SOLOK/SOLSEL

Wujudkan Solsel Jadi Kota Cerdas, Bupati Khairunas: Masterplan Penting

0
×

Wujudkan Solsel Jadi Kota Cerdas, Bupati Khairunas: Masterplan Penting

Sebarkan artikel ini

PADANG ARO, METRO-Pemerintah Kabupaten Solok Selatan telah merampungkan Master Plan Smart City setelah melalui empat kali bimbingan teknis bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Master plan ini diharapkan akan menjadi panduan untuk Solok Selatan menjadi kota cerdas.

Bupati Solok Selatan H. Khairunas mengatakan pemerintah kabupaten dan seluruh stakeholder menyadari pentingnya memiliki masterplan yang dapat dijadikan sebagai panduan bagi arah pem­bangunan khususnya bidang teknologi dan infor­matika.

“Dalam menjalankan program smart city ini, kami mengajak seluruh pihak yang terlibat agar bekerja sama dalam mewujudkan kota cerdas ini,” kata Khairunas dalam sambutannya pada kegiatan Penandatanganan Komitmen Implementasi Solok Selatan Smartcity di Aula Sarantau Sasurambi, Kantor Bupati Solok Selatan, Selasa (10/10).

Untuk itu, Khairunas mengharapkan koordinasi dan pengawasan harus senantiasa dilakukan, baik dari dari rencana jangka pendek hingga jangka panjang.

Baca Juga  Dampak Efisiensi Anggaran, THL Terancam PHK di Solok

Keberadaan smart city dinillai akan memberikan manfaat besar bagi percepatan pembangunan dan penyempurnaan kualitas layanan publik diantaranya meningkatkan efisiensi, efektivitas, mempermudah masyarakat dalam menyelesaikan segala urusan. Selain itu juga dalam pengembangan penyeleng­garaan pemerintahan berbasis elektronik dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Saya minta komitmennya dalam menjalankan program smart city ini, guna memberikan kemas­lahatan yang lebih luas kepada masyarakat dengan berbasiskan teknologi informasi. Pastikan semua pekerjaan yang kita lakukan, semata-mata untuk lebih melayani masyarakat dengan lebih baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Tenaga Ahli Penyu­sunan Masterplan Smart City Kemenkominfo Wilayah Sumatera, Agus Tri Cahyono menjelaskan smart city tidak lepas dari perencanaan pembangunan yang sudah disusun dalam RPJMD dan Renstra OPD.

“Sehingga dalam pembangunan smart city artinya menjalankan menjalankan program/kegiatan pembangunan yang ada di RPJMD dengan pende­katan baru. Inovasi yang dijalankan tidak selaly berupa penerapan teknologi, namun bagaimana membuat program/kegiatan RPJMD bisa menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Baca Juga  Etape 6, Peserta TdS akan Kelilingi Danau Singkarak

Agus menekankan bahwa dalam pelaksanaan smart city, seluruh OPD turut terlibat, sehingga tidak hanya mengandalkan Dinas Komunikasi dan Infor­matika saja. Sebab semua program / kegiatan yang diselenggarakan OPD berpotensi untuk dicarikan inovasinya, menjadi program/kegiatan smart city.

Dalam dimensi smart city, setidaknya terdapat 18 bidang ang bisa dilaksanakan. Untuk itu dalam bintek yang telah dilaksanakan, dilakukan pemetaan inovasi apa saja yang sudah dimiliki untuk kemudian dipilah menjadi delapan quick win yang bisa dilaksanakan di Solok Selatan dalam jangka pendek.

Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan Komitmen Implementasi Solok Selatan Smartcity oleh Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, dan seluruh Kepala OPD. (ped/rel)