PAYAKUMBUH/50 KOTA

Safaruddin: Santri harus Jadi Pejuang Ilmu Pengetahuan

0
×

Safaruddin: Santri harus Jadi Pejuang Ilmu Pengetahuan

Sebarkan artikel ini
PERINGATAN HARI SANTRI—Bupati Limapuluh Kota Safarddin menyampaikan sambutan dalam peringatan Hari Santri.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2023 tingkat Kabupaten Limapuluh Kota dipusatkan di Gor Singa Harau. Bupati Lima­pu­luh Kota, H.Safaruddin Dt.Bandaro Rajo menjadi Inspektur Upacara HSN yang diikuti oleh ribuan santri dari berbagai pondok pesantren se- Limapuluh Kota.

Berlangsung khidmat, upacara HSN turut dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Liko Irwan, Ketua DPRD Limapuluh Kota Deni Asra, Kapolres Lima­puluh Kota AKBP. Ricardo Conrat Yusuf, Ketua PKK sekaligus Ketua BKMT Ny.Nevi Safaruddin, Asisten I Pemkab Limapuluh Kota Herman Azmar, dan sejumlah pim­pinan Pondok Pesantren se-Limapuluh Kota. Bertemakan “Jihad Santri, Jayakan Ne­geri,”, pada peringatan HSN 2023, dirangkaikan dengan penyerahan Pesantren Award, pelantikan Forum Komunikasi Pimpinan Pondok Pesantren, dan disuguhi berbagai atraksi menarik dari se­jumlah santri Ponpes se-Limapuluh Kota.

Membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia, Bupati Safaruddin menyampaikan Hari Santri merupakan momentum bagi santri untuk terus berkontribusi aktif dalam memajukan negeri melawan kebo­dohan dan ketertinggalan. Di mana para santri adalah para pejuang dalam melawan kebodohan dan ketertinggalan. “Santri juga turut berjuang dan mengambil peran di era transformasi digital, me­ngisi ruang-ruang digital untuk memperkuat literasi keagamaan yang mo­derat berdasarkan prinsip Islam rahmatan lil alamin (Islam rahmat bagi alam semesta),” katanya.

Baca Juga  PN Payakumbuh Berbagi Sembako dengan Panti Asuhan

Selain itu, Bupati me­ngatakan, santri harus jadi pejuang ilmu pengetahuan yang tidak kenal lelah mengejar pengetahuan dan kebijaksanaan sebagai senjata utama mereka. Dalam tradisi Islam lanjutnya, jihad intelektual adalah cara untuk membela nilai-nilai keadilan, perdamaian, dan pe­ngetahuan yang menjadikan santri sebagai teladan dalam menjalani jihad ini.

Selain itu, Bupati Safaruddin mengatakan, saat ini penyalahgunaan nar­koba telah menyasar ge­nerasi muda terlebih di era digital, semua informasi dapat diakses de­ngan mudah dan cepat. “Saya mendorong para santri agar lebih cerdas dalam mengambil keputusan dalam bertindak dan diharapkan peran serta orang tua, guru, dan ma­syarakat dalam mewaspadai penyalahgunaan nar­koba,” pungkasnya. (uus)

Baca Juga  Mantan Ketua Panwaslu : Perempuan harus Melek Politik