp3.000 ke salah seorang pengunjung, di atas jembatan Siti Nurbaya, Jumat (27/10) malam. Seharusnya kawasan jembatan Siti Nurbaya tidak boleh parkir kendaraan tak ada tukang parkir ilegal.

BATANG ARAU, METRO–Jembatan Siti Nurbaya sejatinya bebas dari ken­daraan dan parkir. Namun, masih ada juga pengunjung yang memarkirkan kendaraan di atas jembatan, sehingga para pemuda yang mengaku “Akamsi” (Anak Kampung Sini) bermunculan dan meminta parkir.

Sebelumnya kawasan ini sudah sering ditertibkan Polsek Padang Selatan, sehingga tak ada lagi pungli yang berkedok parkir.

Pantauan POSMETRO, Jumat (27/10) malam, pemuda Akamsi meminta retribusi parkir bagi setiap pengunjung yang datang berkunjung. Tidak hanya itu, Akamsi tersebut kucing-kucingan dengan petugas Satpol PP.

Jumat malam ketika petugas Satpol PP Padang melakukan pengawasan terhadap para pengunjung, namun para akamsi ini menghilang.

Salah seorang pengunjung bernama Adi Prima (26), mengaku dimintai uang parkir oleh pemuda. Adi diminta uang parkir sebesar Rp3000 untuk sekali parkir.

Tidak hanya Adi, Akamsi tersebut juga menyusuri pengunjung lainnya yang baru datang, dan kembali memintai uang dengan jumlah yang sama.

“Dia meminta uang par­kir dengan mengatasnamakan pemuda. Pengakuannya uang tersebut dipergunakan untuk keperluan pribadi, seperti beli rokok dan lainnya,” kata Adi.

Dengan kondisi seperti itu, memberikan rasa tidak nyaman bagi masyarakat atau pengunjung yang datang untuk menikmati suasana dan pemandangan di jembatan ikonik Kota Pa­dang tersebut.

“Harapannya kepada pemerintah untuk dapat menertibkan tukang parkir yang seperti ini, jembatan Siti Nurbaya ini salah satu icon Kota Padang dan me­rupakan milik bersama, seharusnya tidak ada perlakuan seperti ini dengan meminta uang parkir untuk keperluan pribadi,” ungkapnya lagi.

Sementara itu, Kabid Tibumtranmas Satpol-PP, Rozaldi Rosman, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk menertibkan pungli yang dilakukan oleh pemuda Akamsi.

“Kami mendapatkan informasi ada laporan bahwa ada yang melakukan aksi pungutan liar di kawasan jembatan Siti Nurbaya. Kami menghimbau kepada masyarakat untuk mengambil dokumen berupa foto dan video agar dapat ditindak lanjuti,” katanya.

Sebutnya, petugas Satpol-PP sudah konsisten untuk melakukan pengawa­san disana, namun tidak ditemukan adanya pemuda yang melakukan aksi pungli. Selain itu, jika diketahui siapa yang melakukan pungli pihaknya akan berkoordinasi dengan Polsek Padang Selatan untuk menertibkannya.

Selain itu, bagi masya­ra­kat yang mengunjungi jembatan Siti Nurbaya bagi roda dua dan roda empat diarahkan untuk parkir ke arah bawah jembatan, untuk menciptakan keamanan dan ketertiban umum. (cr2)