BERITA UTAMA

Geger! Ada Mayat Pria Tergantung di Pohon Waru, Tubuhnya Membusuk, Identitas Tak Diketahui, Celana Panjang Hitam jadi Gantungan

0
×

Geger! Ada Mayat Pria Tergantung di Pohon Waru, Tubuhnya Membusuk, Identitas Tak Diketahui, Celana Panjang Hitam jadi Gantungan

Sebarkan artikel ini
MAYAT TERGANTUNG—Petugas dari kepolisian dan Bhabinsa TNI AD mendatangi lokasiipenemuan mayat pria tanpa identitas yang tergantung di pohon waru tepi Pantai Parupuk Tabing yang kondisinya sudah membusuk.

PADANG, METRO–Mayat berjenis kelamin pria yang sudah membusuk ditemukan tergantung di pohon perisnya pinggir Pantai Pasir Parupuk, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Selasa (17/10) sekitar pukul 16.00 WIB.

Peristiwa penemuan mayat itu sontak membuat warga setempat gempar hingga berbondong-bon­dong datang ke lokasi. Mi­risnya, hingga kini tidak di­ketahui identitas pria yang sudah mengeluarkan bau yang sangat menye­ngat itu. Pasalnya, pada pa­kaian mayat maupun di sekitar lokasi tidak dite­mukan kar­tu tanda pengenal.

Bahkan, warga yang bedatangan ke lokasi, tidak ada yang mengenali ma­yat tersebut. Apalagi, pa­kaian mayat sudah beru­bah warna akibat darah yang mengering dan tubuh mayat sudah menghitam akibat pembusukan. Kuat dugaan, korban meninggal sejak beberapa hari be­lakangan.

Sementara, pas­cape­ne­muan mayat, Kapolsek Koto Tangah bersama jaja­rannya dan Tim Identifikasi Satreskrim Polresta Pa­dang datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Setelah itu, mayat Mr X itu dibawa ke RS Bhayangkara Padang untuk divisum.

Kapolsek Koto Tangah, AKP Afrino juga menga­takan belum mengetahui secara pasti identitas ma­yat lantaran tidak ada dite­mukan tanda pengenal kor­ban. Namun, dapat disim­pul­kan bahwa mayat terse­but berjenis kelamin laki-laki.

“Mayat yang sudah membusuk itu ditemukan pada pukul 16.00 WIB oleh pengunjung yang bermain tidak jauh dari lokasi, iden­titas korban belum kita ketahui karena bagian tu­buh korban sudah meng­hitam, sehingga sulit untuk dikenali,” kata AKP Afrino kepada wartawan.

Dijelaskannya AKP Af­rino, korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Carlos Putra (17) yang sedang bermain tidak jauh dari lokasi penemuan. Saat itu, saksi melihat bayangan hitam yang tergantung di pohon waru.

“Saksi ketakutan lalu melaporkannya ke ketua RT setempat. Setelah itu, warga beramai-ramai me­la­ku­kan pengecekan ter­hadap penemuan mayat yang tergantung di atas pohon tersebut dan mela­porkannya ke personel Bhabinkamtibmas dan Bha­binsa lalu diteruskan ke Polsek,” ujar AKP Afrino.

AKP Afrino pun ke­mudian meminta Pawas serta petugas piket untuk mendatangi lokasi adanya penemuan mayat tersebut. Selain itu, pihaknya juga menghubungi Tim Iden­tifi­kasi Polresta Padang. Sete­lah dilakukan pemerik­saan, mayat tersebut die­vakuasi oleh Kantor SAR Padang dan dibawa ke Rumah Sakit Bha­yangkara Padang.

“Tubuh korban menge­luarkan bau yang sangat menyengat, dengan ba­gian-bagian tubuh yang juga sudah menghitam karena pembusukan. Ciri-ciri kor­ban berjenis kelamin laki-laki, menggunakan baju kaos oblong, dan pada ta­ngan kiri terpasang jam ta­ngan. Celana warna hi­tam digunakan sebagai gantu­ngan pada leher,” jelasnya.

Menurut AKP Afrino, pihaknya saat ini sedang berupaya melakukan pe­nyelidikan untuk meng­ungkap identitas mayat dengan menyebarkan in­for­masi kepada mayarakat terkait penemuan mayat ini.

“Kami juga meng­him­bau kepada masyarakat yang merasa kehilangan ang­gota keluarga untuk me­nge­cek ke RS Bha­yang­ka­ra. Melihat kondisi ma­yat, diperkirakan sudah me­ning­gal lebih dari em­pat ha­ri yang lalu,” tukas­nya. (cr2)