POLITIKA

Sumbar Butuh 88.203 Kotak Suara dan 70.276 Bilik Suara

0
×

Sumbar Butuh 88.203 Kotak Suara dan 70.276 Bilik Suara

Sebarkan artikel ini
MONITORING LOGISTIK PEMILU— Ketua KPU Sumbar Surya Efitrimen saat monitoring logistik Pemilu di KPU Kota Bukitinggi dan Solok Selatan beberapa hari lalu.

PADANG, METRO–110 hari menjelang Pe­milu 2024 mendatang, Ko­mi­si Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat (Sum­bar) telah lakukan pengiriman  logistik pemilu berupa bilik suara dan kotak suara. Logistik bilik suara telah dikirimkan ke 18 kabupaten dan kota, sedangkan kotak suara baru di 6 kabupaten dan kota.

“Logistik pengadaan tahap 1 berupa kotak dan bilik suara untuk Sumbar sudah kita kirimkan ke gudang KPU  kabupaten dan kota,” ujar Ketua KPU Sumbar Surya Efitrimen, Kamis (26/10).

Dia merincikan,  untuk pelaksanaan  Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Sumbar membutuhkan 88.203 kotak suara dan 70.276 bilik suara, tinta 35,138, segel kertas 1.689.953 lembar dan segel plastik 456.794 buah.

“Nantinya, di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) membutuhkan lima kotak suara dan empat bilik suara,” tambah Ketua KPU Sumbar, Surya Efitrimen.

Ketua KPU Sumbar me­n­jelaskan, untuk kotak dan bilik suara. Sejumlah KPU kabupaten dan kota sudah menerima logistik yang dikirim dari pihak penyedia.

Dikatakannya, sebanyak 68.808 bilik suara dari 70.276 kebutuhan bilik sua­ra sudah sampai di 18 KPU Kabupaten dan Kota pada Senin  (23/10) lalu.

Kepala Bagian Umum, Keuangan dan Logistik KPU Sumbar Jumiati, mengatakan  sebanyak 1.468 bilik suara akan dikirimkan ke KPU Mentawai, hari ini karena menyesuaikan jadwal kapal yang akan ke Tuapejat.

“Untuk kebutuhan kotak suara sudah dan tengah dikirim ke 19 KPU kabupaten dan kota. Saat ini, sudah didistribusikan kotak suara ke KPU Dharmasraya sebanyak 3.487 buah dan Pesisir Selatan sebanyak 8.230 buah,” ungkap Jumiati.

“Untuk Kota Sawahlunto  telah sampai di gudang dan Kota Solok sudah mulai dikirim kemarin, dan akan sampai hari ini. Sementara untuk kabupaten dan kota lainnya juga su­dah dikirim dan masih ada yang di perjalanan menuju gudang KPU,” ujarnya.

Lebih jauh Jumiati mengatakan, untuk kebutuhan logistik lainnya berupa segel, tinta dan cableties masih dalam proses pro­duksi oleh pihak penyedia.

“Proses pengiriman logistik pemilu serentak dari pihak penyedia kepada KPU, dapat dilacak secara real time menggunakan sistem informasi logistik. Melalui sistem tersebut, KPU Provinsi maupun ka­bu­paten dan kota dapat me­lacak pengiriman logistik, jenis barang yang diki­rim, ketepatan waktu dan lain sebagainya,” katanya lagi.

Ditambahkan Jumiati, untuk memastikan logistik pemilu tetap aman, dilakukan pengamanan yang cu­kup ketat baik pada saat pendistribusian sampai pengamanan di gudang penyimpanan KPU kabupaten dan kota.

“Untuk segel saat ini telah selesai di cetak dan tinggal kirim dari pihak penyedia. Sementara itu, untuk tinta dan kabel ties masih dalam proses pro­duksi,”pungkasnya. (cr1)