METRO PADANG

Pasca Dugaan Pelecehan Seksual di SD Baiturrahmah, Pelaku masih Berkeliaran, Wali Murid Ingin Pindahkan Anak, Yovi Krislova: Murid Trauma, tapi Oknum Petinggi Yayasan sudah Mengundurkan Diri

5
×

Pasca Dugaan Pelecehan Seksual di SD Baiturrahmah, Pelaku masih Berkeliaran, Wali Murid Ingin Pindahkan Anak, Yovi Krislova: Murid Trauma, tapi Oknum Petinggi Yayasan sudah Mengundurkan Diri

Sebarkan artikel ini
KETERANGAN— Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, saat diwawancarai wartawan terkait oknum petinggi yayasan SD Baiturrahmah yang menjadi terduga pelaku pelecehan seksual terhadap murid sekolah tersebut, Rabu (25/10).

AZIZ CHAN, METRO–Pascakasus tindak dugaan pelece­han seksual di Sekolah Dasar (SD) Baiturrahmah mencuat dan jadi konsumsi publik, membuat beberapa wali murid menjadi takut dan ingin memindahkan anaknya untuk berse­kolah di SD lain di Kota Padang. Namun, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yovi Krislova menegaskan, bahwa oknum petinggi yayasan sebagai terduga pelaku pelecehan tersebut kini sudah mengundurkan diri sebagai petinggi yayasan.

“Kami menangkap apa yang disampaikan oleh orang tua murid, bahwa jika oknum tersebut masih melakukan aktivitas di sekolah ada trauma atau ketakutan yang dialami oleh anak. Tapi, kemarin yang bersangkutan (terduga pe­la­ku pelecehan) sudah me­ngun­durkan diri dari ya­yasan, dan kemungkinan orang tua tidak jadi memin­dahkan anaknya dari seko­lah itu,” ungkap Yovi kepa­da wartawan, di gedung Youth Center Bagindo Aziz Chan, Rabu (25/10).

Dia juga mengatakan, saat ini kondisi di SD Baiturrahmah tersebut sudah kembali normal untuk dilakukan proses belajar mengajar.

“Kita berharap anak-anak tersebut tidak mengalami soft terapi maupun trauma, kita lewat psikolog dan Dinas DP3AP2KB akan me­mulihkan, sehingga men­­tal anak-anak kembali seperti biasa, Alhamdulillah ini su­dah kembali seperti biasa,” kata Yovi.

Dia juga berharap, untuk kepemimpinan yaya­san berikutnya, pihak yayasan dapat menunjukkan orang yang tepat untuk dapat mengelola yayasan tersebut dengan baik.

“Kami berharap pihak yayasan sekolah dapat memilih orang yang dapat mengelola yayasan tersebut dengan baik,” katanya.

Baca Juga  Kekerasan di Lingkungan Sekolah Cukup Tinggi, Sumbar Dorong Sekolah Ramah Anak untuk Masa Depan Generasi Muda

Untuk mengantisipasi hal yang serupa terjadi di dunia pendidikan Kota Pa­dang, Yovi mengatakan bahwa, jika ada gelagat-gelagat aneh dari pihak sekolah, penjaga sekolah, yayasan maupun guru, dan juga tidak menutup kemungkinan pedagang ataupun yang lainnya yang berada di lingkungan sekolah, Disdikbud akan terus memonitor kasus ini sehingga menjadi pelajaran dan agar para predator pelecehan seksual jera.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, ke depan tidak ada lagi pelecehan-pelecehan seperti ini. Dan ini untung secara representif dibuka oleh anak, sehingga kita dapat mengetahui dan mengantisipasi kemungkinan lebih buruk terjadi,” katanya.

Lanjutnya, saat ini yang berwewenang untuk menindaklanjuti terhadap di­duga oknum tersebut adalah pihak kepolisian, karena orang tua para korban telah membuat laporan polisi di Polresta Padang.

“Ini tergantung pada pelaporan orang tua, karena ini sudah masuk ranahnya kepolisian, kalau pihak kepolisian sudah masuk laporan, mau tidak mau pihak kepolisian tentu harus menindaklanjutinya,” ungkap Yovi.

Dia juga mengatakan, mendukung pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini, agar tidak ada lagi kasus serupa yang terjadi di dunia pendidikan Kota Padang.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah wali murid dilaporkan hendak memindahkan anaknya dari SD Baiturrahmah pascadugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum petinggi di sekolah tersebut.

Baca Juga  Andre Rosiade Ungkap Prabowo Berpihak ke BUMN Industri Pertahanan

Hal tersebut terungkap di saat pertemuan wali murid, pihak SD Baiturrahmah beserta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana (DP3A­P2KB) Kota Padang, Senin (23/10) lalu.

“Anak-anak minta dipindahkan sekolahnya, karena predator pelecehan seksual anak masih berkeliaran di sekolah,” kata wali murid yang tak berkenan disebutkan namanya, Senin (23/10) siang.

Wali murid itu mengatakan, meski anaknya tidak menjadi korban pelecehan seksual, namun dia khawatir akan keselamatan sang anak. Selain itu, katanya, anaknya juga memaksa untuk pindah dari sekolah tersebut karena trauma dengan kejadian yang dialami oleh para korban.

Sementara itu, Kepala SD Baiturrahmah, Dores Okta Feri mengatakan, pelaku pelecehan seksual bukan berstatus guru, melainkan oknum yayasan Baiturrahmah.

“Keliru jika orang tua ingin memindahkan anaknya dari SD Baiturrahmah. Tentu akan berdampak psikis terhadap anak jika berada di sekolah yang baru. Yang jelas, pelaku pelecehan seksual terha­dap siswa-siswi kami ok­num yayasan, bukan guru. Biarlah pada saat ini proses hukum berjalan dan proses belajar mengajar berjalan,” katanya.

Menurut dia, oknum pengurus yayasan tersebut belum dikeluarkan ka­rena belum terbukti bersalah oleh pihak kepolisian.

“Sekarang oknum ter­se­but belum ditetapkan men­jadi tersangka oleh ke­po­lisian. Pihak yayasan akan bertindak mengeluarkan, jika telah dinyatakan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian,” katanya. (cr2)