METRO SUMBAR

Pemkab Pasbar Gelar Rakor, Percepatan Penurunan Stunting dan Hapus Kemiskinan Ekstrem

0
×

Pemkab Pasbar Gelar Rakor, Percepatan Penurunan Stunting dan Hapus Kemiskinan Ekstrem

Sebarkan artikel ini
RAKOR STUNTING— Bupati Hamsuardi memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, Selasa (17/10) di Aula Rumah Dinas bupati Pasbar.

PASBAR, METRO–Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) melalui Badan Perenca­naan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Dae­rah (Bappelitbangda) meng­gelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, Selasa (17/10) di Aula Rumah Dinas Bupati Pasbar. Rapat dibuka langsung oleh Bupati Hamsuardi didampingi stakeholder terkait.

Dalam sambutannya, Bupati Hamsuardi menegaskan bahwa penurunan prevalensi stunting dan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem memerlukan kerja kolaborasi secara konvergensi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan termasuk peran perusahaan dan perbankan.

“Mengentaskan kemis­kinan ekstrim dan penurunan stunting itu mesti dilakukan secara gotong ro­yong. Semua pihak harus mengambil peran, termasuk perusahaan perkebunan kelapa sawit dan perbankan. Sesuai instruksi Presiden Nomor 4 tahun 2022 tentang Penghapusan Kemiskinan Ekstrem yang mengintruksikan kepada Kementerian/Lembaga, seluruh gubernur, dan seluruh bupati/walikota untuk melakukan PPKE di seluruh wilayah Indonesia tahun 2024. Selanjutnya Kepmenko PMK No 30 tahun 2022 tentang Penetapan Sumber dan Jenis Data dan PPKE,” tangkasnya.

Baca Juga  Lima Besar di Sumbar, Posyandu Melati Dinilai Tim Provinsi

Di samping itu, Plt. Kepala Bappelitbangda Pasbar Ikhwanri menjelaskan bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Kondisi gagal tumbuh pada anak balita ini di­sebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang lama serta terjadi­nya infeksi berulang, kedua faktor penyebab ini dipengaruhi oleh pola asuh yang tidak memadai terutama dalam 1.000 HPK,” jelas­nya.

Ia juga menyebutkan bahwa angka stunting di Pasbar tahun 2022 berada pada angka 35,5 persen (SSGI 2023), yang ditargetkan menjadi 14,00 persen tahun 2024, dan untuk angka kemiskinan berada pada angka 6,93 persen (BPS 2023), yang ditargetkan menjadi 6,58 persen tahun 2024, serta angka kemiskinan ekstrem tahun 2022 berada pada angka 0,76 persen, yang ditargetkan menjadi 0,00 persen tahun 2024. (end)

Baca Juga  Nakes Lantamal II Layani Vaksinasi Warga dalam Kendaraan