METRO SUMBAR

Masjid Al Hijrah Padang Area Islamic Centre Bakal Diresmikan Mantan Wakapolri, Pembangunannya Habiskan Dana Rp 7 Miliar

2
×

Masjid Al Hijrah Padang Area Islamic Centre Bakal Diresmikan Mantan Wakapolri, Pembangunannya Habiskan Dana Rp 7 Miliar

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO–Telan biaya pembangunan hingga Rp 7 miliar, Masjid Al Hijrah Padang Area Islamic Centre yang terletak di Jalan Sisingamangaraja 71, Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, akan diresmikan, Jumat (27/10).

Rencananya, peresmian pengunaan masjid dengan desain ikonik dan dilengkapi fasilitas kekinian, dilakukan oleh Mantan Wakapolri, Komjen Pol Gatot Eddy Pramono dan dihadiri Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy.

Pendiri Masjid Al Hijrah Padang Area Islamic Centre, Ustadz Brigjen Pol (Purn) DR Zulkifli AR mengatakan, pembangunan masjid ini membutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang besar, lantaran pembangunannya menghabiskan waktu 3 tahun.

“Visi kami membangun rumah Allah ini, dari masjid kita bangkit. Misinya, back to masjid. Sedankan kebijakannya, masjid untuk kita semua,” ungkap Zulkifli AR yang juga pendiri dan ketua Majelis Hijrah Indonesia saat konferensi pers, Senin (23/10).

Baca Juga  14 Paket Kegiatan Solsel Tuntas Dilelang, Proyek Infrastruktur Paling Mendominasi

Zulkifli AR menjelaska. masjid ini berdiri di atas tanah yang dihibahkannya dengan luas 600 meter persegi. Lokasi masjid ini terletak di Jalan Sisingamangaraja, Simpamg Haru, Kota Padang.

“Sebelumnya peletakan baru pertama dilaksanakan pada 2 Oktober 2020 lalu oleh Irjen Pol Toni Harmanto ketika menjabat Kapolda Sumbar,” jelasnya.

Masjid ini, lanjut Zulkifli, dibangun dengan dan umat, hamba Allah, para donatur dan rekan-rekan polisi di seluruh Indonesia. Pembangunan menghabiskan dan sekitar Rp 7 miliar.

“Masjid Al Hijrah Padang Area Islamic Center mampu menampung 300-400 orang jamaah. Sejumlah program akan berjalan di Masjid Al Hijrah Padang Area Islamic Center. Di antaranya pusat dakwah Islam serta pondok tahfizd,” ujarnya.

Selain itu, dikatakan Zulkifli, juga sebagai tempat membangun sinergi dan kolaborasi dengan DKM masjid lain dalam program kajian serta mewujudkan manajemen masjid kekinian, sharing dukungan.

Baca Juga  YBM PLN UIP Sumbagteng Lakukan Program Sunatan Anak Desa di Daerah 3T

“Selanjutnya sosial budaya dan ekonomi. Data bade jamaah, efek ekonomi (usaha kecil), bansos yatim dan fakir miskin, Jumat barokah dan lainnya. Kami menyediakan tempat ibadah yang nyaman, dengan berbagai fasilitas kekinian yang dibuka 24 jam,” tegasnya

Zulkifli mengakui untuk membangun masjid ini dirinya sudah menghabiskan uang dengan nominal sangat besar. Dirinya pun termotivasi membangun masjid ini hanya untuk berbagi dan berbuat baik untuk umat

“Saya habis-habisan membangun ini. Tidak ada kepentihgan politik karena saya bukan orang politik. Saya hanya ingin ada yang ditinggalkan sebagai tabungan untuk akhirat. Di masjid ini, kita tidak ada menbeda-bedakan kelompoknya apa, alirannya apa, mazhab-nya apa. Semuanya boleh menggunakan masjid ini,” tutupnya.(rgr)