POLITIKA

Antisipasi Terjadinya Praktek Politik Uang, Bawaslu Pasbar Launcing Kampung Pengawasan Zero Politik Uang

0
×

Antisipasi Terjadinya Praktek Politik Uang, Bawaslu Pasbar Launcing Kampung Pengawasan Zero Politik Uang

Sebarkan artikel ini
LAUNCHING— Ketua Bawaslu Pasbar Wanhar, sedang membuka dan menyampaikan tentang pengawasan Politik Uang, pada acara launching Kampung Pengawasan Zero Politik Uang, di Sungai Aur, Pasbar, Selasa (10/10).

PASBAR, METRO–Untuk menekan terjadinya praktek politik uang, Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), me­lak­sanakan sosialisasi untuk mengajak ma­sya­rakat melakukan pengawasan partisipatif pada Pemilu 2024 mendatang.

Sosialisasi penga­wa­san pemilu parti­sipa­tif itu bertema “Laun­­ching Nagari Pe­nga­wasan Zero Politik Uang”, dihadiri oleh seratusan peserta yang dilaksanakan di Gedung KSB Manjunjung Bilang, Jorong Sungai Aur, Nagari Salinga Muaro, Kecamatan Su­ngai Aur, Selasa (10/10) kemarin.

Ketua Bawaslu Pasbar  Wanhar didampinggi Koordinator Divisi Hukum, Pen­cegahan, Partisipasi Ma­sya­rakat, dan Hubungan Masyara­kat, Beldia Putra mengatakan, Bawaslu Pasbar terus melaksanakan kegiatan sosialisasi untuk mening­kat­kan pengawa­san partisi­patif berbagai kalangan masyarakat.

Ia mengatakan, Bawaslu Pasbar, melaksanakan sosialisasi pemilu untuk meningkatkan pengawasan partisipatif di kalangan masyarakat supaya tidaka ada terjadi Money Politik ditengah-tengah masyarakat.

Tidak itu saja, kita mengandeng  perangkat Pemerintah Nagari, ASN, pemuda, kaum perempuan, kelompok potensial, organisasi kepemudaan, dan media ditandai dalam pemukulan gong bersama, pertanda Launching Kampung Pengawasan Zero Politik Uang di Pasbar kita gaungkan, “ujar Wanhar.

Baca Juga  KPU Sumbar Sudah Terima 84.823 Kotak Suara, Jumiati: 1.008 Unit Dalam Kondisi Rusak

Dikatakan Wanhar, kita dari Bawaslu dan jajaran hingga ke tingkat Nagari dan Kecamatan, memiliki peran aktif untuk melakukan pengawasa karena itu lah kerja kita yang sesuai dengan Undang Undang.

“Kalau pemilu itu tidak diawasi maka pemilu itu tidak akan berkualitas dan tidak berinte­gri­tas.”ung­kap­nya.

Ditambahkan Beldi Putra, maka kontribusi utama pengawasan pemilu itu selain mendorong terwujudnya pelaksanaan pemilu yang berkualitas secara teknis, kita juga mengajak masyarakat untuk tahu dan paham apa itu pelangaran pemilu dan politik uang, kata Beldi.

Kita berharap Pemilu pada bulan Februari tahun 2024, nanti akan berjalam dengan sukses, aman da­mai dan tentram, maka dari itu, para ASN, jangan coba-coba bermain api dalam Pemilu mendatang, setipa kita tentunya punya pilihan, tapi jangan pula ikut langsung dalam mengkampayekan salah satu Pas­lon yang ikut Pemilu,”tegas Beldi.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Ma­­­syarakat Nagari (DPMN)­ Pasbar, Syaikhul Putra mengatakan , politik uang dalam pemilihan pe­mim­pin maupun wakil rak­yat tidak saja menghilangkan kesempatan munculnya pemimpin dan wakil rakyat yang berkualitas.

Baca Juga  Cegah Kesalahan  Rekapitulasi di Pemilu, KPU Perbaharui Aplikasi Sirekap

Pemerintah daerah me­ng­apresiasi inisiatif dan ino­vasi Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat yang telah me­nye­lenggarakan Louncing Nagari Pengawasan Zero Politik Uang

Ia menyebutkan Pem­kab juga mendukung langkah Bawaslu Pasbar, dalam mendorong pemerintah Nagari serta masyarakat untuk ber­sama-sama me­nyuk­­­seskan Pemilu 2024 dan menghindari politik uang dan politisasi SA­RA demi terselenggara­nya Pemilu 2024 yang de­­mo­kratis dan berinte­gritas.

“Louncing Nagari Pe­nga­wasan Zero Politik Uang merupakan ide inovatif dalam upaya mem­berikan edukasi kepada masya­ra­kat untuk menjadi pemilih yang cerdas, tidak mudah diimingi-imingi oleh janji sejumlah uang,” pungkasnya

Kegiatan itu disambut penampilan tradisional Gondang Sembilan Salum­pat Saindege Raja Junjungan Sungai Aur dan dihadiri oleh, Komisioner KPU Pasaman Barat, Dinas DPMN, Kesbangpol, Camat, TNI, Ka­polsek Lembah Melintang, Panwascam, tokoh adat, kelompok tani tokoh masya­ra­kat dan puluhan perang­kat nagari diwilayah tersebut. (end)