SUDIRMAN, METRO–Penampilan dua orang pesilat dari Birmingham Inggris memukau Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah dan Ketua DPRD Sumatera Barat, Supardi serta sejumlah tamu undangan lainnya pada acara Intangible Cultural Heritage (ICH) Festival West Sumatera 2023 (Festival Warisan Budaya Takbenda 12-17 Oktober 2023), di Agamjua Art & Culture, Kota Payakumbuh, Kamis (12/10) malam.
Buya Mahyeldi Ansharullah yang membuka secara resmi acara ICH Festival Warisan Budaya Takbenda yang menghadirkan negara-negara seperti Singapure, Malaysia, Ingris, India, Nigeria, Belanda, dan beberapa Provinsi se-Indonesia seperti Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Aceh dan Riau, serta 19 kabupaten Kota di Sumatera Barat, benar-benar meriah dan membuat negara-negara sahabat berdecak kagum dengan keragaman budaya yang ada di Indonesia.
”Ini usaha yang luar biasa, tentu memberikan mamfaat yang sangat banyak untuk Kota Payakumbuh dan Lima Puluh Kota. Tentu nantinya tamu-tamu yang datang dari berbagai negara dan provinsi serta kabupaten kota di Sumbar akan membawa oleh oleh randang dan lainnya dari Kota Payakumbuh,” sebut Buya Mahyeldi dihadapan ratusan tamu dan undangan yang hadir.
Orang nomor wahid di Provinsi pencetak para diplomat ulung ini menyebut dengan adanya festival budaya takbenda ini akan banyak memberikan mamfaat bagi Sumbar. “Warisan seperti ini agak kurang diperhatikan, padahal dunia sangat menghargai. Adanya festival tentu memiliki nilai dalam rangka mengingatkan kepada masyarakat bahwa kita punya budaya takbenda yang harus dilestarikan kepada generasi muda kita,” ingat Buya berharap daerah lain dapat meniru program dan kegiatan ini.
Sementara itu, Ketua DPRD Sumatera Barat, Supardi yang getol dengan persoalan budaya ini menyampaikan bahwa potensi sumber daya dibidang kebudayaan akan menjadi dalih bagi masyarakat dunia untuk datang dan berkunjung ke-Sumatera Barat. Karena menurut putra asli Luak Limo Puluah (Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota) itu, warga dunia ingin tahu dengan budaya Sumatera Barat.
”Ada impian dari kita, terpendam. Kita coba awali dari kota kecil Payakumbuh. Hari ini kita buktikan jati diri kita sebagai orang minang, yang kental dengan palsafah ABS-SBK. Budaya merupakan sandaran bagi kita. Budaya dalah hulu dan pariwisata itu hilirnya. Budaya itu diminati oleh negara-negara lain di Indonesia,” sebut Supardi.
Politisi Gerindra Sumbar ini menyebut dalam rangka memperingati 20 tahun ICH, sekaligus pelestarian budaya. Dalam kegiatan yang akan berlangsung beberapa hari itu, disampaikan Supardi akan banyak menampilkan budaya dari berbagai negara. Dan akan ada ditampilkan tradisi tua yang diakui unisco, dari Malaysia, Kalimantan, Aceh. “Ini acara besar bagi kita, impian kita bersama, adaperlu tiap tahun bisa dilaksanakan. Jangan sampai pengakuan dari unisco dicabut kembali kalau tidak dilestarikan,” ucap supardi mengingatkan.
Wali Kota Payakumbuh diwakili Sekretaris Daerah, Rida Ananda, menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Ketua DPRD Sumbar Supardi dan Dinas Kebudayaan Sumbar yang sudah menjadikan Kota Payakumbuh sebagai tempat pelaksanaan festival budaya takbenda yang melibatkan banyak negara dan provinsi di Indonesia.
”Kita ucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumbar, bapak Gubernur dan Ketua DPRD Sumbar yang sudah memilih Kota Payakumbuh sebagai tempat kegiatan. Di Payakumbuh yang dijuluki sebagai kota City Of Randang, juga kaya dengan kuliner khas lainnya, dan silakan nanti dinikmati masakan kuliner Payakumbuh,” sebut Rida.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Saifullah, menyebut dalam rangka peringatan 20 tahun ICH digelar festival warisan budaya takbenda yang menghadirkan negara-negara sahabat dan beberapa provinsi di Indonesia serta Kabupaten Kota di Sumatera Barat. “Selama beberapa hari akan banyak kegiatan yang akan disuguhkan kepada para tamu yang hadir, seperti Pacu Jawi, Itiak dan pameran di Goor M Yamin Payakumbuh,” ucapnya. (uus)






