PADANG, METRO–Diduga gegara lupa mematikan kompor, pabrik roti dan tiga unit rumah yang berada di kawasan padat perkumiman pencucuk di Jalan Banuaran, Keluarahan Banuan, Kecamatan Lubuk Begalung, ludes dilahap si jago mera, Jumat (13/10) skeitar pukul 11.49 WIB.
Beruntung, kebakaran besar itu tidak menimbulkan korban jiwa, Meski begitu, warga setempat dibuat panik dengan besarnya kobaran api yang membakar empat bangunan di kawasan itu. Kepanikan itu disebabkan warga takut api terus menjalar ke bangunan lainnya.
Tak lama berselang, puluhan personel Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang tiba di lokasi bersama empat unit armada. Hampir satu jam berjibaku, kebakaran empat bangunan itu berhasil dipadamkan, tapi kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 2 miliar.
Kabid Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Sutan Hendra mengatakan, awalnya kebakaran tersebut diketahui oleh salah seorang warga yang melihat adanya api yang mulai membesar di salah satu rumah yang terbakar.
“Saksi melihat adanya api dan asap dari salah satu rumah warga. Diduga berasal dari kompor yang lupa dimatikan oleh pemilik rumah yang dapurnya berada di bagian depan rumah. Api dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan lainnya,” ungkapnya.
Setelah mendapat laporan dari masyarakat, dijelaskan Sutan, Damkar Kota Padang bergerak cepat menuju ke lokasi untuk memadamkan titik api dengan menerjunkan empat unit mobil pemadam.
“Laporan masuk pukul 11.49 WIB, dan langsung kita tanggapi dengan menerjunkan empat unit armada dengan personel sebanyak 60 orang. Akhirnya api berhasil dipadamkan pada pukul 12. 40 wib, dan dilanjutkan dengan proses pendinginan. Dari peristiwa itu, kerugian diperkirakan mencapai Rp 2 miliar rupiah,” sambungnya.
Namun, ditegaskan Sutan Hendra, untuk penyebab pastinya kebakaran tersebut belum di ketahui olehnya, dan dia mengatakan akan menyerahkan penyelidikan penyebab kebakaran kepada pihak berwajib.
“Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, namun membuat 10 orang dengan dua Kepala Keluarga (KK) yang menjadi korban kehilangan tempat tinggal dan usahanya, sehingga harus mengungsi ke tempat lain,” katanya.
Sutan Hendra kembali mengimbau kepada masyarakat Kota Padang, terutama pengguna kompor gas dan peralatan listrik, untuk mengawasi dan tidak menghidupkan api jika ditinggalkan pemiliknya. (cr2)






