PADANG, METRO–Universitas Islam negeri (UIN) Imam Bonjol (IB) Padang, menyelenggarakan wisuda ke-90 di kampus III Sungai Bangek. Kegiatan ini dilaksanakan di gedung J, dihadiri ratusan wisudawan dan wisudawati dan keluarga, Sabtu (28/10).
Pasalnya, wisuda tahun ini, menjadi momen bersejarah bagi UIN IB Padang, yang telah berdiri selama lima dekade dan terus berkomitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas dengan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Selain itu, UIN IB Padang, sebagai salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dimandati untuk terus bertransformasi dalam bidang institusi, internasionalisasi dan digitalisasi.
Rektor UIN IB Padang, Prof. Dr. Martin Kustati, M.Pd, berterima kasih kepada seluruh wisudawan beserta keluarga, yang telah memilih UIN IB Padang sebagai perguruan tinggi tempat mengkaji, dan mengaji serta, bertualang di altar ilmu dan samudera pengetahuan.
“Pada tahun ini UIN IB Padang menempati posisi ke 5 di Indonesia menjadi PTKIN yang paling diminati dalam Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) – PTKIN tahun 2023. Hal ini merupakan sebuah bukti, bahwa UIN IB Padang mendapatkan tempat dihati masyarakat Indonesia,”katanya.
Selain itu, Martin Kustati berharap, momentum ini mampu menjadi epicentrum dan leading dalam mengaplikasikan kajian-kajian keagmaan, sains dan teknologi bagi para lulusannya di dunia nyata.
“Hendaklah wisudawan semua memiliki semangat dan antusiasme dalam menghadapi masa depan serta menjaga nilai-nilai moral dan etika dalam hidup sehingga menjadi pribadi yang jujur, berintegritas, dan bertanggung jawab,” pesannya.
Tahun ini, wisuda ke-90 UIN IB ini, mencetak sebanyak 1.865 orang dari berbagai Program Studi, mulai dari Program Pascasarjana, Strata I, dan Diploma III.
Di hari pertama di selenggarakan wisuda mahasiswa Pascasarjana dan Strata I Fakultas Syari’ah ini, di hiasi dengan rasa bangga dan bahagia bagi keluarga wisudawan yang datang untuk menyaksikan prosesi wisuda.
“Alhamdulillah, anak saya menjadi salah satu lulusan terbaik wisuda ke-90 UIN IB tahun ini, ini adalah suatu kebanggaan bagi saya, karena sudah berhasil mengantarkan anak saya sebagai seorang sarjana,” ungkap salah seorang orang tua wisudawan, Eni Yanti.
Selain itu, kata Eni, keluarganya bukanlah orang yang berada, yang berhamburan harta. Tetapi hari ini anaknya membuktikan kepadanya bahwa mampu lulus dengan predikat terbaik. (cr2)






