AIE PACAH, METRO–Jagad maya dihebohkan dengan video pasangan yang diduga tengah dimabuk asmara, berpelukan di Tugu Apeksi, Kompleks Perkantoran Balaikota Padang, Aiepacah. Kelakuan keduanya dinilai tidak etis karena berada di ruang publik terbuka dan ramai dikunjungi warga tersebut.
Dalam video yang beredar dan viral tersebut, memperlihatkan sepasang kekasih yang tengah duduk di Tugu Apeksi Balaikota Padang menghadap ke timur. Terlihat laki-laki memakai baju kaos berwarna abu-abu merangkul wanita yang mengenakan baju hijau toska berjilbab putih. Di sana juga banyak anak-anak yang tengah bermain.
Video tersebut juga ditanggapi Sekda Kota Padang Andre Algamar, Jumat (13/10) sore. Menurut Andree, Pemerintah Kota Padang akan lebih meningkatkan pengawasan terhadap para pengunjung yang datang ke kawasan Tugu Apeksi, Galanggang Kota Padang tersebut.
“Tadi security, operator pengawas CCTV, dan penanggung jawab semua sudah diberikan teguran, kedepannya akan kita tingkatkan lagi pengawasan,” ungkap Sekda Andree.
Namun, untuk dua orang yang menjadi aktor utama dalam video yang beredar tersebut, Sekda Andree mengaku belum mengetahui identitas sepasang kekasih yang sedang di bakar api asmara tersebut.
“Kita tidak bisa berandai-andai, apakah itu remaja, atau mahasiswa, bisa jadi juga ‘kan suami-istri. Walaupun begitu kan juga tidak wajar berbuat demikian di tempat umum,” katanya lagi.
Dia juga mengatakan, walaupun Tugu Apeksi atau Galanggang Kota Padang adalah publick space, namun juga ada aturan dan tata krama yang harus diperhatikan, terlebih hidup dibudaya alam Minangkabau ini.
“Kita memakai adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Harusnya malu kita seperti itu tidak pada tempatnya. Kita akan tingkatkan lagi pengawasan di sana,” tegasnya.
Dia juga menghimbau kepada masyarakat yang ingin menikmati suasana Tugu Apeksi untuk tertib, dimana tugu apeksi sebutnya adalah taman buat semua warga Kota Padang.
“Tertib itu banyak maknanya menaati aturan, kebersihan, kemudian tidak melakukan tindakan yang tidak pada tempatnya, dan juga menghargai pengunjung lintas usia karena di sana banyak anak-anak juga. Budayakan malu,” ujar Sekda Andree. (cr2)






