METRO PESISIR

Kaki Dipasang Besi, Gadis Disabilitas Asal 50 Kota Berharap Kontrak Kerja Tak Diputus

0
×

Kaki Dipasang Besi, Gadis Disabilitas Asal 50 Kota Berharap Kontrak Kerja Tak Diputus

Sebarkan artikel ini
KAKI DIPASANG BESI— Mantan Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi saksikan penderitaan Dina yang kakinya harus dipasang besi.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Sebelas bulan menjalankan tugas mengajar dari rumah orang tuanya di Jorong Tanjuang Aro Selatan Nagari Sikabu-Kabu Tanjuang Aro Pa­dang Panjang (SITAPA) Kecamatan Luhak Kabupaten Limapuluh Kota, Firma Dina gadis manis berusia 27 tahun terlihat tetap semangat me­nantap layar notebook berukuran kecil yang di­tempatkan dimeja ukuran sedang didalam kamarnya. Tak terlihat wajah putus asa maupun kesedihan di wajah gadis berjilbab itu.

Ia tiap hari selalu menjalankan tugas yang di­berikan, meski tak seperti biasanya yang harus bertatap muka dengan anak-anak berkebutuhan khusus yang datang dari berbagai Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat. Sebab pasca operasi kaki, Dina menghabiskan sebagian besar harinya didalam kamar. Kondisi itu diperkirakan akan terus akam berlangsung selama beberapa tahun kedepannya, sebab ia belum mampu ke ke tempatnya bekerja di UPTD Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif di Kuranji Kota Padang.

Kondisi kaki yang ma­sih dipasang besi, membuat Dina harus bekerja dari rumah. Beruntung Kepala UPTD memberikan izin sejak 11 bulan lalu untuk menjalankan kewajiban dari rumah. Meski begitu, Gadis yang me­ngalami cacat kaki sejak lahir itu tetap merasa gusar jika sewaktu-waktu kontrak kerjanya tak lagi diperpanjang karena tidak bisa menjalankan kewajiban di UPTD.

Hal itu ia ungkapkan saat sejumlah wartawan datang berkunjung untuk melihat dari dekat kondisi anak kedua dari tiga bersaudara anak pasangan Rusdi dan Yuselmi itu.

Baca Juga  Tampil sebagai Irup Hari Pahlawan, Yota Balad: Momen Mengenang Jasa dan Pengorbanan Pahlawan

“Saya sebelumnya me­nempuh pendidikan di  Jurusan Pendidikan Luar Biasa, dan saat ini bekerja di UPTD Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif di Kuranji Kota Pa­dang di bagian assesmen bertugas untuk mencaritahu kemampuan sejauh mana kemampuan anak berkebutuhan khusus untuk nantinya akan ditentukan dimana di akan bersekolah,” ucap Dina, bercerit kepada wartawan.

Bendahara Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Sumatera Barat itu juga menambahkan, karena kondisi kaki yang dipasang besi pasca o­perasi, ia terpaksa harus banyak berada dirumah dan tidak bisa lagi datang ke UPTD untuk bekerja.

“Pasca operasi ilizarov pertama pada bulan De­sember 2022 dan kedua Bulan April 2023, kaki saya saat ini dalam proses pe­nguatan tulang. Dan ma­sih akan ada operasi be­rikutnya, tentu saya belum mampu untuk menjalankan tugas dengan datang langsung ke UPTD di Padang,” jelasnya.

Karena belum mampu untuk datang ke UPTD menjalankan tugas, Dina khawatir kontrak kerjanya sebagai Tenaga Honorer tidak akan diperpanjang setelah habis pada akhir Desember tahun 2023.

“Tentu saya khawatir jika kontrak kerja yang akan habis pada Desember ini tidak diperpanjang lagi, sebab saya masih dalam keadaan sakit, mes­ki dalam beberapa bulan terakhir saya tetap menjalankan tugas/kerja dari rumah” tambahnya.

Baca Juga  Dukung Pengembangan Wisata, Buru Hamai Tupai Jadikan Kalender Tahunan

Selain mencemaskan kontrak kerjanya jika tidak diperpanjang lagi, finalis Pemuda Inspiratif Kota 2018  itu juga risau dengan besarnya biaya yang dibutuhkan dalam menjalani beberapa kali lagi operasi kedepannya.

“Untuk operasi memang ditanggung oleh BPJS, namun untuk biaya lainnya berupa biaya obat, tranportasi dan biaya o­rangtua mendampingi cu­kup besar, inilah yang saat ini kendala bagi kedua o­rangtua.” Tutupnya.

Mantan Bupat Kunjungi Dina

Kisah hidup Dina di­dengar oleh Bupati Lima­puluh Kota periode 2016-2021, Irfendi Arbi. Sehingga ia datang langsung untuk melihat dari dekat sekaligus memberikan sedikit bantuan. Irfendi yang datang mengaku terharu dengan ketegaran sekaligus semangat hidup wanita yang juga Tim Pe­nyusun Instrumen Assesmen untuk Anak Berkebutuhan Khusus Tingkat SMP – UPTD LDPI itu.

“ Semangat Dina perlu kita contoh, ditengah kondisi yang ia alami ia tetap tegar. Hal itu terlihat jelas diwajah Dina. Semoga sakitnya segera sembuh dan bisa kembali beraktivitas seperti biasanya,” ujarnya saat melihat Dina bersama rombongan wartawan.

Bagi anda yang ingin membantu meringankan beban Dina agar ia bisa lancar dalam menjalankan operasi berikutnya bisa mengirimkan bantuan atau donasi ke Rekening BRI a/n Firma Dina : 02560101096­5534. (uus)