POLIKATA

Gibran di Atas Angin

0
×

Gibran di Atas Angin

Sebarkan artikel ini

Oleh: Reviandi

GIBRAN Rakabuming Raka semakin santer terdengar namanya jelang Pemilu Presiden (Pilpres) 2024. Anak pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu banyak diprediksi menjadi calon wakil Presiden Prabowo Subianto dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Gerindra sendiri sudah mendeklarasikan Gibran dimana-mana, termasuk di Sumatra Barat (Sumbar).

Dimulai dari deklarasi yang dilakukan DPC Partai Gerindra Bukittinggi yang langsung dikomandoi Ketua DPC Erman Safar.  Wali Kota Bukittinggi itu mendukung Gibran sebagai Bacawapres pendamping Prabowo. Banyak alasan yang diungkapkan, tapi yang utama adalah menjaga kekondusifan Indonesia kalau pasangan Prabowo-Gibran dimajukan.

Sehari berjalan juga dilangsungkan deklarasi dukungan kepada Gibran mendampingi Prabowo di Kantor DPC Gerindra Agam di Kecamatan Banuhampu. Ketua DPC Gerindra Agam Novi Irwan dan seluruh pengurus mengumumkannya setelah merapatkan barisan dan menilai, Wali Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng) itu cocok mendampingi Prabowo.

Novi Irwan yang juga ketua DPRD Kabupaten Agam mengaku telah merapatkan barisan, sebelum mengusulkan Gibran Rakabuming Raka sebagai Cawapres pendamping Prabowo Subianto untuk Pilpres 2024. Pasangan Prabowo-Gibran dinilai cocok dan akan diterima semua masyarakat Indonesia dengan baik.

“Bahwa keputusan DPC Gerindra Kabupaten Agam setelah melaksanakan Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) Gerindra Kabupaten Agam bersama dengan seluruh kader, ranting, anak ranting, simpatisan, serta sayap Partai Gerindra. Semua sepakat dengan keputusan ini,” kata Novi Irwan.

Ketua DPC Partai Gerindra Payakumbuh Nur­khalis Dt Bijo Dirajo juga pimpin deklarasi Prabowo-Gibran untuk memenangkan Pilpres 2024, Kamis (12/10). Gerindra Kota Payakumbuh menggelar pertemuan dengan seluruh pengurus PAC dan Bacaleq dari semua Dapil di Kota Payakumbuh.

Puluhan kader Partai Gerindra juga tampak hadir dalam Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) di Kantor DPC Gerindra Kota Payakumbuh itu. Rapimcab ini dalam juga penguatan dan tegak lurus dengan keputusan DPP Gerindra mengusung Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden RI 2024-2029.

Bahkan, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menilai keputusan MK nantinya akan mengubah peta politik jelang kontestasi Pilpres 2024. Gibran sangat disebut berpeluang mendapatkan dukungan banyak partai andai lolos ‘verifikasi’ umur.

“Semua mata sepertinya tertuju pada putusan Mahkamah Konstitusi yang akan dibacakan pada tanggal 16 Oktober hari Senin yang akan datang, dan saya kira itu akan mengubah peta politik kita ini secara drastis baik bagi kubu Pak Prabowo maupun Kubu Pak Ganjar,” kata Yusril di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (12/10).

Yusril menjelaskan segala kemungkinan dapat terjadi usai keputusan MK. Dia menyebut bisa saja MK mengabulkan, menolak, atau bisa juga mengabulkan tapi baru berlaku untuk pilpres yang akan mendatang.

“Kalau diasumsikan bahwa MK itu menolak permohonan maka persoalan jadi selesai. Tapi kalau MK kemudian menerima putusan permohonan usia calon presiden dan calon wakil presiden dari 40 menjadi 35 tahun dan ataupun MK mengatakan tetap 40 tahun kecuali ada syarat pernah menjadi kepala daerah atau lain-lainnya, maka itu akan terjadi tetap perubahan kekuatan politik yang baru dalam beberapa hari yang akan datang, baik pada kubu Pak Prabowo maupun kubu Pak Ganjar,” jelas Yusril.

Dia menerangkan akan terjadi tarik menarik diantara kubu Prabowo maupun kubu Ganjar. Sebab gugatan batas usia minimal capres-cawapres ini erat kaitannya dengan putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka yang santer disebut diusulkan menjadi cawapres.

“Saya perkirakan, sebenarnya tarik menarik antara kubu ini terhadap Gibran ini cukup besar ya, bisa saja ini ditarik ke kubu Prabowo, tapi bisa juga kubu Ganjar, menarik ini. Dan ini akan menjadi satu perebutan,” tutur Yusril.

Seperti diketahui, nama Gibran ramai dibicarakan mendapat banyak dukungan dari relawan bakal Capres Prabowo Subianto untuk maju berdampingan sebagai Cawapres dalam Pilpres 2024 mendatang. Dukungan pun datang hingga banyak atribut yang digunakan dengan menyandingkan Gibran bersama Prabowo.

Sementara Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto menyebut kader PDIP sudah digembleng saat proses kaderisasi. Dia pun engga ambil pusing dengan kelompok relawan yang mengaitkan kadernya dengan bacapres Prabowo.

Dengan mencuatnya Gibran, tambah kuat keyakinan ada dua nama yang disebut sangat berpeluang menjadi Bacawapres mendampingi Prabowo menghadapi Pilpres keempat dalam sejarah hidupnya. Pilpres yang bisa saja terakhir, mengingat umur yang sudah menginjak 71 tahun. Pendamping Prabowo sebenarnya punya keunggulan di banding pendamping Ganjar Pranowo (54 tahun) dan Anies Baswedan (54).

Selain Gibran, Menteri BUMN yang juga Ketua PSSI Erick Thohir juga masuk radar bersaing dengan Gibran. Soal Erick Thohir, sudah lama dibicarakan bakal menjadi pendamping Prabowo. Meski bukan orang partai politik, tapi sudah ada beberapa partai yang siap ‘mengendorse’ Erick sebagai Bacawapres. Paling getol Partai Amanat Nasional (PAN) yang memang sudah masuk dalam koalisi pendukung Prabowo.

Erick, Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin 2019 adalah sosok yang kerap mengisi papan atas survei. Survei teranyar yang direlis Polling Institute menempatkan Erick sebagai Cawapres paling potensial. Menjadi sosok Cawapres dengan tingkat elektabilitas atau keterpilihan tertinggi dibanding yang lain.

Kini kita benar-benar harus menunggu MK, apakah akan mengabulkan gugatan itu atau tidak. Yang penting kita ingat apa kata jurnalis senior Najwa Shihab, “Pemuda hari ini harus turun tangan, berkarya nyata menjawab semesta Indonesia.”  Minimal Gibran adalah perwakilan pemuda. (Wartawan Utama)