BERITA UTAMA

Panas Setiap Lini

0
×

Panas Setiap Lini

Sebarkan artikel ini

EL CLASICO jilid pertama di Liga Spanyol diprediksi bakal panas di setiap lini dalam duel Barcelona vs Real Madrid. Hajatan besar bakal tersaji akhir pekan ini di Liga Spanyol 2023-2024.

Partai sarat gengsi ber­tajuk El Clasico antara Barcelona dan Real Madrid menjadi sorotan utama pada jornada ke-10 Liga Spanyol. Pada El Clasico jilid pertama musim ini, Barcelona didapuk sebagai tuan rumah. Laga pun b­a­kal berlangsung di Stadion Olimpiade Lluis Com­pa­nys, Sabtu (28/10) pukul 21.15 WIB.

Pemenang El Clasico nanti diyakini bakal sema­kin memanaskan persai­ngan di papan atas klase­men se­mentara Liga Spa­nyol. Pa­sal­nya, dua musuh bebuyu­tan tersebut hanya berjarak 1 poin. Real Mad­rid untuk sementara me­nguasai pu­cuk klasemen dengan ko­leksi 25 poin. Adapun Bar­celona berada di urutan ke-3 dengan 24 poin.

Bukan El Clasico nama­nya jika duel dahsyat di kompetisi tertinggi Negeri Matador tersebut tidak panas. Bahkan panasnya laga tersebut diprediksi bakal hadir di setiap lini mulai dari pihak pemain hingga pelatih.

Dua otak di balik layar dari masing-masing kubu akan memiliki peranan penting demi meme­nang­kan pertandingan. Dari pihak El Barca, mereka memiliki Xavi Hernandez. Sementara dari kubu El Real, tim ibu kota diasuh oleh Carlo Ancelotti.

Duel di Stadion Olim­piade Lluis Companys ba­kal menjadi pertemuan ke-8 kedua pelatih. Pada tujuh pertemuan se­belumnya, sejauh ini kedua juru taktik su­dah saling menga­lahkan. Xavi Her­nan­dez mengumpulkan empat kemenangan sedangkan Carlo An­celotti mendapati tiga kemenangan da­lam edisi El Clasico se­belum-sebe­lum­nya.

Pertarungan se­ngit yang akan me­megang kendali di­yakini ada di area lini tengah. Pos lini te­ngah menjadi krusial bagi Barcelona dan Real Madrid mengi­ngat duel kedua tim tak pernah lepas dari peranan para pemain gelandang.

Laporan dari LALIGA menjelaskan bahwa Bar­celona rata-rata meme­gang penguasaan bola men­capai 69,3 persen, menjadi ter­tinggi di Liga Spanyol se­telah Las Palmas.

Musim ini, Xavi m­e­ngan­dalkan dua gelandang veteran seperti Ilkay Guen­dogan dan Oriol Romeu. Pedri, Gavi, dan Frenkie de Jong bergantian meleng­kapi kedua pemain tadi untuk menggenapi trio lini tengah.

Sementara itu, Real Madrid dihuni oleh ge­landang-gelandang muda energik seperti Aurélien Tchouaméni, Federico Val­verde, Eduardo Cama­vi­nga dan Jude Bellingham. Bahkan Jude Bellingham sendiri menjadi gelandang mematikan bagi El Real berkat koleksi golnya yang mencapai 8 buah di Liga Spanyol. Perolehannya bah­­kan melampaui penye­rang utama Barcelona, Ro­bert Lewandowski, yang baru mengumpulkan 5 butir.

Tak ketinggalan Real Madrid masih memiliki dua gelandang veteran dalam diri Luka Modric dan Toni Kroos yang bisa menjadi alternatif.

Pertarungan lini bela­kang juga tak kalah mena­rik pada El Clasico jilid per­tama. Dalam beberapa mu­sim terakhir, Xavi Her­nan­dez kerap menem­pat­kan Ronald Araujo sebagai bek kanan untuk meng­hadapi Vinicius Junior di El Clasico. Namun, un­tuk per­temuan per­dana mu­sim ini, duel bakal ber­ganti men­jadi milik Joao Can­celo vs Vinicius.

Bek berusia 29 ta­hun tersebut tampil menjanjikan di awal musim sebagai pin­jaman dari Man City. Menariknya, duel me­­lawan Vinicius akan menjadi yang pertama sebagai bek kanan mengingat kali terakhir keduanya berhadapan pada se­mifinal Liga Champions 2021-2022. Kala itu Can­celo juga dipasang sebagai bek kiri sehingga tidak langsung berduel dengan winger asal Brasil tersebut.

Kedua tim juga sedang dalam performa bagus. Barca sebagai tuan rumah masih bisa meneruskan catatan tak terkalahkan di sepanjang musim ini. Telah memainkan 13 pertan­di­ngan baik di LaLiga mau­pun Liga Champions, anak asuh Xavi Hernández me­raih hasil 10 kemenangan dan 3 imbang.

Semua hasil imbang ter­jadi saat laga away. Artinya ketika bermain di kandang sendiri, Barca punya catatan 100 persen kemenangan. Bahkan dari 7 kemenangan di kandang itu, Barca hanya kebobolan 3 kali dan se­baliknya men­cetak 19 gol.

Terakhir, Barca menga­lahkan Shakhtar Donetsk 2-1 di matchday 3 Liga Champions, Rabu 25 Oktober malam WIB. Kemenangan itu menjadi modal bagus Barca dalam upaya lolos ke babak berikutnya serta menyambut El Clásico.

Di sisi lain, Madrid tentu paham dengan tugas berat yang akan mereka jalani akhir pekan ini. Bertandang ke tim yang belum pernah kalah di kandang jelas tidak mudah.

Tapi catatan Madrid di laga away juga tidak kalah impresif. Musim ini, Los Blancos sudah memainkan 8 pertandingan tandang di LaLiga dan UCL. Hasilnya mereka meraih hasil 6 ke­me­nangan, 1 imbang, dan 1 kekalahan. Satu-satunya kekalahan itu didapat saat melakoni Derby Madrid melawan Atlético Madrid.

Jelang El Clasico, Mad­rid juga mendapatkan mo­dal bagus kala menga­lahkan Braga 1-2 di UCL. Kemenangan itu jelas akan menambah rasa percaya diri skuad besutan Carlo Ancelotti. (*/rom)